Meneliti Komposisi Gamelan Baru Melalui KiaiKanjeng

Jay F. Arms mempelajari gamelan dan meneliti komposisi gamelan baru melalui KiaiKanjeng.
Jay F. Arms mempelajari gamelan dan meneliti komposisi gamelan baru melalui KiaiKanjeng.

Selain Coach Indra Sjafri dan Timnas U-19 beserta Official dengan total 40 orang, juga Pak Tanto Mendut bersama Komunitas Lima Gunung, di Mocopat Syafaat kali ini juga hadir Jay F. Arms.

Ia seorang seniman muda ahli gitar klasik, jazz, rock, experimental, dsb. Ia juga Associate Editor baru di Jurnal Balungan terbitan American Gamelan Institute asuhan Jody Diamond. Selain itu juga kandidat doktor bidang “cultural musicology” di University of California – Santa Cruz dengan disertasi berjudul “Gamelan as World Citizen: American Experimental Music and the Internationalization of Gamelan”.

Ia sedang meneliti gamelan baru, baik di Amerika dan Indonesia. Penelitiannya tentang komposisi baru untuk gamelan dan juga yang dipengaruhi oleh gamelan. Untuk itu ia berminat bertemu dan mewawancarai tokoh-tokoh kesenian kontemporer di Indonesia. Ia berada di Yogya-Solo selama tiga minggu ke depan.

Dengan dipandu mas Jijid dan Joko SP, Jay berdialog dengan jamaah seputar gamelan. Beberapa pertanyaan dari jamaah disampaikan kepada Jay semisal apa yang memotivasinya sebagai orang Amerika mau mendalami gamelan. Ketika Cak Nun bergabung di panggung kemudian eksplorasi bersama Jay dilakukan lebih lanjut. Jay diajak mengalami gamelan baru yang sedang ditelitinya melalui nomor-nomor KiaiKanjeng. Gundul-gundul Pacul yang rancak dibawakan. Kemudian Hati Matahari yang menghentak. Juga sebuah musik puisi Ke mana Anak-anak Itu dibawakan sebagai bagian dari secuil cerita perjalanan lahirnya Gamelan KiaiKanjeng oleh Pak Nevi Budianto.

Sebelum meninggalkan Mocopat Syafaat, persembahan One More Night bersambung dengan Beban Kasih Asmara melengkapi pengalaman komposisi gamelan baru Jay Arms. Ia mengungkapkan bahwa energi yang dirasakan dan pengalaman malam ini membuatnya bersemangat dan akan belajar gamelan lebih dalam lagi. Ini adalah pengalaman pertamanya mendengar nada diatonis secara langsung dari Gamelan KiaiKanjeng.

search cart twitter facebook gplus whatsapp youtube image