Memasuki Kompleksitas dengan Trust

Silatnas Penggiat Maiyah 2019 di Semarang hari ini memasuki pelaksanaan hari kedua. Setelah sesi awal dimulai malam tadi, pada hari kedua ini semenjak pagi para penggiat berdiskusi mengenai berbagai hal menyangkut dinamika di dalam petumbuhan organisme Maiyah.

Siang tadi (7/12) tak disangka tiba-tiba Mbah Nun hadir di lokasi Silatnas Penggiat Maiyah tepat usai istirahat siang, dan Mbah Nun langsung masuk ke ruangan pertemuan yang memang sesaat lagi akan dimulai, juga menyapa penggiat Maiyah yang hadir dari berbagai kota, yang selesai bersantap siang. Ini di luar rencana Koordinator Simpul dan Panitia. Memang sejak agenda ini dibuat, tak direncanakan Marja’ Maiyah hadir pada Silatnas kali ini. Tentu kehadiran Mbah Nun yang mendadak ini, membuat para penggiat terkejut dan bersyukur bahwa Mbah Nun bisa menemani pada sesi Silatnas siang hari tadi. Mbah Nun hadir di lokasi Silatnas untuk memberikan bekal-bekal bagi perwakilan penggiat Simpul Maiyah se-Nusantara dan luar negeri.

Bekal-bekal dari Mbah Nun cukup padat kepada peserta Silatnas Penggiat Maiyah 2019. Paparan Mbah Nun melengkapi dan menajamkan penyampaian Mas Sabrang tadi malam di antaranya mengenai Simpul-Simpul Maiyah dan tantangan kompleksitas yang harus dihadapi.

Diantara pesan yang disampaikan Mbah Nun, “Anda memasuki kompleksitas dengan trust. Yakni bukan hanya Anda berusaha percaya kepada Allah, tetapi juga bagaimana Anda harus membuktikan bahwa Anda dapat dipercaya oleh Allah.”

Menurut Mbah Nun, Orang Maiyah harus mampu menjadi manusia pawang, Man of All Season, Penggiat Maiyah harus mem-breakdown aplikasi tersebut pada tataran Simpul-Simpul masing-masing. Menjadi manusia yang mengamankan manusia di sekitarnya. Pun demikian pada skala yang lebih luas.

Setelah menyampaikan bekal-bekal pokok bagi para Penggiat Simpul, Mbah Nun segera melanjutkan perjalanan ke Jepara untuk bertemu dan Sinau Bareng masyarakat Jepara malam ini bersama KiaiKanjeng. (Fahmi Agustian)

Lainnya

Buku dan Merchandise