Masyarakat Dusun Krapyak Wedomartani Ngemplak Sleman yang mayoritas warga Nahdliyin memadati Balai Dusun Krapyak untuk Sinau Bareng Cak Nun dan KiaiKanjeng. Turut hadir pula Kapolda DIY Brigjen Ahmad Dhofiri.
Masyarakat Dusun Krapyak Wedomartani Ngemplak Sleman yang mayoritas warga Nahdliyin memadati Balai Dusun Krapyak untuk Sinau Bareng Cak Nun dan KiaiKanjeng. Turut hadir pula Kapolda DIY Brigjen Ahmad Dhofiri.

“Kadang-kadang sesuatu itu kita samakan, tetapi kadang perlu kita bedakan. Gunanya ilmu adalah untuk membedakan. Kadang kita perlu tahu bedanya sesuatu itu apa. Kadang lebih penting lagi adalah menemukan persamaannya apa. Apa tepat umpamanya Pancasila dipertentangkan dengan Islam. Jangan jadi orang pandai atau alim tapi tidak bijaksana. Malam ini kita belajar mencari kebijaksanaan.”

Setelah sebelumnya hadir di Alun-alun Purwokerto, malam ini Cak Nun dan KiaiKanjeng berada di balai dusun Krapyak Wedomartani Ngemplak Sleman untuk Sinau Bareng bersama masyarakat setempat dan sekitarnya maupun yang datang dari berbagai tempat lainnya. Sinau Bareng ini dihadiri pula oleh Pak Kapolda DIY Brigjen Ahmad Dhofiri, Hafidh Asrom anggota DPD RI, para tokoh pemerintahan Wedomartani, dan para kiai.

Acara diselenggarakan oleh KKPPK (Kelompok Kerja Pemuda Pemudi Krapyak RW 54) yang sedang berulang tahun ke-31. Masyarakat yang hadir mayoritas adalah Nahdliyyin. Tuan rumah ini pun, KH Agus Masyhuri, adalah pengasuh Pondok Pesantren Al-Muhdi yang lokasinya terletak di tengah-tengah dusun Krapyak ini. Serangkai dengan Sinau Bareng ini selama sepuluh hari, KKPPK menggelar berbagai pentas budaya. Dari ketoprak, tari Badui, hingga rodatan.

Cak Nun sangat mengapresiasi, dan meminta beberapa bapak-bapak Rodatan dan Tari Badui buat tampil di depan dan berkolaborasi dengan KiaiKanjeng.

Dalam suasana yang guyub, akrab, dan gayeng, Cak Nun memulai Sinau Bareng ini dengan ikatan rasa persaudaraan yang amat rekat. Berjalan dari rumah transit menuju panggung, masyarakat menyapa Cak Nun dan merasa senang dengan kehadiran Cak Nun. Sejalan dengan itu saat telah berada di depan masyarakat yang memadati halaman Balai Dusun Krapyak ini, Cak Nun memberikan dasar sikap hidup yakni pentingnya bersikap bijaksana, di samping pentingnya ilmu juga.

Sinau Bareng Masyarakat Dusun Krapyak