Hijrah, Bukan Hanya Sekadar Semangat Saja

Cak Fuad mengajak Jamaah Maiyah belajar dari kisah hijrahnya Rasulullah.
Cak Fuad mengajak Jamaah Maiyah belajar dari kisah hijrahnya Rasulullah.

Sementara Mbah Nun, Ibu Via, Letto, dan Dik Haya menemani teman-teman TKI di Uijeongbu, Korea Selatan untuk Sinau Bareng pada hari Kamis siang (5/10), malam ini berlangsung Majelis Ilmu Padhangmbulan di Menturo. Marja’ Ilmu Maiyah, Cak Fuad telah hadir ditemani Cak Yus yang memandu majelis.

Padhangmbulan kali ini tepat merupakan yang pertama di awal tahun baru 1439 Hijriyah. Dan malam ini Cak Fuad mencoba menggali tentang kisah-kisah hijrahnya Kanjeng Nabi karena tahun Hijriyah dimulai saat Nabi berhijrah. Kisah-kisah itu mulai dari hijrah pertama dari Makah ke Habasyah (Ethiopia), lalu hijrah kedua dari Mekah ke Thaif, sampai hijrah ke Madinah.

Hijrah-hijrah yang dilakukan Kanjeng Nabi tersebut, disampaikan Cak Fuad,  tentu bukan hanya sekadar hijrah yang tanpa perencanaan. Kanjeng Nabi pun telah merencanakan setiap hijrah tersebut dengan sangat matang dan penuh perhitungan. Paling tidak, memerlukan satu sampai dua tahun untuk mematangkan dan memantabkan perencanaan tersebut.

Ibrah yang bisa diambil dari kisah Kanjeng Nabi tersebut, setidaknya kita belajar untuk merencanakan setiap perubahan yang akan kita lakukan. Bukan hanya sekadar semangat saja. Mengingat hijrah perubahan dari keburukan menuju kebaikan, dari yang baik menuju yang lebih baik tersebut adalah sebuah keniscayaan.

search cart twitter facebook gplus whatsapp youtube image