Az-Zukhruf ayat 32

Ketika sedang mengalami kebuntuan hidup atau kegagalan usaha, padahal ikhtiar sudah diusahakan. Ketika hati gundah atau kecewa berat karena kesempatan emas terlepas dari tangan. Ketika jalan rezeki kita ditutup oleh orang-orang yang dengki. Kemudian atas kehendak Allah Swt kita baca atau kita dengar ayat 32 dari surat Az-Zukhruf. Maka seolah-olah ayat ini baru saja “diwahyukan” kepada kita. Hatipun menjadi tenang karena diliputi keridlaan atas bagian yang diberikan Allah Swt dan optimisme yang memperkuat asa untuk terus bekerja.

Ahmad Fuad Effendi

Tajuk

Maiyahan

Ruang Publik, Sinau Bareng, dan Cak Nun

Saya mulai mengenal istilah ruang publik ini pada sekitar 1996, dan sependek pengetahuan saya, sejak awal 1990-an, terminologi ‘ruang publik’ pelan-pelan mulai masuk dalam kosakata politik kita berbarengan dengan terminologi lain seperti civil society (masyarakat sipil) dan citizenship (kewargaan), dan setelah itu kosakata-kosakata tersebut makin berterima dan menjamak mewarnai berbagai diskusi dalam membicarakan rakyat sebagai subjek dalam suatu pelaksanaan kepolitikan (polity).

Dekonstruksi Maiyah Atas Pendekatan Pencegahan, Penanganan, dan Resolusi Konflik

Sebagai bagian dari proses pengumpulan data untuk riset etnografis yang sedang saya lakukan dalam melihat Jamaah Maiyah sebagai salah satu dari sekian banyak non-state actors dealing with security provision (sebuah entitas di luar manajemen organisasi negara yang secara unik menawarkan sebuah pendekatan pengamanan masyarakat), saya akan mulai dengan apa yang tidak banyak orang kenal dengan etnografi dan kaitannya dengan fenomena konflik di Indonesia.

Hilangnya Pokok Wadah Mencari Ilmu

Ada yang menarik pada sebuah pertanyaan yang dilontarkan Mbah Nun tadi malam, “Sekolah itu baik apa pokok?” Saya pikir tidak ada seorang guru pendidikan formal mempunyai keberanian sikap seperti Simbah.

Khasanah

Gus Mus

Yang kita kenal ini jelas Gus Mus
Tetapi mustahil hanya itu Gus Mus
Karena Gus Mus bukan hanya itu
Gus Mus pasti lebih dari itu

Tuhan Melanggar HAM

Hari ini berakhir selama bulan Ramadlan tahun ini Tuhan memaksakan kehendak-Nya. Orang-orang beriman dipaksa untuk berpuasa, tidak makan minum serta sejumlah perbuatan lain dari Subuh hingga Maghrib.

Pustaka Emha

Asepi

Berkelakar Menuju Keutuhan

Kalau nglihat ekspresi, testimoni, dan gejala yang dapat kita temukan dari mereka yakni para jamaah, khususnya anak-anak muda, yang selalu istiqamah hadir, Sinau Bareng atau Maiyahan bersama Cak Nun dan KiaiKanjeng di berbagai tempat terasa jelas sebagai acara yang sisi-sisinya sangat banyak.

Manusia-Manusia Ketuhanan

Dalam perapektif itulah, kita melihat bagaimana Sinau Bareng yang dipandu Mbah Nun membuka kesempatan yang luas buat jamaah sebagai agency ketuhanan mengekspresikan diri.

FotoMozaik

Sejenak Indonesia di Rumah Maiyah

Bagian dari perjalanan Cak Nun ke mana-mana buat menebarkan Sinau Bareng dan benih-benih lain yang baik ke tengah masyarakat adalah justru menyempatkan berhenti sejenak di Rumah Maiyah Kadipiro itu sendiri untuk menemui orang-orang yang meminta sowan dan silaturahmi.

Mènèk Blimbing

Tadabbur Daur

Video

Simpul Maiyah

Tepa Salira

Tepa, kurang lebih dapat kita pahami sebagai tindakan mengukur, merefleksi, ataupun merasakan.