Upaya Keluar Dari Belenggu

Syeikh Kamba telah menguraikan di Tajuk sebelumnya, (5) lima dasar jalan kenabian; independensi, penyucian jiwa, kearifan dan kebijaksanaan, amanah, kejujuran dan tanggung jawab, dan cinta kasih.

Saya hendak mengambil salah satu poin dasar jalan kenabian yakni independensi yang menurut Syeikh Kamba adalah kedaulatan diri melalui pengembangan potensi-potensi intelektual, psikis (kejiwaan), dan spiritual.

Dalam Al-Qur`an, Allah tak henti-hentinya mengajak umat menusia menggunakan seluruh potensi yang dianugerahkan kepadanya agar mampu berpikir bebas dan merdeka demi mewujudkan tanggung jawab personalnya. Ini mengantarkan kepada peningkatan keyakinan dari taraf informatif (ilmul yaqin) menjadi keyakinan faktual (haqqul yaqin).

Apa yang terjadi dengan dasar independensi yang telah diamanatkan Allah kepada umat manusia? Yang terjadi kini adalah degradasi luar biasa disebabkan oleh belenggu yang tercipta dari perilaku dua institusi yang bernama “negara” dan “agama”. Memang tidak mudah dan tidak sederhana untuk mengupas terjadinya belenggu yang dialami manusia ini. Harus didekati dengan kecerdasan, kekritisan, kejujuran, serta hati dan kepala dingin. Sebaiknya menjadi tema-tema diskusi intensif dalam kelompok terbatas. Sebab tidak memungkinkan dan tidak tepat juga diuraikan di sini.

Silang sengkarut dalam kehidupan bernegara dan beragama yang kita saksikan serta kita alami sampai saat ini, tentunya ada kaitan erat dengan independensi ini. Dengan kata lain, urusan independensi menjadi hal mendasar yang penting bagi kita untuk belajar kembali. Namun demikian sebenarnya independensi ini bukanlah pelajaran baru, dan kita, orang-orang Maiyah, telah belajar dan berupaya untuk keluar dari “belenggu” tersebut.

Nitiprayan, 12 Oktober 2019

Buku Cak Nun