Diizinkan

Naluri dasar manusia adalah expansion (bertambah gede). Ketika melakukan sesuatu lalu bosan, itu karena adanya naluri expansion. Yang membuat tidak excited (bersemangat) karena kita lupa pada kehormatan, yaitu bahwa segala sesuatu terjadi karena diizinkan. Diizinkan oleh yang maha.

Kamu berpikir karena kamu masih diizinkan berpikir. Kamu memilih karena diizinkan memilih. Ketika semua itu hilang, pusingmu hilang tetapi kehormatanmu juga hilang. Sesuatu yang baru itu urusan momentum. Momentum diizinkan-Nya sesuatu yang baru untuk terjadi.

Sabrang Mowo Damar Panuluh

Telaga Cahaya

Setiap kali Markesot selesai melantunkan satu ayat, muncul sejumlah anak panah dari seluruh arah, menancap ke badannya. Markesot ambruk. Tak bisa mempertahankan diri. Terkadang telentang, saat lain tengkurap, terjungkal, terjerembab, meringkuk.

>

#ReformasiNKRI

Tajuk

Kedangkalan Jurnalisme

Pada gelaran Sinau Bareng Cak Nun dan KiaiKanjeng di Glagah, Lamongan, hari Rabu tanggal 5 September 2018 M, bahasan yang tampaknya paling besar takarannya untuk dielaborasi berkutat pada soal keberorganisasian.

Maiyahan

Berbarengan Mengurai Zat-zat Adiktif di Berbagai Bidang

Waspada Khamr di Politik Nasional dan Medsos

Mendekati penghujung acara, Kiai Muzammil sempat menyampaikan pembabaran dalam teknis bahasa bahwa yang disebut “khamr” dalam Al-Qur`an adalah segala yang sifatnya membuat mabuk dan membikin kita nagih, tercandu alias adiktif.

Mau Senang? Tak Perlu Ngebon dari Luar

Memungkasi catatan Sinau Bareng bersama BNNP DIY ini, dua hal hendak saya sampaikan di sini sekalian saya maksudkan untuk mengatakan bahwa cukup banyak muatan dan perspektif dikemukakan Cak Nun dalam Sinau Bareng babun narkoba ini.

Pakai Narkoba? Maaf, Itu Bodoh

Merupakan metode khas dalam berpikir yang dilatihkan Cak Nun kepada segenap jamaah bahwa tatkala membahas satu gejala hendaknya tidak lupa bahwa gejala yang sama bisa saja diketemukan berlangsung pada wilayah-wilayah lain.

Khasanah

Gus Mus

Yang kita kenal ini jelas Gus Mus
Tetapi mustahil hanya itu Gus Mus
Karena Gus Mus bukan hanya itu
Gus Mus pasti lebih dari itu

Tuhan Melanggar HAM

Hari ini berakhir selama bulan Ramadlan tahun ini Tuhan memaksakan kehendak-Nya. Orang-orang beriman dipaksa untuk berpuasa, tidak makan minum serta sejumlah perbuatan lain dari Subuh hingga Maghrib.

Pustaka Emha

Emha Ainun Nadjib

Qurban dan Korban, Lain Dong!

“Bahasa membawa budaya!” kata orang.

Lebih dari itu. Bahasa membawa iman. Kata membawa aqidah. Kata memuat konsep dan pengertian keilahian. Umpamanya kata ummat, itu lebih dari sekadar a community

Asepi

Berkelakar Menuju Keutuhan

Kalau nglihat ekspresi, testimoni, dan gejala yang dapat kita temukan dari mereka yakni para jamaah, khususnya anak-anak muda, yang selalu istiqamah hadir, Sinau Bareng atau Maiyahan bersama Cak Nun dan KiaiKanjeng di berbagai tempat terasa jelas sebagai acara yang sisi-sisinya sangat banyak.

Kosmopolitanisme Ke (Dan Di) Dalam

Hari ini tadi saya menikmati sarapan pagi di sebuah hotel. Seorang sedulur yang juga “aktivis” Maiyah mengajak bersua. Dia sedang berada di Yogya untuk suatu keperluan keluarga. Sehari-hari sedulur kita ini bekerja sebagai pilot senior di sebuah maskapai internasional berdomisili di Malaysia.

Pengajian Kok Workshop

Sewaktu masih kecil, saya sering ikut Ayah menghadiri pengajian-pengajian (bukan liqa’). Biasanya memang kegiatan ini diselenggarakan pada momentum-momentum khusus seperti Maulid Nabi, Isra’ dan Mikraj, Tahun Baru 1 Muharram, dan Nuzulul Qur`an, yang lazim disingkat PHBI (Peringatan Hari Besar Islam).

Manusia-Manusia Ketuhanan

Dalam perapektif itulah, kita melihat bagaimana Sinau Bareng yang dipandu Mbah Nun membuka kesempatan yang luas buat jamaah sebagai agency ketuhanan mengekspresikan diri.

FotoMozaik

Generasi Baru Haji

Sinau Bareng Cak Nun dan KiaiKanjeng dalam rangka Syukur dan Istiqomah warga Perum Villa Jasmine 3 Sidoarjo. Ikuti liputannya di link ini.

Mènèk Blimbing

Telek Lincung and the Danger of a Single Story

Karena waktu sudah mepet dan saking terburu-burunya keluar rumah untuk mengejar kereta Argo Wilis sore Jogja-Surabaya demi bisa mengikuti Maiyahan Bangbang Wetan Agustus yang temanya sangat antropologis, Ruwat, saya terpaksa harus mengalami kejadian tidak mengenakkan.

Infografis

Tadabbur Daur

Ahmad Syaiful Basri

Monthang-Manthing

Sebagai generasi millenial, sering kali saya mengalami kebingungan tanpa ada ujungnya. Kita ini bangsa yang dahsyat sekarang menjadi terperdaya. Memang benar kita ini kumpulan manusia-manusia yang multitalent tapi sekarang serabutan mengerjakan hal-hal yang tak sesuai dengan kemampuan kita.

Video

Simpul Maiyah

Ngadu Mongso

Waktu terus berlalu, hari berganti minggu, minggu berganti bulan, bulan berganti tahun semua berlalu dengan cepatnya tak sedetik pun mau menunggu.

Apus-apuse Zaman

“Orang yang terlambat menghentikan tradisi bohong kepada diri sendiri, akan harus mempertahakankannya dengan bohong kepada yang lain.” –Tetes caknun.com

Kebohongan (Apus-apus dalam bahasa Jawa) yang diulang dan terus diulang akan dipercaya sebagai kebenaran. 

Indoautonesia

Dalam sebuah penerbangan, atau bisa juga pelayaran, penumpang tidak bisa mengetahui secara tepat dan pasti kapan pesawat atau kapal yang ditumpangi sedang dalam mode autopilot.