Serentak Simpul-Simpul Maiyah Membaca Surah Yasin dan Doa

Sabtu 20 Juni 2020 adalah hari yang kelabu. Kita semua kehilangan salah satu panutan kita, Marja’ Maiyah, Guru Besar kita semua dalam tasawuf dan Sirah Nabawiyah: Syeikh Nursamad Kamba. Kehilangan sosok teladan seperti Syeikh Nursamad Kamba sangat menyesakkan dada. Campur aduk kesedihan dalam hati kita semua.

Sebagai bentuk rasa takdzim kepada Almarhum Syeikh Nursamad Kamba, Penggiat dan Jamaah Maiyah dari berbagai daerah tadi malam melaksanakan pembacaan Surah Yasin dan doa bersama. Melalui koordinasi yang digalang oleh Koordinator Simpul, secara serentak penggiat Simpul Maiyah berkumpul di tempat masing-masing, melantunkan Yasin dan memanjatkan doa.

Penggiat Kenduri Cinta yang sejak pagi mengikuti prosesi penyemayaman jenazah hingga pemakaman di TPU Kampung Rambutan 1, Jakarta Timur, yang keseluruhan rangkaian prosesi baru selesai pukul 17.00 WIB, mereka kemudian mengikuti tahlilan di rumah duka yakni di Kampung Dukuh, Kramat Jati, Jakarta Timur yang diselenggarakan Ba’da Maghrib bersama Mbak Fatin, istri Almarhum Syeikh Nursamad Kamba bersama putra dan putri, serta saudara dari keluarga inti. Suasana semakin haru, ketika sejenak perwakilan Kenduri Cinta mengungkapkan rasa terima kasih dan mohon maaf kepada keluarga besar Syeikh Nursamad Kamba, karena selama ini lebih sering mengganggu waktu keluarga, menyita perhatian, dan sering merepotkan.

Kita semua juga tentu berterima kasih kepada keluarga Syeikh Nursamad Kamba, karena begitu banyak ilmu yang sudah beliau transformasikan kepada kita semua di Maiyahan.

Sementara itu, di Yogyakarta Mas Sabrang bersama teman-teman Penggiat Mocopat Syafaat duduk melingkar melaksanakan pembacaan Surah Yasin dan Doa bersama tersebut. Meskipun secara raga tidak bisa hadir dalam prosesi pemakaman, doa yang terpanjatkan adalah yang maksimal yang bisa diungkapkan, karena kita semua juga tidak mungkin terus berlarut dalam kesedihan ini.

Di Surabaya, dalam jumlah yang cukup banyak yakni sekitar 30 orang, Penggiat Bangbang Wetan melaksanakan di Mushola As-Sakinah. Pengaturan shaf tetap dilakukan dengan baik demi tetap melaksanakan protokol kesehatan. Semua khusyuk berdoa. Sungguh, kehilangan orang yang sangat kita cintai sangatlah berat.

Di seberang Sumatera sana, Penggiat Maiyah Dualapanan berkumpul di Rumah Maiyah Lampung. Munajat dipimpin langsung oleh Pakde Mus. Tak berbeda pemandangan melingkar juga dijumpai di Lampung Timur, di Rumah Hati Maiyah Dusun Ambengan, dulur-dulur penggiat Maiyah sebanyak 31 orang dengan khusyuk memunajatkan doa kepada beliau Syeikh Kamba yang amat kita cintai.

Sementara di Losari Lor Brebes, Penggiat Masyarakat Maiyah Cirrebes berkumpul di Rumah Mas Jali. Teman-teman di Tasikmalaya melaksanakan di dua lokasi, yakni di Rumah Kamasan yang merupakan sekretariat Lingkar Daulat Malaya berkumpul sebanyak 15 orang, serta sebagian penggiat lainnya melaksanakan munajat di kota Ciamis. Mereka pernah menghadirkan Syeikh Nursamad Kamba dalam sebuah acara Maiyahan. Ada kenangan yang indah yang pernah hadir di Tasikmalaya bersama Syeikh Nursamad Kamba.

Penggiat Suluk Surakartan berkumpul di rumah Kang Aziz, selaku imam wirid di sana. Di Kudus, teman-teman berkumpul di rumah Kang Iwan Pranoto dengan diikuti sebanyak 15 orang. Teman-teman di sana mengazzamkan untuk melaksanakan doa bersama tersebut hingga tiga hari ke depan.

Pelaksanaan di Juguran Syafaat terbagi di tiga titik, di Kota Purwokerto, di Mushola Amanah Purbalingga dan Mushola Gang Kori Purbalingga. Selain memanjatkan doa, penggiat satu sama lain saling berbagi kesan satu sama lain sebab amat bersyukur dikaruniai persentuhan dengan Alm. Syeikh Kamba di berbagai kesempatan.

Kemudian Pembacaan Surah Yasin dan doa bersama juga dilangsungkan di Wonosobo. Para penggiat Saba Maiya sebanyak 21 orang berkumpul di rumah Gus Jay. Di Rembang, pelaksanaan di Sanggar di kediaman Mas Sigid Ariyanto. Teman-teman penggiat Sendhon Waton meniatkan untuk meneruskan Yasin dan Tahlil secara mandiri di rumah masing-masing hingga hari ke-7. Di Magelang, pelaksanaan di Omah Maneges diikuti oleh 25 penggiat. Sementara itu di Blora, penggiat Lumbung Bailorah melaksanakan di Pendopo Sunan Pojok.

Kemudian di Tuban, penggiat Maiyah berkumpul di masing-masing titik lingkar Maiyah, ada di Kec. Kerek, Kec. Merakurak dan Kec. Talang. Demikian pula berlangsung di Damar Kedhaton Gresik dan di Serdadu Cinta Bojonegoro, untuk menghindari konsentrasi kerumunan yang terlalu besar, pelaksanaan dipecah masing-masing di tiga titik lokasi pelaksanaan. Di Ngajuk, Penggiat Tasawwuf Cinta sebanyak 20 orang berkumpul di Mushola Al Karomah, Tanjung Anom.

Menyeberang ke Pulau Madura, teman-teman Penggiat Damar Ate, berkumpul bermunajat di rumah Mas Afandi, di Talango, Sumenep.

Selain di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera, di Tanah Mandar sana teman-teman Papperandang Ate juga berkumpul berdoa bersama di Rumah Pak Abu yang merupakan sekretariat Teater Flamboyan. Pak Amru Sadong, Pak Hamzah Ismail dan para sesepuh Teater Flamboyan lainnya ikut serta di sana.

Teman-teman di Samarinda, Penggiat Ma’syar Maiyah Mahamanikam pun berkumpul di Studio Komunitas Ladang. Pembacaan Surah Yasin dan Doa bersama juga berlangsung di Likuran Paseduluran Kebumen, Majelis Alternatif Jepara, Tadarus Limolasan Batang, Sulthon Penanggungan Pandaan, Semesta Lamongan serta di Jembaring Manah Jember.

Tak Ketinggalan, teman-teman Tong Il Qoryah mereka berkumpul di hamparan terbuka di samping Danau Arc di Kota Daegu Korea, dimulai pukul 00.00 waktu setempat mereka bersama-sama memunajatkan Yasin dan Tahlil.

Tentu saja di luar yang terinformasikan di atas, masih banyak Jamaah Maiyah lainnya yang turut memunajatkan doa kepada Beliau salah seorang rujukan utama Keilmuan Maiyah baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama. Semoga dengan doa-doa yang dihaturkan tersebut, Almarhum disempurnakan amalnya dan diberi tempat terbaik di sisi Allah SWT. Serta munajat bersama-sama ini bisa menjadi penghiburan bagi kita semua Jamaah Maiyah yang amat berat oleh rasa kehilangan atas berpulangnya Sang Qaryatul Ilmi’.

Lockdown 309 Tahun