Ilmu Khidlir: untuk menempuh masa depan, kita harus belajar kepada masa silam.
Ilmu Khidlir: untuk menempuh masa depan, kita harus belajar kepada masa silam.

Mbah Nun mengajak jamaah belajar kepada rakyat bersama Ibu Via san KiaiKanjeng melalui lagu “Gundhul Pacul” sebagai pengingat bahwa sebagai pemimpin harus senantiasa “nyunggi wakul” amanat rakyat. Jika menjadi pemimpin agar tidak gembelengan karena letak kesejahteraan rakyat yang dijunjung tinggi. Karena bila tetap gembelengan akhirnya wakul kesejahteraan itu jatuh dan tumpah.

Mbah Nun mengajak jamaah belajar bersama dengan nuansa kebahagiaan. Dalam nuansa kebahagiaan dan terus diajak berpikir, ditambah keikhlasan jamaah sinau bareng, sehingga meskipun lapangan becek dan udara yang dingin mereka tetap menyimak hingga tuntas. Yang penting dalam setiap belajar pikiran harus selalu merdeka tapi hati juga tetap dijaga kesuciannya.

Dalam mempelajari pentingnya keraton sebagai khazanah masa silam, Mbah Nun menjelaskan tentang metode belajar ketika Musa belajar kepada Khidzir. Ini ilmu waktu. Siklusnya masa kini-masa depan-masa silam begitu berputar seterusnya. (DWK/JJ)

Belajar kepada Rakyat