Gladi Resik Kelahiran

Setelah malam sebelumnya Mbah Nun dan KiaiKanjeng menyapa warga Malang dalam Sinau Bareng, Tadi malam Mbah Nun sudah membersamai proses menuju KELAHIRAN yang akan dipentaskan di Societet Taman Budaya Yogyakarta, nanti malam 22 April 2018.

Keberadaan Mbah Nun di tempat berlangsungnya latihan terakhir dan gladi bersih tampaknya membawa energi dan penyegaran bagi para pemain. Bagi banyak seniman panggung, sehari sebelum pentas adalah waktu yang paling melelahkan. Di saat-saat seperti inilah tim sangat membutuhkan dukungan dari sosok sesepuh mereka, Mbah Nun memberi dukungan yang total. Di sini, Mbah Nun bisa dibilang menjadi bidan dari “KELAHIRAN” nanti malam.

“KELAHIRAN” menggambarkan pergolakan batin manusia sendiri. Keriangan dan kebahagiaan kelahiran, namun juga perang yang terus terjadi selama “KELAHIRAN”. Manusia tidak pernah berhenti mengalami “KELAHIRAN” setiap dialog dalam “KELAHIRAN”  mengajak kita untuk menyelami “KELAHIRAN” kita sendiri. Ini adalah proses menuju “KELAHIRAN” dan dari kelahiran hingga pada keabadian.

Siang ini (22/04), diskusi budaya mengenai pementasan ini akan digelar di Rumah Maiyah, bersama beberapa pembicara dan tentu bersama Mbah Nun sendiri. (MZ Fadil)

Buku Cak Nun