Masa Depan Kaum Bebrayan

Ramalan kehidupan masa depan model urip bebrayan menjadi trend—prediksi ini pas, mengapa? Karena kerusakan-kerusakan relasi manusia, manusia dengan alam, bahkan dengan dirinya sendiri sedemikian parahnya. Sehingga manusia akan mencari ‘lembaga’ konservasi hidup yang non birokratis, informal, egaliter, inklusif, kolektif dan berbasis kesukarelawanan.

Situasi ini sebenarnya telah juga dibayangkan oleh Horgan, Eric Fromm, bahkan oleh Ki Hajar Dewantara dan Ronggowarsito. Hidup yang dangkal dan tak bermakna sebagai ekspresi kegagalan hidup, sehingga orang akan memburu makna dan bahagia dengan cara menyelami dunia kekeluargaan, ke-bebrayan-an, atau sejenis komunalitas.

Hidup bebrayan ada kalau ada keadilan dan konsep kekeluargaan inilah yang unique sebagai pergumulan.

Kiai ToHar

Tajuk

Maiyahan

Tiba di Perth dan Curhatan di Perkebunan Gingin

Alhamdulillah setelah kami melepas rindu bertemu dan menjemput Mbah Nun di Perth International Airport, kami langsung melanjutkan perjalanan ke daerah Gingin, suatu pelosok di ujung utara Perth sekitar 80 km atau 1 jam perjalanan lebih.

Decoding The Labyrinth of Conflict | Simposium Regional

Sebagai salah satu rangkaian untuk memeriahkan dan memaknai Dies Natalis Unair yang ke-64, Pusat Informasi dan Humas (PIH) Unair berkolaborasi dengan Amsterdam Institute of Social Sciense Research (AISSR), University of Amsterdam, Belanda akan menggelar Simposium Regional bertajuk “Decoding the Labyrinth of Conflict: Menggali Pembelajaran Resolusi Konflik Pasca Reformasi dari Gerakan Maiyah Nusantara”.

Khasanah

Gus Mus

Yang kita kenal ini jelas Gus Mus
Tetapi mustahil hanya itu Gus Mus
Karena Gus Mus bukan hanya itu
Gus Mus pasti lebih dari itu

Tuhan Melanggar HAM

Hari ini berakhir selama bulan Ramadlan tahun ini Tuhan memaksakan kehendak-Nya. Orang-orang beriman dipaksa untuk berpuasa, tidak makan minum serta sejumlah perbuatan lain dari Subuh hingga Maghrib.

Pustaka Emha

Asepi

Berkelakar Menuju Keutuhan

Kalau nglihat ekspresi, testimoni, dan gejala yang dapat kita temukan dari mereka yakni para jamaah, khususnya anak-anak muda, yang selalu istiqamah hadir, Sinau Bareng atau Maiyahan bersama Cak Nun dan KiaiKanjeng di berbagai tempat terasa jelas sebagai acara yang sisi-sisinya sangat banyak.

Manusia-Manusia Ketuhanan

Dalam perapektif itulah, kita melihat bagaimana Sinau Bareng yang dipandu Mbah Nun membuka kesempatan yang luas buat jamaah sebagai agency ketuhanan mengekspresikan diri.

FotoMozaik

Cak Nun di Bumi Lancang Kuning

Perbanyaklah saling penerimaan. Penerimaan yang tulus. Yang demikian itu kalau bisa kita usahakan sebagai jalan hidup yang mesti dilakoni sepanjang hayat, sepanjang sabil yang kita tempuh untuk menuju-Nya kembali.

Mènèk Blimbing

Tadabbur Daur

Video

Simpul Maiyah

Nyambung Salah

Banyak orang yang tidak peka terhadap sesuatu yang tidak benar, sekarang sudah kebal terhadap kebatilan, seolah-olah tempat berdiri kita adalah kebatilan.

Linglung

Wahai pengasuh kami semua, tidak ada satu pun segala sesuatu yang sudah Kau takdirkan dimuka bumi ini adalah suatu hal yang sia sia.