Tetes Kelembutan Muhammad

Syaikh Nursamad Kamba menuturkan bahwa para jamaah melingkar, berkumpul, dan sangat asik menikmati Sinau Bareng atau Maiyahan itu terjadi bukan terutama karena ilmu, melainkan karena di kedalaman jiwa mereka dianugerahi oleh Allah Swt semacam tetes kelembutan.

Selengkapnya

Tajuk

Tajuk Lainnya

Entah Apa dan Entah Siapa

Baru kali ini ada yang bisa menghentikan komidi putar supersonik kecepatan tinggi, pesawat terbang, kereta api, sekolah, Ujian Negara (UN), supermarket, rapat-rapat, resepsi pengantin, kompetisi olah raga, hingga ibadah berjamaah.

Facing the Challenge of COVID-19, Together

Assalamualaikum Wr. Wb.

Jamaah Maiyah,

We have faced many serious challenges since our movement began in the late 1990s with Padhang mBulan, Kenduri Cinta and all the other regional gatherings that have formed since and which now make up the Maiyah community.

Maiyahan

Maiyahan Lainnya

Kenduri Cinta Menyambut Film Teta

Malam ini di Kenduri Cinta, Ibu Novia Kolopaking hadir secara spesial bersama tim dan para pemain film “Terima Kasih Emak Terima Kasih Abah” atau yang dipopulerkan dengan singkatan Teta.

Pustaka Emha

Pustaka Emha Lainnya

Khasanah

Khasanah Lainnya

Satu Langkah Kecil Terhadap Corona

Saya merasakan salah satu reaksi orang membaca seri tulisan Corona ini berbunyi: “Ngurusi Corona aja sudah mau pecah kepala, masih disuruh ngurusi Tuhan, didorong-dorong untuk mencari apa hubungan virus dengan Tuhan”.

Mata Uang Maiyah

Salah seorang dari entah berapa jumlah Ashabul Kahfi diminta oleh teman-temannya untuk keluar Gua menuju pasar membeli sejumlah keperluan hidup.

Corona Tanpa Tuhan

Semua tulisan saya di caknun.com tentang segala sesuatu yang terkait Coronavirus, memakai pola pandangan dan pemetaan yang mengungkapkan keterkaitan antara virus dengan kesehatan jasad, struktur kejiwaan, kekuasaan Tuhan, metode taqwa dan tawakkal, iman, doa, wirid, dzikir, hizib dan seluruh famili konteksnya menurut pola pandang yang saya pakai.

Bidikan Terpilih

Bidikan Lainnya

Kizano

Kizano Lainnya

Terus Berkarya

Terentang 44 tahun sejak karya Mbah Nun dibukukan di tahun 1975 hingga kini 2019, yang terdokumentasi sebanyak 91 buah.

Asepi

Asepi Lainnya

Menggelandang di Belanda

Tepat pukul 20.15 waktu Amsterdam, seperti yang dijanjikannya sepulang dari menutup restoran Java Cuisine miliknya, Mas Syafiih Kamil, arek Madura yang oleh sedulur Maiyah di Eropa dipercaya menjadi koordinator Mafaza sudah menjemput kami.

Mènèk Blimbing

Mènèk Blimbing Lainnya

Mozaik

Mozaik Lainnya

Tadabbur Daur

Tadabbur Daur Lainnya

Video

Video Lainnya

Simpul Maiyah

Simpul Maiyah Lainnya

Pembawa Cuaca

Mengerjakan segala sesuatu hal di cuaca yang cerah tentu saja lebih mudah dibandingkan mengerjakan hal yang sama pada cuaca yang tidak mendukung.

Buku Cak Nun Majalah Sabana