Coach Indra Kenalkan Timnas U-19

Kalian bukan generasi penerus. Kalian adalah generasi baru. Kalian adalah Indonesia baru.
Kalian bukan generasi penerus. Kalian adalah generasi baru. Kalian adalah Indonesia baru.

Seperti sudah sempat kami kabarkan, malam ini pelatih Indra Sjafri sudah hadir di Mocopat Syafaat bersama seluruh pemain dan official Timnas U-19. Jamaah sendiri sudah memadati lokasi sejak usai isya’. Malam ini Mocopat Syafaat kedatangan banyak “tamu”. Selain pasukan Timnas U-19, ada Pak Tanto Mendut Komunitas Lima Gunung bersama “Centini Gunung”, juga Jay F. Arms musisi dan peneliti gamelan dari Amerika.

Semua tamu itu tidak dirancang sejak awal untuk ketemu bersama di sini, melainkan ditakdirkan Allah buat bertemu, sedang mereka berbeda jauh latar belakangnya. Kesemuanya menjelma  mozaik dan panorama yang indah di Mocopat Syafaat. Cak Nun sejenak menyapa Mas Jay sebelum mempersilakan Pak Tanto dan Coach Indra memperkenalkan pasukannya.

Kedatangan Timnas U-19 yang membelah padat jamaah menjadi perhatian tersendiri. Mereka kemudian duduk di depan teras rumah tak jauh dari panggung. Sementara itu, Pak Indra dan dua pelatih langsung maju ke panggung dan disambut Cak Nun.

“Sepakbola tak cukup dengan dengkul, tapi harus dilakukan oleh orang yang cerdas dan ditopang oleh iman dan takwa yang tinggi. Tadi Cak Nun sudah mendoakan kami di Hotel UNY. Kami mohon teman-teman Maiyah menyalurkan doa buat kami sehingga kami bisa berhasil,” kata Pak Indra Sjafri.

Coach Indra juga menceritakan proses terbentuknya timnas U-19 yang terdiri 28 orang ini. Mereka berasal dari Sabang sampai Merauke dan beragam latar belakang agamanya. Mereka baru dibentuk sejak bulan Maret tahun ini. Dari diskusi Coach Indra dengan tim pelatih lainnya, Coach Indra menemukan bahwa hanya dalam empat bulan dilatih, mereka sudah sama dengan tiga tahun pembesutan tim sebelumnya yakni Evan Dimas dkk. Artinya Timnas U-19 yang sekarang ini kualitasnya dahsyat.

Baru dua bulan dilatih, mereka sudah berani ikut turnamen di Perancis dan membuat orang di sana yang berpendapat bahwa sepakbola Indonesia tertinggal dua puluh tahun dari Brazil dll harus berpikir kembali sebab kenyataannya tidak demikian. Pada kesempatan Mocopat Syafaat ini, Coach Indra meminta satu per satu pemain dan official memperkenalkan diri kepada seluruh Jamaah Maiyah.

Anak-anak tunas muda timnas U-19 ini duduk lesehan dengan mengenakan jaket hijau menyatu dengan jamaah. Untuk kali pertama mereka datang ke Mocopat Syafaat ini. Cak Nun menegaskan, “Anak-anakku semua timnas U-19, kalian bukan generasi penerus. Kalian adalah generasi baru sama sekali. Anda didatangkan oleh Allah. Kalian tidak meneruskan yang ada. Kalian adalah Indonesia baru. Sama seperti teman-teman kalian jamaah Maiyah ini yang datang dan ada di berbagai daerah. Mereka adalah generasi baru.”

Mereka menikmati suasana Mocopat Syaafat terutama saat menikmati persembahan dari Komunitas Lima Gunung dan Centini Gunung. Dan selepas itu, mereka mendapatkan persembahan istimewa dari Letto yaitu lagu Hati Garuda. Lagu yang sudah menjadi milik mereka. Mendengar Cak Nun mempersilakan Mas Sabrang bawakan lagu ini, kontan anak-anak U-19 ini berdiri semua ikut bernyanyi. Lagu ini kemudian dipuncaki dengan Pakde-Pakde KiaiKanjeng membawakan Hati Matahari. Mereka berdiri menyaksikan KiaiKanjeng dan segala warna-warni keindahan yang berlangsung. Cak Nun amat mencintai mereka, dan malam ini mereka mendapatkan ungkapan cinta itu di Mocopat Syafaat ini.

search cart twitter facebook gplus whatsapp youtube image