Poros Pengetahuan

Akal adalah poros utama pengetahuan. Tanpa akal, persepsi hanya sebatas gambaran partikel-partikel yang tak memiliki relasi satu sama lain. Seperti kamera yang hanya merekam gambar.

Tampa akal, baris-baris yang direkam oleh mata pada lembaran-lembaran buku hanya sebatas warna hitam di atas kertas. Begitu pula pembacaan teks ayat-ayat dalam kitab suci, tanpa akal hanya sebatas tulisan di atas kertas.

Dr. Muhammad Nursamad Kamba

Tajuk

Maiyahan

Sinau Elmu Tuo

Mungkin tidak benar-benar ada hubungannya, di Bantul ini beberapa waktu lalu ada kejadian di mana upacara ritual adat dituding bisa mendatangkan bencana.

Khasanah

Gus Mus

Yang kita kenal ini jelas Gus Mus
Tetapi mustahil hanya itu Gus Mus
Karena Gus Mus bukan hanya itu
Gus Mus pasti lebih dari itu

Tuhan Melanggar HAM

Hari ini berakhir selama bulan Ramadlan tahun ini Tuhan memaksakan kehendak-Nya. Orang-orang beriman dipaksa untuk berpuasa, tidak makan minum serta sejumlah perbuatan lain dari Subuh hingga Maghrib.

Pustaka Emha

Emha Ainun Nadjib

90

Tuhanku
di dalam diriku ada ruang
amat luas tak terbatas
Fajar hari melemparinya dengan batu
tapi tak bergeming ia, karena tak berdinding
Pagi membidikkan berjuta anak panah
tapi tak terluka ia, karena kosong
Kemudian siang membakarnya dengan api iblis
tapi tak terbakar ia
karena lembut bagai kristal angin
Sore, menumpahkan air busuk dan sampah dunia
tapi diubahnya menjadi bunga dan tenaga
Dan malam, menikamkan pisaunya bertubi-tubi:
darah mengalir!

Asepi

Berkelakar Menuju Keutuhan

Kalau nglihat ekspresi, testimoni, dan gejala yang dapat kita temukan dari mereka yakni para jamaah, khususnya anak-anak muda, yang selalu istiqamah hadir, Sinau Bareng atau Maiyahan bersama Cak Nun dan KiaiKanjeng di berbagai tempat terasa jelas sebagai acara yang sisi-sisinya sangat banyak.

Manusia-Manusia Ketuhanan

Dalam perapektif itulah, kita melihat bagaimana Sinau Bareng yang dipandu Mbah Nun membuka kesempatan yang luas buat jamaah sebagai agency ketuhanan mengekspresikan diri.

FotoMozaik

Mènèk Blimbing

Telek Lincung and the Danger of a Single Story

Karena waktu sudah mepet dan saking terburu-burunya keluar rumah untuk mengejar kereta Argo Wilis sore Jogja-Surabaya demi bisa mengikuti Maiyahan Bangbang Wetan Agustus yang temanya sangat antropologis, Ruwat, saya terpaksa harus mengalami kejadian tidak mengenakkan.

Tadabbur Daur

Video

Simpul Maiyah