Indra Agusta

Merenungi Gelisah, Menelisik Telaga

Bergumam sang jalma menapaki bebatuan padas, keluh kesalnya mengorek luka-luka bangsanya. Sembari merebah di bawah pohon rindang dan dituliskannya dalam secarik lontar sebuah esai berbumbu geram: “Mengalami berbagai hal pelik tentu merupakan sebuah kewajaranku, bagi seorang jalma.