Headline

Kalau boleh bilang, kelemahan kita selama ini adalah terlalu banyak menggunakan kata ‘Islam’ untuk label-label. Harusnya, kata ‘Islam’ itu kita eman-eman

Ngeman Kata Islam

CakNun.com

Dalam kepaduan Mbah Nun dengan jamaah beserta para kiai dan tokoh masyarakat yang ada di panggung, Mbah Nun telah membawa jamaah mengembara ke titik-titik kunci pemahaman hidup, terutama mengenai pendidikan dan kemanusiaan. KiaiKanjeng pun sudah beberapa nomor lagu dihadirkan. Termasuk nomor Doa dan Perjuangan yang dibawakan Pak Bupati Pasuruan.

Terbaru

“Pesantren itu lahir dari satu figur yang berada tengah masyarakat dan figur tersebut diakui oleh umatnya,” papar Mbah Nun.

Sejarah Pesantren Menurut Mbah Nun

Mbah Nun sangat menggarisbawahi dan mengafirmasi sambutan Ustadz Soleh mewakili panitia yang dalam sambutannya tadi mengatakan pondok pesantren Singa Putih berprinsip pondok pesantren harus punya harga diri dan martabat.

CakNun.com Mbah Nun berpesan agar sekolah formal yang didirikan di Ponpes ini tetap dilingkupi dengan jiwa pesantren. “Pesantren itu masa depan pendidikan dunia.”
“Indonesia kehilangan kepegasan....” Mbah Nun menyentuh dan memegang hati mereka terlebih dahulu.

Indonesia Kehilangan Kepegasan

“Indonesia kehilangan kepegasan….” Sinau Bareng sudah dimulai. Jamaah  padat sampai meluber di luar komplek pondok atau di jalan. Mbah Nun menyentuh dan memegang hati mereka terlebih dahulu.

CakNun.com “Indonesia kehilangan kepegasan....” Sinau Bareng sudah dimulai. Mbah Nun menyentuh dan memegang hati mereka terlebih dahulu.
Mbah Nun diminta turut menandatangani prasasti peresmian MTs Unggulan Singa Putih Prigen Pasuruan.

Mbah Nun Turut Tandatangani Peresmian MTs Singa Putih

Ponpes Salaf Singa Putih Munfaridin Prigen Pasuruan berprinsip bahwa pondok pesantren harus punya martabat dan kemandirian di hadapan siapapun termasuk negara.

Hawa dingin menemani KiaiKanjeng cek sound sore ini di Ponpes Salaf Singa Putih Munfaridin Lumbangrejo Prigen Pasuruan.

Cek Sound Ngaji Bareng Prigen Pasuruan

Setelah menempuh total perjalanan bis sembilan jam, siang tadi KiaiKanjeng sudah tiba di Prigen. Dengan berganti beberapa mobil, panitia segera membawanya naik ke villa yang disiapkan buat istirahat.

CakNun.com Malam ini masyarakat diajak Ngaji Bareng Cak Nun dan KiaiKanjeng dalam rangka Haul Pendiri Pondok, peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad Saw, dan peresmian MTs Singa Putih.
Mbah Nun diminta hadir menyaksikan gladi resik pementasan “Mencari Buah Simalakama” Perdikan Teater Yogyakarta tadi malam, 22 April 2017, di Gedung Pertujukan ISI Yogyakarta.

Gladi Resik Mencari Buah Simalakama

Menjelang hari-H pementasannya pada 26 April 2017 di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta, Perdikan Teater menggelar gladi resik pementasan “Mencari Buah Simalakama” tersebut di gedung Pertunjukan ISI Yogyakarta tadi malam.

CakNun.com Perdikan Teater menggelar gladi resik pementasan “Mencari Buah Simalakama” tersebut di gedung Pertunjukan ISI Yogyakarta.

Daur

Dosa dan Cinta

Siapapun yang mencintainya, tak kan pernah tahan untuk tak menyatakan cinta kepadanya. Apalagi Allah sendiri yang mempeloporinya. Allah dan para Malaikat, melakukan “shalat” kepadanya.

Maiyahan

Kelompok Sinau Daur Semarang

Kelompok Sinau Daur, Semarang.

Selain mengilhami lahirnya tulisan-tulisan Tadabbur Daur dari jamaah, Daur Mbah Nun yang saban hari menjumpai para jamaah, mengilhami pula terbentuknya Kelompok Sinau Daur, yakni oleh rekan-rekan penggiat Gambang Syafaat Semarang.

CakNun.com Sebagaimana pada tulisan-tulisan Tadabbur Daur, yang dilakukan Kelompok Sinau Daur ini juga menggali, mendalami, dan memetik ilmu hidup dari Daur Mbah Nun.

Negara Dihimpit Gelembung-Gelembung Kecil

Hiruk pikuk nan ramai nasional yang bermuara pada Pilkada DKI Jakarta terasa menyesakkan sejak enam bulan lalu. Tampilan suasana keterpecahan bangsa menjadi suguhan hari demi hari media sosial ke penjuru tanah air bahkan hingga mencapai diaspora warga Indonesia di mancanegara.

CakNun.com Manusia saat ini menjadi gelembung kecil. Seharusnya manusia adalah gelembung yang lebih besar yang mampu menampung segala macam pilihan dalam kehidupan.

Hentak Gelembung (dari) Kasihan

Kecamatan Kasihan. Bagi telinga yang sehari-harinya lebih akrab dengan bahasa Indonesia, mungkin kata “Kasihan” akan dilekatkan dengan pengertian rasa iba hati, setidaknya menurut aplikasi KBBI Offline yang saya punya seperti itu.

CakNun.com Malam itu, dari Tamantirto, Kasihan, Bantul. Gelembung-gelembung itu menghentak, bermunajat seikhlas-ikhlas hati. Memohon keadilan, hukuman bukan pembalasan dendam.

Pustaka Emha

Khasanah

Tajuk

Mozaik

Wong²an

“Bukan Demokrasi Benar Menusuk Kalbu”

Saya yakin akurasi masalahnya tidak pada apa yang diucapkan oleh Nusron. Apapun yang dia ucapkan, itu akibat. Yang perlu kita temukan adalah sebab-nya. Nusron, juga Ahok, bahkan Presiden dan Pemerintah secara keseluruhan, tidaklah benar-benar ada dan hadir sebagai dirinya sendiri, melainkan merupakan representasi dari semacam sindikasi kekuatan dan niat kekuasaan serta modal sangat besar di belakangnya. Dengan idiom lain: Nusron hanya peluru, bukan bedilnya. Dia hanya mercon, ada tangan yang melemparkan dan membantingnya.

CakNun.com Karena hilir persaingan politik adalah kemenangan dan kekuasaan, bukan kebenaran dan keadilan, maka banyak output sosial demokrasi yang menyakitkan rakyat.

Tadabbur Daur

Mènèk Blimbing

Asepi

Pak Nevi Asisten Pengobatan Cak Nun

Masih dalam jadwal perjalanan memenuhi permintaan masyarakat, sore ini KiaiKanjeng bergerak ke Solo.

CakNun.com Cak Nun mendapuk alias mendaulat Pak Nevi untuk ikut meng-handle sebagian dari orang-orang yang menyodorkan permohanan doa kesembuhan itu.

Seribu Idul Fitri
Untuk Seribu Diri

Pencapaian diri-rakyatmu mungkin adalah ketangguhan untuk tidak terhina oleh pelecehan, tidak menderita oleh penindasan, tidak mati oleh pembunuhan.

CakNun.com Yang hari ini dan yang tahun kemarin sama-sama Idul Fitri, tetapi Idul Fitri yang hari ini bukanlah Idul Fitri yang tahun lalu maupun yang tahun depan.

Simpul Maiyah

Kembali ke Huma Berhati

Cak Dil pada pertengahan bulan Januari ke Bandung dan berdiskusi bersama penggiat memetakan permasalahan sosial dan pertanian yang dialami masyarakat Indonesia.

CakNun.com Jamparing Asih #JAJan mengambil tema "Kembali ke Huma Berhati" yang merupakan kutipan puisi “Apa Ada Angin di Jakarta” karya Umbu Landu Paringgi.

search cart twitter facebook gplus youtube image ornamen-left ornamen-right