Tapi Aku Mencintaimu (1)

Wahai Tuhan aku memohon perlindungan
Atas terancamnya cintaku kepada manusia
Yang berhimpun menjadi sebuah bangsa
Yang Engkau meletakkan hidupku padanya

Wahai Tuhan tak kuasa aku menahan rahasia
Tetapi kalau sampai kubukakan kepada mereka
Aku khawatir mereka akan baku bunuh sesamanya
Atau akan bunuh diri tak kuat menanggungnya

Wahai Tuhan mohon jangan biarkan
Cintaku tergerogoti oleh rasa malas dan bosan
Oleh ketakjuban buruk dan kemarahan
Mohon halangi cintaku dari rasa putus asa

#SGKN201901, 18

Telaga Cahaya

Setiap kali Markesot selesai melantunkan satu ayat, muncul sejumlah anak panah dari seluruh arah, menancap ke badannya. Markesot ambruk. Tak bisa mempertahankan diri. Terkadang telentang, saat lain tengkurap, terjungkal, terjerembab, meringkuk.

#ReformasiNKRI

Tajuk

Fragmen (Pil)Kadal

Fragmen ini disiapkan CNKK untuk acara “Doa Bersama dan Deklarasi Pilkada Damai dalam Rangka PILGUB Jatim Guyub Rukun 2018” di Halaman Kantor KPU Prov. Jatim, 26 Juni 2018, pukul 19.00 WIB.

Maiyahan

Mengingat Kembali Sejarah Salatiga

Rangkaian acara penyambutan mahasiswa baru angkatan 2018/2019 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga dipuncaki dengan acara Sinau Bareng bersama Cak Nun dan KiaiKanjeng (13/08).

Tuhan Maha Lucu

Saya mewakili Penerbit Narasi–dalam undangan juga tertulis sebagai Narasumber–memberi catatan alasan penerbitan buku ini dan sedikit komentar terhadap isinya.

Di TVRI Tidak Ada Putri Yang Tertukar

Kamis 9 Agustus 2018 Masehi, presiden negeri tetangga akhirnya memutuskan siapa yang cocok menjadi pendampingnya untuk maju kembali dalam pencalonan pemilihan capres dan cawapres tahun depan.

Khasanah

Gus Mus

Yang kita kenal ini jelas Gus Mus
Tetapi mustahil hanya itu Gus Mus
Karena Gus Mus bukan hanya itu
Gus Mus pasti lebih dari itu

Tuhan Melanggar HAM

Hari ini berakhir selama bulan Ramadlan tahun ini Tuhan memaksakan kehendak-Nya. Orang-orang beriman dipaksa untuk berpuasa, tidak makan minum serta sejumlah perbuatan lain dari Subuh hingga Maghrib.

Kiai Sudrun Dapat Lailatul Qadar

Seluruh penduduk kampung kami ribut luar biasa, karena tersebar berita bahwa Kiai Sudrun mendapatkan Lailatul Qadar. Rumah gubuk Kiai Sudrun di pojok desa dekat sawah dan bersebelahan dengan sungai, didatangi beramai-ramai.

Kunci Kebahagiaan

Demikian juga peran Miftahus Surur, Cak Mif, di Menturo: Indonesia tak akan punya mata untuk menatapnya. Abad 20-21 adalah peradaban di mana manusia mengenali dan membeli buah di supermarket yang tidak perlu diperhatikan asal usulnya.

Dua Peronda Allah

24 Rajab 1439 Hijriyah atau 10 April 2018 kemarin hatiku terguncang karena Allah nimbali dua kekasih-Nya untuk mutasi menuju penugasan baru. Mas Dan (Danarto) dan Ra Lilur (Kholilur-Rahman).

Pustaka Emha

Emha Ainun Nadjib

Langgar Sumeleh

Kiai Sudrun mendirikan langgar. Semacam masjid kecil. Apa bukan mushalla namanya?

Tampaknya sama saja. Itulah repotnya “bahasa” dan “budaya”.

Makna religiusnya memang sama saja. Masjid itu tempat bersujud. Mushalla itu tempat shalat.

Asepi

Berkelakar Menuju Keutuhan

Kalau nglihat ekspresi, testimoni, dan gejala yang dapat kita temukan dari mereka yakni para jamaah, khususnya anak-anak muda, yang selalu istiqamah hadir, Sinau Bareng atau Maiyahan bersama Cak Nun dan KiaiKanjeng di berbagai tempat terasa jelas sebagai acara yang sisi-sisinya sangat banyak.

Kosmopolitanisme Ke (Dan Di) Dalam

Hari ini tadi saya menikmati sarapan pagi di sebuah hotel. Seorang sedulur yang juga “aktivis” Maiyah mengajak bersua. Dia sedang berada di Yogya untuk suatu keperluan keluarga. Sehari-hari sedulur kita ini bekerja sebagai pilot senior di sebuah maskapai internasional berdomisili di Malaysia.

Pengajian Kok Workshop

Sewaktu masih kecil, saya sering ikut Ayah menghadiri pengajian-pengajian (bukan liqa’). Biasanya memang kegiatan ini diselenggarakan pada momentum-momentum khusus seperti Maulid Nabi, Isra’ dan Mikraj, Tahun Baru 1 Muharram, dan Nuzulul Qur`an, yang lazim disingkat PHBI (Peringatan Hari Besar Islam).

Berkeluasan Itu Mainstream

Sebuah hipotesis pernah dilontarkan Mbah Nun: gejala-gejala kesempitan itu tidak akan pernah benar-benar menjadi mainstream. Ibarat ikan, sebenarnya orang tak akan pernah betah dan kerasan menghuni kolam yang sempit. Orang yang sekarang terjangkiti kesempitan nanti akan ngguyu-ngguyu sendiri.

Manusia-Manusia Ketuhanan

Dalam perapektif itulah, kita melihat bagaimana Sinau Bareng yang dipandu Mbah Nun membuka kesempatan yang luas buat jamaah sebagai agency ketuhanan mengekspresikan diri.

FotoMozaik

Mènèk Blimbing

The Customized Thoriqoh

Perhatikanlah bangunan-bangunan di sekeliling kita. Satu sama lain di antara bangunan yang berdiri itu berbeda. Each building is unique. Lebih dari bangunan, pun begitu dengan manusia, tiap-tiapnya adalah unik.

Ilmu personality memetakan manusia ke dalam begitu berkeragamannya varietas manusia itu.

Tadabbur Daur

Ahmad Syaiful Basri

Monthang-Manthing

Sebagai generasi millenial, sering kali saya mengalami kebingungan tanpa ada ujungnya. Kita ini bangsa yang dahsyat sekarang menjadi terperdaya. Memang benar kita ini kumpulan manusia-manusia yang multitalent tapi sekarang serabutan mengerjakan hal-hal yang tak sesuai dengan kemampuan kita.

Video

Simpul Maiyah

Sufipreneurship Ekasila

Apa yang disampaikan oleh Mbah Nun bahwa beliau ingin melihat apakah benih–benih Maiyah yang telah disebar selama ini akan menjadi tumbuh berkembang atau malah membusuk dan mati perlu segera disikapi, diinternalisasikan dengan baik oleh masing–masing jamaah.

Desa Purwa

Ada romantisme yang lucu ketika mendengar ungkapan “Gemah ripah loh jinawi, toto tentrem kerto raharjo” atau dalam istilah di kitab suci “Baldatun Toyyibatun”.