Dengan Musik yang Sederhana

Dengan musik yang sederhana dari gitarmu
Aku merasa ditimang timang
Oleh sebuah tangan gaib
Yang melemparkanku ke ruang hampa

Takut Pada Matamu

Kekagumanku kepada Tuhan
Membuat aku takut pada matamu
Apakah engkau sendiri mengerti, kekasihku
Apa gerangan yang memancar dari matamu itu?

Di Tengah Perjalananku

Selalu saja aku
Menghubungkan apa-apa dengan Tuhanku
Barangkali karena rindu
Yang tak tertahankan kepada-Mu

Matematika

kita berada di tengahnya. bumi kita tak berpijak
dan tak ada tali gantungannya di angkasa

Tuhan bergerak sedikit saja
kita akan sirna

Gadis dan Sungai

wahai katakanlah segera kepadanya, bahwa arus sungai itu
sangatlah derasnya, lumpur dan lintah banyak di dalamnya.
Hendaklah teguh dan kokoh kakinya, agar tak terperosok jatuh dan luka

Mesjid I

Mesjid di kotaku pintu-pintunya selalu ditutup jika malam,
sebab takut perabot-perabotnya yang mewah akan hilang
Apakah Tuhan terkurung di dalamnya, memandang kita dari
kaca jendela sambil melambai-lambaikan tangannya?

Mungkin Pada Suatu Hari

Mungkin pada suatu hari aku akan membunuh diri
Wajar saja. Itu bukan sesuatu yang luar biasa
Kita semua dekat dengannya