Doa Bangbang Wetan untuk Syaikh Kamba

Foto: BBW (Dok. BBW)

Kemarin Sabtu 20 Juni 2020, suasana duka bagi kita semua Jamaah Maiyah sebab salah satu Marja’ Maiyah kita Syaikh Nursamad Kamba telah pulang ke pangkuan Allah. Menjadi duka kita bersama bukan karena kita tak merelakan Syaikh pulang ke Kekasih yang dirindukannya, tetapi karena kita masih membutuhkan peran dan kahadirannya untuk menemani kita menjalani hidup agar selamat sampai kampung halaman surga.

Pada suasana duka tersebut, Koordinator Simpul Maiyah menghimbau kepada masing-masing simpul untuk melaksanakan pembacaan Surah Yasin, Tahlil, serta doa bersama yang diadakan serentak.

Maka dengan kesadaran pengabdian kepada Syaikh Kamba, kami dari Bangbang Wetan bergerak membuat pengumuman perihal pelaksanaan pembacaan Surah Yasin, Tahlil, serta doa bersama. Semalam kami mengadakan acara pembacaan di Masjid As-Sakinah, kompleks Balai Pemuda, Surabaya.

Jamaah yang hadir merupakan orang-orang tulus yang mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada peran dan kehadiran Syaikh yang selama ini melengkapi pemahaman, sikap, dan kesadaran kita menyelami substansi Islam. Maka wujud ungkapan terima kasih yang bisa kami lakukan adalah dengan membacakan Surah Yasin, tahlil bersama. Suasana pembacaan Surah Yasin dan Tahlil yang dipimpin oleh Cak Lutfi berlangsung khidmat. Semua jamaah yang hadir sangat khusyuk, memasuki kedalaman rasa duka dan gelombang kisah pertemuan masing-masing jamaah dengan Syaikh Kamba yang mengesankan dan penuh makna. Entah dari penjelasan dan pembabaran ilmu beliau dalam Maiyahan atau pada tulisan-tulisan beliau yang kita baca dan temukan persambungannya dengan kehidupan kita sehingga mengantarkan hidup kita lebih bermakna dan substantif.

Foto: BBW (Dok. BBW)

Maka kekhusyukan kami memuncak ketika sampai pada mewiridkan kalimat, la ilaha illallah. Lantunan kalimat la ilaha illallah menggema, menggetarkan seisi teras masjid yang kami berharap getaran itu didengarkan oleh Allah. Sebenarnya kami merasa kurang memiliki kepantasan untuk mendoakan Syaikh Kamba yang seluruh hidupnya dipersembahkan untuk Allah dan Kanjeng Nabi dengan memperjuangkan nilai-nilai Islam yang subsantif. Kamilah yang membutuhkan doa Syaikh Kamba untuk kami.

Maka doa kami semalam — semoga bersambung istiqamah sampai tujuh hari ke depan, merupakan wujud dialektika permohonan diturunkannya maunah keselamatan, keamanan, dan hidayah untuk kami melalui Syaikh Kamba agar disampaikan kepada Allah dan Kanjeng Nabi. 

Walau telah meninggalkan kita, tetapi kami yakin gelombang ilmu syaikh Kamba selalu hadir membimbing kita dalam menjalani laku ‘sufi jalan sunyi’ hingga sampai pada raudhah, Taman Surga. (Redaksi BBW)

Surabaya, 21 Juni 2020

Lockdown 309 Tahun