Puasa Dhulumat

Wahai Maha Dzat yang yang memerintahkanku untuk berpuasa

Wahai Allah yang Maha mengajariku untuk senantiasa mengendalikan diri

Untuk hari-hari ini ilhamkanlah kepadaku apa yang harus kukendalikan, serta apa yang Kau izinkan untuk kutuntaskan?.

Tajuk

Tajuk Lainnya

Maiyah Berdaulat

Saya sangat merasakan bahwa hari-hari ini anak-anak cucu-cucuku Maiyah sedang sangat berduka jiwanya, bersedih hatinya dan berprihatin akal pikirannya.

Bertapa di Lorong Firman

Anak-anak cucu-cucuku Maiyah sudah berlatih bahwa duduk bersila diam membisu bertafakkur kemudian mengosongkan diri sehingga diisi penuh oleh Allah Swt, bukanlah satu-satunya bentuk atau cara bertapa.

Maiyahan

Maiyahan Lainnya

Sinau Ma’rifat Kesehatan

“Selalu gembira dan gembira. Kita gembira karena dan di dalam Allah,” kalimat Mbah Nun malam hari ini sangat jelas terdengar dengan makna yang penuh utuh.

Khasanah

Khasanah Lainnya

Jam’iyah Pengusaha Sorga

Kongsi Bisnis

Sangat perlu diteguhkan keyakinan dan perjuangan untuk memastikan bahwa penduduk Maiyah tidak mengalami kesulitan rizki dan penghidupan, terutama kalau itu disebabkan oleh kekeliruannya sendiri di dalam memilih usahanya dan memperjuangan pekerjaannya.

Bidikan Terpilih

Bidikan Lainnya

Pustaka Emha

Pustaka Emha Lainnya

Asepi

Asepi Lainnya

Berkelakar Menuju Keutuhan

Kalau nglihat ekspresi, testimoni, dan gejala yang dapat kita temukan dari mereka yakni para jamaah, khususnya anak-anak muda, yang selalu istiqamah hadir, Sinau Bareng atau Maiyahan bersama Cak Nun dan KiaiKanjeng di berbagai tempat terasa jelas sebagai acara yang sisi-sisinya sangat banyak.

Mozaik

Mozaik Lainnya

Mènèk Blimbing

Mènèk Blimbing Lainnya

Tadabbur Daur

Tadabbur Daur Lainnya

Video

Video Lainnya

Simpul Maiyah

Simpul Maiyah Lainnya

Paeh Poso

“Paeh Poso” merupakan warisan dari kebudayaan orang sunda terdahulu, Kalau dalam kamus bahasa sunda, kata ini mengandung dua makna tapi satu dalam maksudnya, bisa juga kita sandingkan istilah ini dengan kata yang lagi viral dan sangat mudah keluar dari lisan orang yang memegang kunci surga, yaitu “Jihad” (bersungguh sungguh).

Buku Cak Nun