Ayat Allah di Alam Semesta dan Diri Manusia

Sering terdengar pernyataan di lingkungan umat Islam bahwa Al-Qur`an adalah sumber segala ilmu. Pernyataan ini memang benar. Akan tetapi anggapan bahwa untuk menguasai ilmu pengetahuan cukuplah dengan membaca Al-Qur`an saja adalah anggapan yang keliru.

Al-Qur`an memang memberikan petunjuk tentang tujuan hidup manusia, hubungannya dengan Tuhan Al-Khaliq, dengan sesama manusia, dan dengan alam lingkungan. Al-Qur`an juga menyebutkan tentang kejadian alam semesta dan berbagai proses alamiah lainnya. Tapi Al-Qur`an bukan kitab pelajaran fisika dan biologi, bahkan bukan pula buku pelajaran shalat atau fiqih.

Al-Qur`an dalam banyak hal hanyalah memberikan petunjuk bersifat umum atau garis besar, sedangkan rinciannya harus dicari dalam As-Sunnah sepanjang itu mengenai ibadah, atau diteliti di alam semesta dan dalam diri manusia sepanjang menyangkut ilmu pengetahuan. Dengan kata lain, untuk dapat memahami berbagai perspektif dari ayat-ayat-Nya dalam Al-Qur`an, harus pula dipahami ayat-ayat Allah Swt di alam semesta dan dalam diri manusia sendiri.

Ahmad Fuad Effendi

Tajuk

Maiyahan

“Warung Islam” dan Karakter Metapolitics Maiyah

Usai diskusi dengan peserta simposium yang sebagian baru paham corak aktivisme Maiyah dan perkembangan Sinau Bareng Jamaah Maiyah di berbagai tempat setelah mengikuti acara simposium ini, di sesi siang dilanjutkan dengan pemaparan Cak Fuad tentang Urgensi Kontekstualitas Agama dalam Menciptakan Harmoni Sosial.

Karena yang Kita Lakukan Sekarang Tidak Hanya untuk Hari Ini

Ketika sedulur-sedulur datang ke Maiyahan seperti PadahangmBulan, Mocopat Syafaat, Gambang Syafaat, Kenduri Cinta, Bangbang Wetan dan Maiyahan rutinan di berbagai titik Simpul Maiyah, pernahkah terbayangkan dalam pikiran, siapa sebenarnya orang-orang yang ada di balik layar gelaran Maiyahan rutin itu?

Ruang Publik, Sinau Bareng, dan Cak Nun

Dengan volume rakyat yang turut hadir dalam Sinau Bareng, dan dengan mengalirnya permohonan acara dari lingkungan pemerintahan, khususnya pemda, Cak Nun telah menjelma sebagai ruang publik itu sendiri, ada alun-alun dan lapangan maupun tidak.

Khasanah

Gus Mus

Yang kita kenal ini jelas Gus Mus
Tetapi mustahil hanya itu Gus Mus
Karena Gus Mus bukan hanya itu
Gus Mus pasti lebih dari itu

Tuhan Melanggar HAM

Hari ini berakhir selama bulan Ramadlan tahun ini Tuhan memaksakan kehendak-Nya. Orang-orang beriman dipaksa untuk berpuasa, tidak makan minum serta sejumlah perbuatan lain dari Subuh hingga Maghrib.

Pustaka Emha

Asepi

Berkelakar Menuju Keutuhan

Kalau nglihat ekspresi, testimoni, dan gejala yang dapat kita temukan dari mereka yakni para jamaah, khususnya anak-anak muda, yang selalu istiqamah hadir, Sinau Bareng atau Maiyahan bersama Cak Nun dan KiaiKanjeng di berbagai tempat terasa jelas sebagai acara yang sisi-sisinya sangat banyak.

Manusia-Manusia Ketuhanan

Dalam perapektif itulah, kita melihat bagaimana Sinau Bareng yang dipandu Mbah Nun membuka kesempatan yang luas buat jamaah sebagai agency ketuhanan mengekspresikan diri.

FotoMozaik

Mènèk Blimbing

Tadabbur Daur

Video

Simpul Maiyah

Tepa Salira

Tepa, kurang lebih dapat kita pahami sebagai tindakan mengukur, merefleksi, ataupun merasakan.