Ta’dhim Cinta Kapolres Wonogiri

Begitu kompleksnya permasalahan di negeri ini. Dan tidak banyak yang melihat keruwetan dan berlipatnya masalah itu secara menyeluruh. Atas kenyataan itu, berbagai lapisan masyarakat dan elemen pengurus negeri ini yang resah dan buntu merasa Mbah Nun bisa memberikan solusi. Berangkat dari posisi ibarat ‘keranjang sampah’ yang menjadi tempat tumpahan segala permasalahan, Mbah Nun mengajak semuanya untuk Sinau Bareng.

Beberapa tahun terakhir, Kepolisian Republik Indonesia secara intens sinau kepada Mbah Nun agar memiliki bekal dasar yang kuat dengan mengedepankan pengayoman kepada masyarakat.

Untuk itu setiap Maiyahan di berbagai daerah, Polisi selain membantu lancarnya acara juga ikut Sinau Bareng. Polisi menemani sejak sebelum mulai hingga selesainya Maiyahan. Mulai dari prajurit, Kapolsek, Kapolres dan Kapolda. Termasuk Kapolres Wonogiri, AKBP Robertho Pardede yang dengan penuh ta’dhim mencium tangan Mbah Nun usai Sinau Bareng di Alun-alun Wonogiri.

Keta’dhiman sebagai ungkapan syukur atas kunci-kunci ilmu dan keikhlasan Mbah Nun dalam menemani dan banyak membantu Kepolisian.