Kaum NEOLIB

Kaum neoliberal meyakini bahwa negara yang merdeka pasca perang tidak akan mampu bertahan lama, karena dunia saat ini telah dikuasai modal yang terus bergerak dan kuatnya persaingan ekonomi antar-negara. Untuk itu negara fokus saja untuk membuat kebijakan. Sebaiknya negara menarik diri dari pelayanan, serahkan saja pelayanan publik kepada swasta.

Kaum neolib menganggap bahwa mesin birokrasi telah rusak, bangkrut, harus diganti “pemerintahan kewirausahaan” berdasarkan persaingan, pasar, pelanggan, dan pengukuran hasil.

Kiai ToHar

Tajuk

Maiyahan

Akik Berlafadh Allah di Freemantle Market

Rekan kita Mas Wahyu SS melaporkan, setelah mengunjungi Madrasah Darul Ma’arif sabtu siang ini dan sebelum Sinau Bareng di Bentley Community Centre, Mbah Nun dan Ibu Novia Kolopoking diajak berjalan-jalan di Freemantle Market untuk cari oleh-oleh.

Tiba di Perth dan Curhatan di Perkebunan Gingin

Alhamdulillah setelah kami melepas rindu bertemu dan menjemput Mbah Nun di Perth International Airport, kami langsung melanjutkan perjalanan ke daerah Gingin, suatu pelosok di ujung utara Perth sekitar 80 km atau 1 jam perjalanan lebih.

Khasanah

Gus Mus

Yang kita kenal ini jelas Gus Mus
Tetapi mustahil hanya itu Gus Mus
Karena Gus Mus bukan hanya itu
Gus Mus pasti lebih dari itu

Tuhan Melanggar HAM

Hari ini berakhir selama bulan Ramadlan tahun ini Tuhan memaksakan kehendak-Nya. Orang-orang beriman dipaksa untuk berpuasa, tidak makan minum serta sejumlah perbuatan lain dari Subuh hingga Maghrib.

Pustaka Emha

Asepi

Berkelakar Menuju Keutuhan

Kalau nglihat ekspresi, testimoni, dan gejala yang dapat kita temukan dari mereka yakni para jamaah, khususnya anak-anak muda, yang selalu istiqamah hadir, Sinau Bareng atau Maiyahan bersama Cak Nun dan KiaiKanjeng di berbagai tempat terasa jelas sebagai acara yang sisi-sisinya sangat banyak.

Manusia-Manusia Ketuhanan

Dalam perapektif itulah, kita melihat bagaimana Sinau Bareng yang dipandu Mbah Nun membuka kesempatan yang luas buat jamaah sebagai agency ketuhanan mengekspresikan diri.

FotoMozaik

Cak Nun di Bumi Lancang Kuning

Perbanyaklah saling penerimaan. Penerimaan yang tulus. Yang demikian itu kalau bisa kita usahakan sebagai jalan hidup yang mesti dilakoni sepanjang hayat, sepanjang sabil yang kita tempuh untuk menuju-Nya kembali.

Mènèk Blimbing

Tadabbur Daur

Video

Simpul Maiyah

Nyambung Salah

Banyak orang yang tidak peka terhadap sesuatu yang tidak benar, sekarang sudah kebal terhadap kebatilan, seolah-olah tempat berdiri kita adalah kebatilan.

Linglung

Wahai pengasuh kami semua, tidak ada satu pun segala sesuatu yang sudah Kau takdirkan dimuka bumi ini adalah suatu hal yang sia sia.