Sketsa Simbolik Tiga Jenis Manusia, Ada Apa dengan Mereka?

Kreativitas yang terus mengalir, itulah kesan yang saya tangkap saat menyaksikan penampilan santri TPQ Halimatus Sa’diyah Mentoro. Malam ini, Kamis (15/8/2019), santri yang setiap penampilannya di awal Pengajian Padhangmbulan didamping Mbak Yuli, menampilkan kreativitas mereka yang polos.

Lagu-lagu pujian, syair-syair shalawat, dialog drama hingga lantunan tartil ayat Al-Qur`an menyapa jamaah.

Tidak jarang gelak tawa pecah menyaksikan kepolosan anak-anak. Penampilan drama dengan tema cerita dari hidup keseharian disajikan khas gaya anak. Lugu, gemas, lucu bercampur jadi satu. Nyatanya, anak-anak selalu mengajak kita bergembira.

Malam ini, tema Pengajian Padhangmbulan melanjutkan tema bulan sebelumnya. Kilas balik sebentar, jamaah telah melakukan workshop untuk mengidentifikasi aktivitas yang bersifat duniawi dan ukhrawi.

Jamaah bersikap waspada. Mereka tidak terjebak pada pertanyaan yang memisahkan aktivitas dunia dan akhirat. Secara tegas mereka tidak mau mengulang kesalahan yang sama, yakni ketika sebagian besar manusia menjual akhirat demi dunia.

Workshop akan berlanjut. Mengidentifikasi, mendalami, menyelami, mencakrawalai identifikasi diri dengan bekal sinau bareng bulan lalu. Mbah Nun telah mengantarkan kita melalui catatan Ihtimal: Panduan Workshop Simpul-simpul Jamaah Maiyah Agustus-Oktober 2019 (1).

Berikut beberapa kutipannya. “Sesungguhnya manusia yang diberi kepastian oleh Penciptanya sebagai “ahsani taqwim”, mengandung semua anasir itu di dalam dirinya. Tahapnya kemudian adalah mencari kadarnya. Apa potensi yang paling dominan pada dirinya. Apa afdlaliyah-nya, asbaqiyah-nya, aulawiyah atau taqdimiya-nya.”

Mbah Nun memungkasinya dengan keberangkatan pandang: Manusia Nilai, Manusia Pasar, Manusia Istana.

Pukul 20.24. Santri TPQ Halimatus Sa’diyah menyapa jamaah dengan pembacaan puisi, dilanjutkan drama kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Mas Sabrang tampak hadir di Mentoro. Malam ini kita akan belajar bersama, bergembira bersama, menjelajah framing dan terminologi tiga jenis manusia.

Apakah Anda sudah siap?[]

Buku Cak Nun