Memancar Cahaya dari Ubun-ubun Mereka

“Saya berharap Anda ikhlas mendengarkan dan tidak harus memahami satu kata, satu kalimat, satu alenia, apalagi sepuluh poin dari Tetes Air Maiyah. Saya menancapkan tonggak-tonggak di berbagai tempat. Kalau suatu hari ada gempa, hidupmu berguncang, ada angin kencang, dan kalau suatu hari Anda butuh pegangan, mudah-mudahan tonggak-tonggak itu bisa Anda pegang untuk menyeimbangkan hidup Anda,” tutur Mbah Nun.