Ada Apa dengan Manajemen Dunia Akhirat?

“Manajemen Dunia Akhirat”, itulah tema Pengajian Padhangmbulan malam ini, Kamis, 18 Juli 2019.

Tema ini bisa dikaitkan dengan pembahasan yang diantarkan oleh Nahdlatul Muhammadiyyin dalam “Mendalami Fadlilah dan Otentisitas Diri: Menuju Cerdas Dunia Cerdas Akhirat.” Atau kita mundur sejenak, untuk kembali mencatat beberapa terminologi di Maiyah, misalnya dunia adalah bagian dari akhirat; khaalidiina fiihaa abadaa; atau man ‘arafa nafsahu ‘arafa rabbahu.

Beberapa terminologi itu pernah didalami dan dijelajahi makna pengertiannya dalam Majelis Ilmu Maiyah. Bahkan terminologi yang terakhir pernah disampaikan Mbah Nun melalui cara pandang yang berbeda. Mbah Nun menawarkan nafas kesadaran baru hingga bagaimana term man arafa nafsashu arafa rabbahu, yang cenderung dipahami sebatas khasanah tasawuf, dapat diimplementasikan untuk pekerjaan sehari-hari.

Malam ini, berbekal pengalaman dan sangu terminologi yang diperoleh dari Sinau Bareng sebelumnya, kita akan belajar bersama di Majelis Masyarakat Maiyah Padhangmbulan untuk kembali menemukan sekaligus menjaga spirit, yang menurut Pak Toto Rahardjo, kita mencoba terus-menerus melakukan sesuatu untuk memperkuat kehidupan kita ke depan, supaya kita memiliki independensi dalam hidup.

Independensi itu kita coba temukan dalam kesadaran diri kita masing-masing melalui keseimbangan manajemen dunia akhirat. (Achmad Saifullah Syahid)

Buku Cak Nun