Sinau Bahagia Bareng PLN Jateng-DIY

Sinau Bareng “Bahagia Milik Semua” dalam Halal Bihalal PT. PLN Distribusi Jateng-DIY.
Sinau Bareng “Bahagia Milik Semua” dalam Halal Bihalal PT. PLN Distribusi Jateng-DIY.

Rabu (12/7) kemarin Cak Nun dan KiaiKanjeng hadir di Halal Bihalal PT. PLN Distribusi Jateng-DIY. Acara yang diselenggarakan pagi hingga siang hari ini bertempat di halaman depan Kantor PLN di Jatingaleh, Semarang. KiaiKanjeng yang berangkat dari Kadipiro pukul dua dinihari tiba di lokasi pas ketika adzan subuh. Usai subuhan dan nyruput secangkir kopi di pasar sekitar Kantor PLN, ketika masih setengah gelap KiaiKanjeng langsung melakukan checksound. Selesai checksound bapak-bapak KiaiKanjeng istirahat di masjid yang terletak di dalam komplek Kantor PLN ini sembari menunggu acara dimulai pukul 9.30 Wib.

Mengapa PLN Distribusi Jateng-DIY mengundang Cak Nun dan KiaiKanjeng dalam acara Halal Bihalal-nya? Ini berkaitan dengan instruksi General Manager PLN wilayah ini. Sebuah instruksi yang unik dan “aneh” dari pimpinan kepada para pegawainya. Yaitu instruksi agar “Tidak Lupa Berbahagia”. Instruksi ini penting mengingat tantangan kerja pegawai PLN yang tinggi dalam melayani tanpa henti ketersediaan listrik bagi masyarakat membuat mereka terkadang lupa hal-hal kecil dalam hidup, misalnya bahagia dan silaturahmi. Untuk itu mereka meminta Cak Nun untuk memberikan pesan-pesan sebagai pegangan hidup bahagia. Dan Cak Nun sangat menyambut baik Halal Bihalal yang bertema “Bahagia Milik Semua Ini”.

Tentang bahagia ini selaras dengan kesadaran yang dibangun Cak Nun kepada Jamaah Maiyah selama ini, yakni menikmati berbuat baik. Aspek menikmati segala hal yang ditetapkan Tuhan kepada kita ini yang banyak tidak diperhatikan orang, sehingga ketika rutinitas pekerjaan dan beban target di depan mata, manusia tertekan tidak menikmatinya dan mencari kebahagiaan di luar dirinya. Sesuai kebutuhan para karyawan dan mitra kerja PLN itu Cak Nun mencoba membuka cara berpikir mengenai kebahagiaan. Bahwa kebahagiaan itu tergantung konsep syukur kita. Juga Cak Nun membuka pintu-pintunya saja untuk kemudian menjadi perenungan para karyawan. Misalnya mengenai kesadaran khalifatullah sebagai pegawai PLN, kesadaran keberadaan manusia di dunia ini apakah hanya mampir atau kampung halaman, ilmu lampu di perempatan jalan: masih atau sudah kuning, dan masih banyak lagi. Dan secara khusus pula Cak Nun mendorong para pegawai PLN untuk mendiskusikan tujuan hidup orang Indonesia itu cari kaya atau cari bahagia. Karena untuk bahagia itu shortcut saja langsung tidak harus lewat jadi kaya dulu baru bahagia. Banyak orang tertipu disangka kaya akan membuat bahagia.

Sangat luas uraian yang disampaikan Cak Nun yang kesemuanya berpijak kepada tema menikmati hidup dalam gelembung Tauhid. Untuk menekankan bahwa menikmati hidup itu tidak susah dan kebahagiaan itu ada di dalam diri sendiri, di akhir acara Cak Nun cerita banyak kelucuan-kelucuan dan kekonyolan Gus Dur yang membuat hadirin tertawa lepas. Dan tampaknya pesan bahwa tak perlu susah untuk bahagia tersampaikan lewat cerita-cerita itu. (AJJ)

Hasbunallah wa ni’mal wakil ni’mal mawla wa ni’mannashir.

search cart twitter facebook gplus whatsapp youtube image