Bangbang Wetan Sinau Audiens Sejati

True audience atau audiens sejati adalah term yang pernah disampaikan Mbah Nun dalam sejumlah Maiyahan dan oleh teman-teman BBW dielaborasi lebih lanjut tadi malam.
Majelis Ilmu Bangbang Wetan 12 April 2017 berlangsung di pendopo dan pelataran Taman Budaya Cak Durasim Surabaya. Jamaah mendalami beda antara audiens dan penonton, dengan proyeksi ke kehidupan sehari-hari.
Majelis Ilmu Bangbang Wetan 12 April 2017 berlangsung di pendopo dan pelataran Taman Budaya Cak Durasim Surabaya. Jamaah mendalami beda antara audiens dan penonton, dengan proyeksi ke kehidupan sehari-hari (Foto: Hariyadi).

Dilaporkan oleh teman-teman penggiat BBW bahwa alhamdulillah BBW tadi malam berlangsung sangat mancep. Semua jamaah terserap kepada “rohani” BBW dan terlihat mata menyimak apa-apa yang dikaji bersama.

Semalam tajuk yang menjadi keberangkatan pembahasan dan diskusi adalah The True Audience. Dan bagus sekali bahwa topik itu didalami secara luas ke sejumlah konteks. Jamaah diajak menyelami dan merenungi selama ini yang banyak terjadi itu audiens ataukah penonton. Dari sini, para muda yang hadir di Taman Budaya Cak Durasim itu mulai diajak mengenali ada beda antara audiens dan penonton.

Audiens berbeda dengan penonton dalam hal keterlibatannya. Audiens mendengarkan, menyimak, dan memikirkan, sedangkan penonton tidak demikian. Ini satu contoh dari pendalaman yang berlangsung di BBW semalam. Para narasumber yang berada di depan adalah Cak Suko Widodo, Kiai Muzammil, Joko Susanto, Pak Guru, Afif (Mahasiswa Pemuda Indonesia), Dik Seno, dan lain-lain.cStamina, ketahanan, dan keistiqamahan para jamaah itu sepertinya sudah sekaligus menjadi contoh langsung bahwa di BBW mereka adalah audiens, bukan penonton. Terbukti acara baru dipuncaki menjelang pukul 03.00 dinihari.

True audience atau audiens sejati adalah satu term yang pernah disampaikan Mbah Nun dalam sejumlah Maiyahan dan oleh teman-teman BBW dielaborasi lebih lanjut tadi malam. Saat melontarkan istilah itu kepada jamaah, Mbah Nun sedang mengajak seluruh jamaah untuk tidak menjadikan siapa dan apa saja di situ sebagai fokus, termasuk narasumber yang berada di panggung, melainkan semuanya bersama-sama  menghadapkan hati, niat, dan pikiran hanya kepada Allah dan Rasulullah.

Seluruh yang berlangsung tak lain adalah ucapan, penghaturan, dan penyampaian kepada Allah. Allah adalah audiens kita. Dan konsep Allah sebagai audiens sejati mengandung di dalamnya konteks dan implikasi yang luas dan konkret dalam kehidupan sehari-hari manusia.

Dalam pembahasan di BBW pun, pada ranah yang berbeda, seseorang yang menjadi audiens puncaknya adalah menyimak dengan cara iqra’ sebagaimana Allah sendiri memerintahkannya demikian.

search cart twitter facebook gplus whatsapp youtube image