Manusia, Negara, dan Celana

Kalau berkerumun dengan masyarakat, misalnya yang hadir seribu orang, kalau di antara mereka ada 50 saja anak-anak, maka saya menyimpulkan bahwa fokus primer forum itu adalah yang 50 anak-anak. Yang 950 orang-orang dewasa bersama saya dan KiaiKanjeng wajib mengabdi kepada yang dibutuhkan oleh anak-anak itu.

Tongkat Perppu dan Tongkat Musa

Belum ada diskusi publik antara berbagai kalangan, termasuk pada Kaum Muslimin sendiri, misalnya apakah mungkin bikin Warung Tempe Penyet “Islam Sunni”, Kesebelasan “Ahlus Sunnah wal Jamaah”, Geng Motor “Jihad fi Sabilillah”, Bengkel Mobil “25 Rasul”, produksi Air “Nokafir”, atau Jagal Sapi “Izroil”. Tapi memang ada Band Group “Wali”, Bank “Syariah” dan “Muamalat”, Sekolah Dasar Islam, atau Islamic Fashion. Meskipun saya tidak khawatir akan muncul “Coca Cola Rasulullah saw”, Paguyuban “Obama Atina Fiddunya Hasanah”, atau Kelompok Pendatang Haram “Visa Bilillah”; tetapi saya merindukan ada Sekolah “Daun Hijau”, Universitas “Pohon Pisang” atau merk rokok “Hisab Akherat”.

BERTANAM KESUBURAN
DI KEBUN-KEBUN MAIYAH

Maka mulai bakda Idulfitri 1438 H Jamaah Maiyah mengkonsentrasikan hidupnya yang primer-wajib ke dalam dirinya, keluarga masing-masing dan jaringan persaudaraan Maiyah. Yang sekunder-sunnah untuk luar Maiyah: Ummat Islam, Bangsa dan Negara Indonesia, dan ummat manusia.

Selamat Ulang Tahun Cak Fuad

Majelis Ilmu Padhangmbulan Juli 2017, Fuadussab’ah.

Dulu pada tahun-tahun awal Padhangmbulan, brand yang melekat adalah Padhangmbulan sebagai pengajian Tafsir Al-Qur’an Tekstual dan Kontekstual. Secara mudahnya, Cak Fuad diminta Mbah Nun menyampaikan Tafsir Tekstual, sementara Mbah Nun sendiri sebagai sambungan dan perluasan tafsif Cak Fuad tersebut akan menyampaikan Tafsir Kontekstual.

search cart twitter facebook gplus whatsapp telegram youtube image image