Didik W. Kurniawan

Jamaah Maiyah tinggal di Solo. Pernah kuliah di Solo dan melingkar menimba ilmu di Mocopat Syafaat dan Rumah Maiyah.

Nggarap Arab

Sebelum acara Majelis Maiyah Padhangmbulan, di Sumobito, Menturo, Jombang, yang malam itu mengusung tema ‘Fuadussab’ah’ dimulai, saya mendapat sedikit bocoran dari Proggres bahwa akan ada sesuatu yang spesial malam purnama itu.

Gamelan Malaekatan

Ternyata kuliah kesasar memilih jurusan ada untungnya juga. Memang tidak banyak ilmu yang saya dapatkan. Tapi setidaknya ada beberapa tambahan pengetahuan tentang dunia permusikan dengan segala jenis pisau bedah analisisnya.

Menemani yang Rusak

Satu yang masih selalu terngiang di kepala ini adalah peristiwa bertemunya Pak Mustofa W. Hasyim dengan kelompok KiaiKanjeng. Awal tahu beliau, saya ragu kalau beliau adalah salah satu manusia sastra yang turut menyemarakkan jagad sastra Yogya pada khususnya.

Barokah Stanza Ketiga

Saya tidak sengaja mendapatkan sebuah berita. Bahwa tepat pada hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2017 di studio Lokananta Solo, Jawa Tengah, sedang dilakukan perekaman ulang lagu kebangsaan Indonesia Raya berbagai versi, termasuk versi tiga stanza, yang tentu saja jumlah liriknya  lebih panjang dari lagu Indonesia Raya yang selama ini dinyanyikan di berbagai kegiatan kenegaraan atau acara seremonial di berbagai instansi termasuk sekolah.

Bunyi-Bunyi Sunyi

Mengenal kata ‘etnomusikologi’ bagi saya seperti sebuah anugerah sekaligus kutukan. Kutukan karena pada saat mendaftar di ISI (Institut Seni Indonesia) Surakarta yang dulu bernama STSI (Sekolah Tinggi Seni Indonesia), saya tidak paham betul mengenai seluk beluk dunia kampus seni.

search cart twitter facebook gplus whatsapp telegram youtube image image link