Kesungguhan Berislam

Padahal yang benar dan logis semestinya adalah jika kita berislam sungguh-sungguh, maka negara dan bangsa akan mendapatkan manfaat dari kesungguhan Islam kita.
“Kita perlu tenanan berislam dan negara mendapatkan manfaat dari kesungguhan kita itu. Tapi kalau kita Islam, kita dibilang bukan nasionalis, radikal, dan lain-lain.”
“Kita perlu tenanan berislam dan negara mendapatkan manfaat dari kesungguhan kita itu. Tapi kalau kita Islam, kita dibilang bukan nasionalis, radikal, dan lain-lain.” (Foto: Adin).

Mbah Nun sejak awal pelan tapi clear mengajak masyarakat berpikir jernih. Negara kesatuan itu ibarat sayur lodeh. Yang disebut sayur lodeh adalah kesatuan dan kebersamaan antara terong, daun salam, kacang panjang, dan unsur lainnya. Tetapi orang kota bilang kita primordial karena kita orang Islam yang merupakan salah satu unsur “lodeh nasional”. Kita bilang Allahu Akbar dibilang negara Islam.

Padahal yang benar dan logis semestinya adalah jika kita berislam sungguh-sungguh, maka negara dan bangsa akan mendapatkan manfaat dari kesungguhan Islam kita. Tapi yang terjadi sebaliknya. Di Indonesia ini, kita disiksa oleh hitam-putih cara berpikir, dan ini sudah sedemikian ruwet dan tidak bisa disikapi dengan cara pandang linier.

Demikian Mbah Nun mengajak segenap masyarakat buat berpikir mendasar dan jernih dalam melihat situasi bangsa Indonesia saat ini.

search cart twitter facebook gplus whatsapp youtube image