Ruang Salamin Aminin

Nganjuk, 04 Oktober 2019. Foto: Adin (Dok. Progress).

Di setiap ruang Maiyah, di gerbang depannya selalu tertulis ٱدْخُلُوهَا بِسَلَٰمٍ ءَامِنِينَ Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera dan aman. Apakah engkau melihatnya atau tidak, itu bergantung pada kualitas batin dan mutu penglihatan batinmu masing-masing. Apa yang berlangsung di ruang itu digali, dipelajari, diteliti dan ditata berpuluh-puluh tahun untuk berkomposisi dan berkeutuhan serta berkeseimbangan Salamin Aminin.

Sebagian yang memasuki ruang itu, memperoleh kesejahteraan dan keamanan. Sebagian yang lain, mengambil bahan-bahan dari dalam ruang Maiyah itu kemudian membawanya keluar untuk membuat kerusakan.

Ada yang sekadar “kulakan” untuk tambahan nafkah bagi keluarga. Ada yang merasa sedang melakukan perluasan dari kesejahteraan dan keamanan. Ada lainnya lagi yang menyusun hasil kulakannya itu untuk memenuhi lawwamah politiknya, untuk melampiaskan ammarah golongannya. Tidak sekadar untuk mempertahankan diri atau membela kelompoknya, melainkan untuk menyerang kelompok lainnya. Ia men-supply bahan-bahan untuk adu domba, bahkan disengaja diedit dan diformat untuk kepentingan pemecah-belahan.

Pakai bahasa Allah — الَّذِينَ يُفْسِدُونَ فِي الْأَرْضِ وَلَا يُصْلِحُونَ — yang membuat kerusakan di bumi dan tidak menyelenggarakan perbaikan. Lebih parah lagi: yang mengambil bahan-bahan dari ruang perbaikan, dipakai untuk membuat kerusakan. وَإِذَا تَوَلَّىٰ سَعَىٰ فِي الْأَرْضِ لِيُفْسِدَ فِيهَا وَيُهْلِكَ الْحَرْثَ وَالنَّسْلَ. Ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan. Itu bukan terbatas flora dan fauna. Tapi juga tanaman silaturahmi, tanaman ukhuwah, tanaman kalbunyan yasuddu ba’dluhum ba’dla, tanaman persatuan dan kesatuan, tanaman endahing bebrayan, tanaman bisalamin aminin. Dan yang paling dahsyat serta ironis juga dungu adalah bahwa mereka melakukan apa yang Allah tidak menyukainya. Mereka adalah manusia yang gagah perkasa, makhluk yang sangat berani menentang Penciptanya. وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الْفَسَاد:

Lebih dahsyat dan bodoh lagi, وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ قَالُوا إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ . Dan bila dikatakan kepada mereka: “Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi”. Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan”. Kepada yang mengingatkan mereka menjawab “Mbah Nun pasti tidak masalah dengan itu semua”, bahkan menghardik “hanya anjing-anjingnya saja yang njegog”. Jadi saya orang tua renta hampir 70 tahun disimpulkan tidak masalah dengan perbuatan mengubah Salamin Aminin menjadi Dhalimin Malunin, dari mashlahat menjadi mudlarat, dari guna menjadi celaka, dari manfaat menjadi terlaknat.

Allah menegaskan “sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak merasa”. Begitu murah hatinya narasi Allah, yang sejatinya tahu bahwa para pembuat kerusakan itu sadar, merasa dan tahu bahwa memang mereka berbuat kerusakan.

Tetapi kemudian Allah menuturkan legitimasi sikap-Nya: “Apabila dikatakan kepada mereka: “Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman”. Mereka menjawab: “Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?” Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh; tetapi mereka tidak tahu. Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: “Kami telah beriman”. Dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka, mereka mengatakan: “Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok”. Allah akan (membalas) olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan mereka. Mereka tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar).

Mereka memasuki ruang salamin aminin Maiyah tetapi yang diambilnya adalah bahan-bahan untuk fasad dan adzab. Maka apa yang akan mereka peroleh dalam hidup mereka bersama keluarga mereka selain kerusakan dan bencana?

Lantas apakah engkau menyangka aku akan tetap memasuki Ruang Salamin Aminin itu padahal aku tahu di antara mereka yang berada di situ tidak mencari salamin aminin. فَأَخَذَهُ اللَّهُ نَكَالَ الْآخِرَةِ وَالْأُولَىٰ  Apakah engkau mengira aku punya ketegaan hati dan bersedia kecipratan adzab untuk berada di tengah orang-orang di ruang itu yang Allah mengazabnya dengan azab di akhirat dan azab di dunia, termasuk di ruang Maiyah Salamin Aminin itu?

Mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk. Apakah engkau berpikir bahwa aku berani berada di tengah orang-orang yang rawan posisinya di hadapan Allah?

Di dalam Ruang Salamin Aminin itu berlaku dua rumus. Kumpulan orang-orang Saleh di dalamnya akan membuat Allah menyelamatkan sebagian yang Mufsidin dan Fasiqun. Atau sebaliknya, selama Musfidin dan Fasiqun itu masih longgar ruangnya untuk berada di dalamnya dengan kefasiqan dan perusakannya, maka semua yang lainnya, sesaleh apapun — akan ikut tertimpa adzab-Nya.

Kalau sebuah pesawat akan jatuh tapi diselamatkan oleh Allah karena ada seorang penumpang Saleh yang sangat dicintai Allah, bisa juga pesawat yang sebenarnya lancar-lancar saja dicelakakan oleh Allah karena ada salah seorang penumpang yang hidupnya Fasiq dan Mufsid — tentu keadilan Allah akan me-maintain nasib mereka yang tidak ikut bersalah, di dunia maupun akhirat.

Lainnya

Kondisi Mendesak

Ilmu Petani

Ruang Tumbuh

Belahan-belahan Kefasikan

Buku dan Merchandise