Wisdom of Maiyah (134)

Maiyah adalah Cinta dan Kerinduan

Siapa saya, itu tidak penting. Saya tidak bangga dengan ke-saya-an saya, karena apa yang ada pada diri saya, sejatinya bukan punya saya.

Cinta dan Rindu, itu yang terpenting. Dia tidak terletak pada diri saya, tetapi pada Zat Yang Memiliki saya seutuhnya. Maiyah mengajarkan saya arti Cinta dan Kerinduan kepada Zat, yang saya sendiri tak mampu melihatnya.

Maiyah adalah kumpulan dari Cinta dan Kerinduan itu sendiri.

Sama seperti Mbah Nun bilang, bahwa beliau tak bangga kalau Obama kenal beliau, atau siapapun yang kita anggap hebat di dunia ini. Mbah Nun bangga kalau kita-kita yang haus akan Cinta dan Kerinduan ini kenal beliau, walaupun kita bukan siapa siapa di dunia ini.

Saya pun sangat bangga mengenal dirimu, Mbah Nun. Semoga kita sama-sama berada di belakang Rasulullah Saw. Jika Mbah Nun nanti bisa memegang jubahnya Rasulullah, izinkan saya bisa memegang jubahnya Mbah Nun, walaupun sedikit.

Terima kasih, Mbah Nun.

Lainnya