Dialog Mbah Nun dengan Salah Satu Jamaah

Mbah Nun mengajak semuanya bersikap luas, selalu mengedepankan iktikad baik kepada orang lain, dan mensyukuri kebaikan orang lain.
“...tapi saya mensyukuri orang-orang mau tahlilan di tengah sebagian orang lain menjual agama, melakukan korupsi, dan di tengah keadaan negara rusak seperti ini,” ujar Mbah Nun.
“…tapi saya mensyukuri orang-orang mau tahlilan di tengah sebagian orang lain menjual agama, melakukan korupsi, dan di tengah keadaan negara rusak seperti ini,” ujar Mbah Nun (Foto: Adin).

Acara Sinau Bareng semalam di Gumulan Klaten berlangsung sangat cerdas. Pendidikan luar biasa dari Mbah Nun dalam memahami penerapan agama. Ada perdebatan kecil seseorang yang nimbrung bicara dengan Mbah Nun yang berujung sedikit tidak baik.

Tapi di penghujung acara, saat berdoa Mbah Nun mengucap: “Ya Allah kami sungkan dan pakewuh kepada-Mu dan kepada Kanjeng Nabi. Kami sama-sama ingin mendekat kepada-Mu tetapi harus dengan cara bertentangan seperti tadi. Kami memohon maaf kepada-Mu dan sungguh pakewuh dengan Kanjeng Nabi.”

Mbah Nun mengajak semuanya bersikap luas, selalu mengedepankan iktikad baik kepada orang lain, dan mensyukuri kebaikan orang lain. “Saya bukan orang NU dan bukan ‘ahlut tahlil’ (orang yang sering tahlilan) tapi saya mensyukuri orang-orang mau tahlilan di tengah sebagian orang lain menjual agama, melakukan korupsi, dan di tengah keadaan negara rusak seperti ini. Mereka mungkin ‘wong-wong cilik’ tapi masih mau mendekat ke Allah. Doakan semuanya diterima Allah,” demikian tegas Mbah Nun.

search cart twitter facebook gplus whatsapp youtube image