Bangga Diri

Setiap kebanggaan diri, setiap anggapan dan ilmu tentang kemampuan manusia–yang tidak seorang pun sanggup menghitung jumlah bulu ketiaknya ini–adalah faktor penghambat tauhid. Jika manusia memelihara hambatan-hambatan dalam dirinya menuju tauhid, maka ia gampang stres, penuaannya bersegera, mudah sakit, hatinya tak selesai, dan kecelé di senja kehidupannya.

Kitab Sijjin

Kepolosan makhluk-makhluk itu terekspresikan sampai ke penampilan jasad dan perilaku budaya mereka. Pakaian mereka sangat seadanya. Bukan hanya kain atau apapun bahan penutupnya tidak mewah. Tapi juga hanya sebatas di atas pusar sampai di bawah lutut bagi yang lelaki.

Tajuk

Maiyahan

Khasanah

Bilik Cinta “Kwangwung”

Apakah stroke itu sakit? Apakah ia penyakit? Apakah “disfungsi” sejumlah peralatan biologis manusia itu penyakit? Apakah mati itu tidak atau bukan kehidupan? Apalagi, apakah mati itu tragedi?

Manusia Bukan Barang Jadi (9)

Pada tahun 2011, di rumahnya, Mas Yon pernah bertanya kepada saya: “Kalau kita Jumatan itu Khatibnya hampir selalu mengucapkan ‘Para Jamaah Jumat yang dimuliakan oleh Allah’. Itu bagaimana sebenarnya. Mulia itu kan soal derajat.

Pustaka Emha

Emha Ainun Nadjib

Mantra Segoro Uwuh

Pèncèng duduk bersila. Menghadap tembok. Di pojok ruang depan rumah Simbah. Punggungnya tegak. Wajahnya menghadap tepat ke arah depan. Kedua mripatnya berpejam. Kedua telapak tangannya menempel satu sama lain, menghadap ke atas.

Ki Gedé Kadisobo

Ah, pokoknya sangat banyak tokoh-tokoh Yogya yang tidak dikenal oleh generasi sekarang. Jangankan lagi dikenang, dihargai atau dihormati. Terlebih lagi tokoh-tokoh nasional.

Asepi

Mendatangimu dengan Wirid Padhangmbulan

Delapan tahun lalu, 2010. Awal bulan November tahun itu, Merapi erupsi. Dalam muntahan wedus gembel yang besar, Mbah Marijan dijemput oleh Allah dalam caranya yang unik dan mengandung ilmu tapi sedikit orang mau berendah hati belajar.

Bershalawat dan Merasakan Situasi Perang Suku

Situasinya mencekam. Nyawa menjadi taruhan. Jika ada dua jenis ancaman, yaitu yang berasal dari alam dan manusia, kali ini acaman berbahaya datang dari manusia. Itu sebabnya dua mini bus yang membawa mereka menuju kecamatan lain dikawal masing-masing di dalam bus itu empat Brimob siap senjata laras panjang stand by dengan amunisinya.

Nandur Pinaringan Syafaate Kanjeng Nabi

Berkeliling ke mana-mana, sejak dahulu kala, dengan segala tantangan dan perjuangannya terutama di era Hamas dan MiniKanjeng, untuk mengajak orang bershalawat, mencipta perdamaiaan sesama rakyat dan manusia, serta agar siapapun senang berbuat baik untuk kebersamaan bersama, bagi KiaiKanjeng perjalanan itu dirasakan dan diyakini sebagai sebuah laku “nandur” atau menanam.

Pengajian Tombo Ati Hotel Elmi

Orang-orang yang mencintai Cak Nun itu banyak. Tak hanya orang-orang kecil yang kerap menyapa dan salim sama  beliau di jalan, di warung, di bandara, terminal, stasiun, di kampung-kampung, atau di ketiak-ketiak derap pembangunan kota dengan segala kondisi dan upaya mereka buat bertahan hidup dan menghidupi keluarga mereka.

Tombo Ati Merambah Bak Truk

Almarhum Pak Kuntowijoyo, salah seorang cendekiawan muslim yang dihormati dan ditemani Cak Nun pada masa-masa sakitnya dengan dzikir Ya Kholiq Ya Baari’ Ya Mushawwir, menyebut di dalam bukunya, Muslim Tanpa Masjid, “dan dalam kesenian Emha Ainun Nadjib menunjukkan bahwa Islam itu universal.”

Selanjutnya ini secuil cerita.

FotoMozaik

Mènèk Blimbing

Hijrah Para Patriot Maiyah

Pada pengajian Padhangmbulan bulan Februari, Mbah Nun menyampaikan sejumlah pertanyaan terkait output, produk dari gilingan Maiyah. Bagaimana skala manfaat Maiyah—skala nilai, skala ruang dan skala waktunya?

Nilai manfaat bisa diukur skalanya, misalnya menggunakan deret angka plus-min dengan titik zero point sebagai pusat keseimbangan.

Dani Ismantoko

Takdir Cinta Maiyah

Sewaktu masih SMP dulu, saya pernah membaca buku tentang Syech Abdul Qadir Jailani yang sekarang saya tidak tahu di mana buku tersebut, mungkin sudah rusak pada saat gempa 2006 dulu.

Infografis

Tadabbur Daur

Dwika Aca Pratama

Prajurit Baginda Sulaiman

Kaum Jin itu teknolog luar biasa, dan memang Allah sendiri yang mempekerjakan mereka untuk Baginda Sulaiman. Mereka yang membuat piring terbang, kendaraan angkasa lintas galaksi, membangun kota agung bawah laut. Memang untuk memindahkan Istana Ratu Balqis mereka kalah speed dari rohaniawan Asif bin Barkhiyah dari golongan manusia.

Agung Pranawa

Dimurnikan

Beberapa bulan lalu di sebuah tongkrongan, saya pernah bertanya kepada salah seorang sohib saya, sebut saja namanya Wahyudi.

Video

Simpul Maiyah