#Sengkuni2019 | Teater Perdikan, TBY, Januari 2019

Cuaca Maiyah Gembira

Dalam jangka permainan panjang, yang dicari orang di seluruh dunia, dari manapun sejak adam, adalah hidup bahagia. Semua orang mencari bahagia dengan versinya sendiri-sendiri.

Cuaca sederhana yang diupayakan Maiyah adalah dengan menjadi orang gembira dan membuat orang gembira dengan keberadaan kita. Karena pada cuaca yang gembira, orang akan tumbuh sesuai dengan potensi terbaiknya.

Sabrang Mowo Damar Panuluh

Telaga Cahaya

Setiap kali Markesot selesai melantunkan satu ayat, muncul sejumlah anak panah dari seluruh arah, menancap ke badannya. Markesot ambruk. Tak bisa mempertahankan diri. Terkadang telentang, saat lain tengkurap, terjungkal, terjerembab, meringkuk.

>

#ReformasiNKRI

Tajuk

Maiyahan

Maiyah Ruang Awam Mencari Ulama, Bukan Emha Mania!

Urgensi Menjadi Ruang

Baik dari para master Zen, penyair-penyair sufi Persia kuno, hingga yang modern-modern semacam Tagore sampai Deepak Chopra, ajaran tentang “ruang di dalam cangkir” sudah sering terdengar.

Biarkan Kami Berkreasi

Orang-orang masih terus mengalir tatkala Cak Nun sudah berada di panggung, memegang mic, dan memulai Sinau Bareng.

Khasanah

Gus Mus

Yang kita kenal ini jelas Gus Mus
Tetapi mustahil hanya itu Gus Mus
Karena Gus Mus bukan hanya itu
Gus Mus pasti lebih dari itu

Tuhan Melanggar HAM

Hari ini berakhir selama bulan Ramadlan tahun ini Tuhan memaksakan kehendak-Nya. Orang-orang beriman dipaksa untuk berpuasa, tidak makan minum serta sejumlah perbuatan lain dari Subuh hingga Maghrib.

Pustaka Emha

Emha Ainun Nadjib

Qurban dan Korban, Lain Dong!

“Bahasa membawa budaya!” kata orang.

Lebih dari itu. Bahasa membawa iman. Kata membawa aqidah. Kata memuat konsep dan pengertian keilahian. Umpamanya kata ummat, itu lebih dari sekadar a community

Asepi

Berkelakar Menuju Keutuhan

Kalau nglihat ekspresi, testimoni, dan gejala yang dapat kita temukan dari mereka yakni para jamaah, khususnya anak-anak muda, yang selalu istiqamah hadir, Sinau Bareng atau Maiyahan bersama Cak Nun dan KiaiKanjeng di berbagai tempat terasa jelas sebagai acara yang sisi-sisinya sangat banyak.

Kosmopolitanisme Ke (Dan Di) Dalam

Hari ini tadi saya menikmati sarapan pagi di sebuah hotel. Seorang sedulur yang juga “aktivis” Maiyah mengajak bersua. Dia sedang berada di Yogya untuk suatu keperluan keluarga. Sehari-hari sedulur kita ini bekerja sebagai pilot senior di sebuah maskapai internasional berdomisili di Malaysia.

Pengajian Kok Workshop

Sewaktu masih kecil, saya sering ikut Ayah menghadiri pengajian-pengajian (bukan liqa’). Biasanya memang kegiatan ini diselenggarakan pada momentum-momentum khusus seperti Maulid Nabi, Isra’ dan Mikraj, Tahun Baru 1 Muharram, dan Nuzulul Qur`an, yang lazim disingkat PHBI (Peringatan Hari Besar Islam).

Manusia-Manusia Ketuhanan

Dalam perapektif itulah, kita melihat bagaimana Sinau Bareng yang dipandu Mbah Nun membuka kesempatan yang luas buat jamaah sebagai agency ketuhanan mengekspresikan diri.

FotoMozaik

Bersama Prof. Dr. Arief Budiman

Cak Nun bicara lantang di Gedung Pengadilan bahwa, “Mestinya yang ditangkap itu bukan Isti tapi dedengkotnya, yakni Arif Budiman dan Emha Ainun Nadjib.”

Mènèk Blimbing

Telek Lincung and the Danger of a Single Story

Karena waktu sudah mepet dan saking terburu-burunya keluar rumah untuk mengejar kereta Argo Wilis sore Jogja-Surabaya demi bisa mengikuti Maiyahan Bangbang Wetan Agustus yang temanya sangat antropologis, Ruwat, saya terpaksa harus mengalami kejadian tidak mengenakkan.

Infografis

Tadabbur Daur

Ahmad Syaiful Basri

Monthang-Manthing

Sebagai generasi millenial, sering kali saya mengalami kebingungan tanpa ada ujungnya. Kita ini bangsa yang dahsyat sekarang menjadi terperdaya. Memang benar kita ini kumpulan manusia-manusia yang multitalent tapi sekarang serabutan mengerjakan hal-hal yang tak sesuai dengan kemampuan kita.

Video

Simpul Maiyah

Apus-apuse Zaman

“Orang yang terlambat menghentikan tradisi bohong kepada diri sendiri, akan harus mempertahakankannya dengan bohong kepada yang lain.” –Tetes caknun.com

Kebohongan (Apus-apus dalam bahasa Jawa) yang diulang dan terus diulang akan dipercaya sebagai kebenaran. 

Indoautonesia

Dalam sebuah penerbangan, atau bisa juga pelayaran, penumpang tidak bisa mengetahui secara tepat dan pasti kapan pesawat atau kapal yang ditumpangi sedang dalam mode autopilot.