CakNun.com

Kekasih, Dengar, Dengar

Cahaya Maha Cahaya: Kumpulan Sajak, 1991

Kekasih, dengar, dengar cemasku, sehabis puas mencapai, sehabis makan minum hari, sehabis senggama nyeri, sehabis mengaji, selalu tersisa sepi

Kekasih, beribu tahun meringkus ruang, mengembarai waktu, menguntiti ilmu, bersujud gemetar, memanggang diri di sepenuh rahasia

Selalu, kekasih, selalu saja akhirnya tersisa sepi di wilayah asing jiwaku, di tak terbatas semesta, sunyi hampa, menusuk-nusuk dari kedalaman sukma

Semacam derita yang kekal, derita yang kekal, kau pasang di urat-urat, sampai menggeletar, kau pendam di jantung, mengetuk, menghantam, menghunjam

Akan engkau jelaskankah sesekali, kekasih? Derita menghidupi kehidupan, derita yang senantiasa minta di sertakan, sunyi ucapan, gagu tindakan

Derita yang pendiam, bagai seonggok tubuh meringkuk di pojok sepi kamar batinku, derita menatapku tanpa berkedip, selamanya, kekasih, tanpa berkedip

1986

Lainnya

14

14

Tuhanku
kapan jiwaku bisa tangguh seperti kebisuan-Mu,
hingga mau nangis atau tertawa, mau bersedih...

Tuhan Kukuhkan Pundaknya

Tuhan Kukuhkan Pundaknya

tuhan kukuhkan pundaknya, kawanku memanggul dunia ini seluruhnya, apa tak retak ia

38

38

94

94