Menemukan Keindahan dalam Keberagaman

Malam ini berlangsung Sinau Bareng Cak Nun dan KiaiKanjeng dalam rangka peringatan Dies Natalis ke-8 FIB UB. Bapak-bapak Kiai Kanjeng membawakan lagu-lagu anak-anak dari berbagai daerah.
Malam ini berlangsung Sinau Bareng Cak Nun dan KiaiKanjeng dalam rangka peringatan Dies Natalis ke-8 FIB UB. Bapak-bapak Kiai Kanjeng membawakan lagu-lagu anak-anak dari berbagai daerah.

Disambut tawa sumringah para hadirin dan jamaah, bapak-bapak KiaiKanjeng secara bergantian menyanyikan lagu anak-anak dari berbagai daerah mereka masing-masing. Tentu saja lagu-lagunya pun beraneka. Ditambah mereka juga berbeda generasi. Sehingga bertambahlah keberagaman lagu kenang-kenangan mereka semasa kanak-kanak tersebut.

Kebanyakan lagu anak-anak tersebut berbahasa Jawa. Secara khusus, Bu Via mempersembahkan lagu anak-anak berbahasa Indonesia kepada mereka yang berasal dari luar jawa. Mengingat Bu Via memang sewaktu kecil tinggal di Jakarta.

Tanpa disengaja, apa yang dilakukan oleh bapak-bapak KiaiKanjeng tersebut sesuai dengan tema malam ini. Keberagaman, persatuan, dan nilai-nilai kebangsaan.

Lebih lanjut, bapak-bapak KiaiKanjeng juga mempraktekkan sebuah permainan tradisional yang mengajarkan pentingnya persatuan. Hal ini senada dengan yang disampaikan Mbah Nun, bahwa kita harus mencari tahu sebanyak-banyaknya cara untuk memanejemen multikulturalisme. Dan seketika jamaah dibawa menyelami kembali masa-masa kanak-kanak yang penuh keceriaan dan kebahagiaan. Sembari sedikit-sedikit belajar menangkap pesan yang disampaikan dari keberagaman lagu dan permainan tradisional tersebut.

search cart twitter facebook gplus whatsapp youtube image