Headline

Jimat

Di dalam hidup sehari-hari, jimatku ialah kesetiaan dan ketahanan serta kemampuan menjaga diri. Jadi jimatku tidak kucari umpamanya di gunung Kawi, melainkan kubangun sendiri perlahan-lahan.

Esai

Rakyat Tanpa Negara

Penjelasan Pipit sangat sederhana, namun substansial dan fundamental: di dalam konstitusi Indonesia, peran Negara sudah diambil alih oleh Pemerintah hampir sepenuhnya.

Buku Titik Nadir Demokrasi, Emha Ainun Nadjib, Zaituna, 1996.

Korupsi sebagai Kasus Penyakit Jiwa

Korupsi menjadi salah satu “sahabat” sehari-hari kita. Korupsi menjadi salah satu identitas terpenting dari bangsa yang besar ini, bangsa yang selalu merasa besar ini, bangsa yang selalu membesar-besarkan dirinya ini.

Pelesetan, Majalah Tempo, 23 Februari 1991

Pelesetan

Kalau baca puisinya kepanjangan, hadirin teriak “Gedawan! Gedawan!”, dan satu oknum menyambung “Gedawan Mohamad”, serta lainnya “Gedawan Solo”! dan “Gedawan Durna”!

Awas Pasar Kalian Terbakar!

Jelasnya, apakah yang memperingatkan pasar akan terbakar adalah orang yang memang akan membakar pasar ketika situasi sudah tiba pada keharusan untuk itu?

Cerpen

Mimpi Setiap Orang

Aku melihat mendadak di langit muncul makhluk aneh yang amat besar, membawa terompet yang juga amat besar ukurannya, mengumandangkan suara ke segala penjuru bahwa Tuhan telah menutup pintu-Nya!

Buku Emha

Puisi

Kumpulan Puisi Sajak-Sajak Sepanjang Jalan, Emha Ainun Nadjib (Cak Nun).

Dengan Musik yang Sederhana

Dengan musik yang sederhana dari gitarmu
Aku merasa ditimang timang
Oleh sebuah tangan gaib
Yang melemparkanku ke ruang hampa

Kumpulan Puisi Sajak-Sajak Sepanjang Jalan, Emha Ainun Nadjib (Cak Nun).

Takut Pada Matamu

Kekagumanku kepada Tuhan
Membuat aku takut pada matamu
Apakah engkau sendiri mengerti, kekasihku
Apa gerangan yang memancar dari matamu itu?

Kumpulan Puisi Sajak-Sajak Sepanjang Jalan, Emha Ainun Nadjib (Cak Nun).

Di Tengah Perjalananku

Selalu saja aku
Menghubungkan apa-apa dengan Tuhanku
Barangkali karena rindu
Yang tak tertahankan kepada-Mu

Tentang Cak Nun

Selalu Kerangka Kepentingan Rakyat

Pemihakannya pada wong cilik menempatkan dia pada posisi selalu diawasi. Apalagi ketika Soeharto masih berkuasa. Tapi semakin diawasi dan ditekan, semakin produktif, karyanya banyak dan bermutu.

Liberalisasi Pendidikan Alam

Sebagai suatu institusi, Ainun jauh lebih berarti dibanding ribuan bahkan laksaan lulusan dunia sekolahan. Dengan berandai-andai, kalau Ainun tidak berhenti sekolah, apakah yang terjadi?

Repertoar

Pohon Bailora

Banyak sekali ekspresi masyarakat, terutama tokoh-tokoh kelas menengahnya, yang kemlinthi, gembagus, seneng pamer; “Saya merakyat! Kami peduli! Kami mengabdi rakyat!” dan banyak sekali umuk-umuk pekok seperti itu.

Foto

Video