Kami Arema, Sinau Bareng

Dipimpin salah satu perwakilan Aremania, jamaah menyanyikan Salam Satu Jiwa diiringi KiaiKanjeng di awal Sinau Bareng.
Dipimpin salah satu perwakilan Aremania, jamaah menyanyikan Salam Satu Jiwa diiringi KiaiKanjeng di awal Sinau Bareng.

Malam ini adalah malam keempat dalam rangkaian empat hari Maiyahan. Dimulai jumat malam, Cak Nun dan KiaiKanjeng hadir berturut-turut di Surabaya, Karanganyar, Pare, dan malam ini di Malang. Yang berhajat kali ini adalah supporter Arema di Kabupaten Malang.

Mengambil lokasi di Stadion Tumpang, Maiyahan digelar sejak pukul 20.30. Hanya beberapa puluh orang jamaah hadir lebih dulu sejak lepas magrib menyaksikan pakde-pakde KiaiKanjeng checksound sampai selesai ketika adzan isya terdengar. Namun saat Cak Nun memasuki stadion, tampak lapangan telah penuh masyarakat. Dan sebuah nomor Grahadi dibawakan KiaiKanjeng disambung Shalawat Badar mengiringi Cak Nun menuju panggung.

Suhu udara dataran tinggi Malang yang dingin menyelimuti jamaah dihangatkan Cak Nun dengan mengajak Aremania menyanyikan Salam Satu Jiwa. Perwakilan supporter Arema diminta maju memimpin. “Jangan cepat-cepat,” begitu Mbah Nun mengingatkan saat perwakilan itu langsung mengajak jamaah menyanyi.

Kemudian Cak Nun memandu sejenak dengan menyingkronkan nada agar bisa diiringi KiaiKanjeng. Juga mengatur tempo lagunya. Semua harus ada iramanya. Begitu kurang lebih Cak Nun mengajak Aremania belajar bersama. Seperti halnya transformasi, tema sinau bareng malam ini. Bahwa ada step-step yang terkadang harus dilalui, sebagai irama dari proses yang alami.

Setelah nada disepakati, jamaah menyanyi, dimulai dengan tempo lambat. Kemudian diulang dalam tempo sedang, dan terakhir dengan tempo cepat yang menghentak.

Kami Arema // Salam satu jiwa // Di Indonesia // Yang selalu ada // Selalu Bersama // Untuk kemenangan // Kami Arema

search cart twitter facebook gplus whatsapp youtube image