Foto Headline

Kemesraan, kebersamaan, dan persaudaraan. Itulah di antara hal yang paling disyukuri oleh Jamaah di dalam ber-Maiyah.

Kemesraan, kebersamaan, dan persaudaraan. Itulah di antara hal yang paling disyukuri oleh Jamaah di dalam ber-Maiyah.

Mensyukuri Kegembiraan di Maiyah

Dalam Maiyahan tadi malam di Desa Bogorejo, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Mbah Nun dan Kyai Muzammil mengajak jamaah untuk sinau ilmu syukur.

Sinau Bareng semalam itu digelar dalam rangka Halal Bihalal Nandur Syukur Jannatul Maiyah yang diselenggarakan teman-teman Maiyah Paseduluran Tunggal Karep Tuban Jawa Timur.

Terbaru

Satu per satu para hadirin dan jamaah antri rapi bersalaman dengan Cak Nun, para Kyai, dan tokoh masyarakat usai Ngaji Bareng di Lapangan Menganti Gresik.

Hampir Satu Jam Lamanya

Hampir satu jam lamanya waktu dibutuhkan buat salaman usai acara Ngaji Bareng di Lapangan Menganti Gresik tadi malam. Cak Nun, para Kyai, dan tokoh masyarakat lainnya menerima jabat tangan dari masyarakat dan jamaah yang antre rapi satu per satu.

Cak Nun dan KiaiKanjeng kembali bersama ribuan masyarakat yang mayoritas adalah warga Nahdliyin di Lapangan Menganti Gresik.

Ngaji Bareng IPHI Menganti Gresik

Malam ini Cak Nun dan KiaiKanjeng kembali berada di Gresik tepatnya di Lapangan Menganti untuk Ngaji Bareng yang diselenggarakan oleh IPHI (Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia) Kecamatan Menganti, Gresik, Jawa Timur.

Apapun yang terjadi pada Indonesia, kita tidak putus asa untuk menyembuhkannya.

Indonesia Tetap Lebih Baik

Cak Nun menyebut petikan lagu Bolelebo: Malole Simalole ita nusa Simalole “Baik tidak baik, Tanah Timor lebih baik.”

Lagu kebanggaan dari Nusa Tenggara Timur yang menunjukkan bahwa mereka selalu menganggap tanah asalnya selalu lebih baik, bagaimanapun keadaannya.

Daur

Taiasu dan Kafir

Pakde Tarmihim meneruskan.

“Kemudian cara menggendong dan memanggulnya harus bijaksana. Dan yang disebut pandai atau berilmu adalah kalau antara keperkasaan menggendong dengan kebijaksanaan cara mengayomi, sudah menjadi satu keutuhan harmoni…”

Seger tersenyum.

Maiyahan

Zaman Lunyu-Lunyu Penekno

Sinau Bareng Cak Nun KiaiKanjeng, menganti, Gresik, 22 Juli 2017

Sabtu, 22 Juli 2017. Padatnya jalanan yang menghubungkan wilayah Gresik dan Surabaya tidak menyurutkan antusiasme masyarakat untuk bersama-sama menempuh perjalanan ke lokasi acara Sinau Bareng Cak Nun dengan tema Tabligh Akbar dan Ngaji Bareng yang diselenggarakan oleh IPHI (Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia) di Lapangan Menganti Gresik.

Pustaka Emha

Belajar Mudik ke Sorga

Beruk tidak mau kalah, menyumbang pendapat soal Idulfithri dan Mudik.

“Mudik itu istimewa. Selama setahun masyarakat bergerak kesana kemari, lalu lalang dari suatu tempat ke tempat lain, berdesakan, berebut, berlomba, bersaing, bahkan bermusuhan – di dalam mobilitas ekonomi.

Khasanah

Tajuk

Mozaik

Wong²an

“Bukan Demokrasi Benar Menusuk Kalbu”

Saya yakin akurasi masalahnya tidak pada apa yang diucapkan oleh Nusron. Apapun yang dia ucapkan, itu akibat. Yang perlu kita temukan adalah sebab-nya. Nusron, juga Ahok, bahkan Presiden dan Pemerintah secara keseluruhan, tidaklah benar-benar ada dan hadir sebagai dirinya sendiri, melainkan merupakan representasi dari semacam sindikasi kekuatan dan niat kekuasaan serta modal sangat besar di belakangnya. Dengan idiom lain: Nusron hanya peluru, bukan bedilnya. Dia hanya mercon, ada tangan yang melemparkan dan membantingnya.

Karena hilir persaingan politik adalah kemenangan dan kekuasaan, bukan kebenaran dan keadilan, maka banyak output sosial demokrasi yang menyakitkan rakyat.

Tadabbur Daur

Mènèk Blimbing

Nggarap Arab

Sebelum acara Majelis Maiyah Padhangmbulan, di Sumobito, Menturo, Jombang, yang malam itu mengusung tema ‘Fuadussab’ah’ dimulai, saya mendapat sedikit bocoran dari Proggres bahwa akan ada sesuatu yang spesial malam purnama itu.

Maiyah dan Visi Rasulullah

Di acara Gambang Syafaat 25 Mei lalu, Mbah Nun weling kira-kira begini, “Jika tidak mampu membaca Al-Qur`an maka bacalah Sirah Rasulullah.” Membaca dalam konteks ini tidak hanya melafalkannya tetapi sekaligus memahami maksud yang terkatakan dalam Al-Qur`an.

Asepi

Pak Nevi Asisten Pengobatan Cak Nun

Masih dalam jadwal perjalanan memenuhi permintaan masyarakat, sore ini KiaiKanjeng bergerak ke Solo.

Cak Nun mendapuk alias mendaulat Pak Nevi untuk ikut meng-handle sebagian dari orang-orang yang menyodorkan permohanan doa kesembuhan itu.

Seribu Idul Fitri
Untuk Seribu Diri

Pencapaian diri-rakyatmu mungkin adalah ketangguhan untuk tidak terhina oleh pelecehan, tidak menderita oleh penindasan, tidak mati oleh pembunuhan.

Yang hari ini dan yang tahun kemarin sama-sama Idul Fitri, tetapi Idul Fitri yang hari ini bukanlah Idul Fitri yang tahun lalu maupun yang tahun depan.

Mbah Ratmo dan Wayang Kardus

Tujuh puluh enam (76) tahun bukanlah usia yang muda lagi untuk berkarya.

Selain tokoh wayang, Mbah Ratmo juga membuat wayang berupa binatang. Mbah Ratmo juga sering memanfaatkan wayangnya untuk media mendongeng.

Simpul Maiyah

Kembali ke Huma Berhati

Cak Dil pada pertengahan bulan Januari ke Bandung dan berdiskusi bersama penggiat memetakan permasalahan sosial dan pertanian yang dialami masyarakat Indonesia.

Jamparing Asih #JAJan mengambil tema "Kembali ke Huma Berhati" yang merupakan kutipan puisi “Apa Ada Angin di Jakarta” karya Umbu Landu Paringgi.
search cart twitter facebook gplus whatsapp telegram youtube image ornamen-left ornamen-right