Pralaya

Bukan rahasia bahwa Indonesia sejak masa pertengahan Orde Baru sampai sekarang mengalami pralaya: politik, ekonomi, semangat kebangsaan luntur, moral publik merosot, boleh dikata tidak punya malu, harga diri runtuh, terjebak kepicikan agama dan etnis, merebak demokrasi prosedural dengan ekspresi gaya preman, kedaulatan pangan hancur, pendidikan remuk redam, marak proyek rente ekonomi, kesehatan jeblok jadi bagian pasar pabrik obat, hukum kehilangan wibawa serta penuh dengan penegak yang menjadi koruptor, maling, perampok.

Ini semua akibat dari pilihan politik ekonomi yang menjilat “penjajah korporasi lintas negara”

Kiai ToHar

Tajuk

Maiyahan

Akik Berlafadh Allah di Freemantle Market

Rekan kita Mas Wahyu SS melaporkan, setelah mengunjungi Madrasah Darul Ma’arif sabtu siang ini dan sebelum Sinau Bareng di Bentley Community Centre, Mbah Nun dan Ibu Novia Kolopoking diajak berjalan-jalan di Freemantle Market untuk cari oleh-oleh.

Khasanah

Gus Mus

Yang kita kenal ini jelas Gus Mus
Tetapi mustahil hanya itu Gus Mus
Karena Gus Mus bukan hanya itu
Gus Mus pasti lebih dari itu

Tuhan Melanggar HAM

Hari ini berakhir selama bulan Ramadlan tahun ini Tuhan memaksakan kehendak-Nya. Orang-orang beriman dipaksa untuk berpuasa, tidak makan minum serta sejumlah perbuatan lain dari Subuh hingga Maghrib.

Pustaka Emha

Asepi

Berkelakar Menuju Keutuhan

Kalau nglihat ekspresi, testimoni, dan gejala yang dapat kita temukan dari mereka yakni para jamaah, khususnya anak-anak muda, yang selalu istiqamah hadir, Sinau Bareng atau Maiyahan bersama Cak Nun dan KiaiKanjeng di berbagai tempat terasa jelas sebagai acara yang sisi-sisinya sangat banyak.

Manusia-Manusia Ketuhanan

Dalam perapektif itulah, kita melihat bagaimana Sinau Bareng yang dipandu Mbah Nun membuka kesempatan yang luas buat jamaah sebagai agency ketuhanan mengekspresikan diri.

FotoMozaik

Cak Nun di Bumi Lancang Kuning

Perbanyaklah saling penerimaan. Penerimaan yang tulus. Yang demikian itu kalau bisa kita usahakan sebagai jalan hidup yang mesti dilakoni sepanjang hayat, sepanjang sabil yang kita tempuh untuk menuju-Nya kembali.

Mènèk Blimbing

Tadabbur Daur

Video

Simpul Maiyah

Nyambung Salah

Banyak orang yang tidak peka terhadap sesuatu yang tidak benar, sekarang sudah kebal terhadap kebatilan, seolah-olah tempat berdiri kita adalah kebatilan.

Linglung

Wahai pengasuh kami semua, tidak ada satu pun segala sesuatu yang sudah Kau takdirkan dimuka bumi ini adalah suatu hal yang sia sia.