10 Revolusi Jokowi dalam Berbagai Pemahaman (1)

Respon 4

MBI
Senin, 21 Sept 2020 20:55 WIB

Kepekaan untuk kebaikan

Izinkan saya kepada Mbah Nun dan teman-teman jamaah Maiyah dimanapun, sekedar ikut merespon dan menarasikan secara singkat ungkapan Mbah Nun tentang 10 Revolusi Jokowi pada tanggal 12 September 2020 yang saya update di laman Caknun.com satu minggu yang lalu.

Tidak ada bangsa yang setangguh bangsa Indonesia, di tengah pandemic global Covid-19 ini, masyarakat Indonesia masih terus ubed dan tlaten mengerjakan kehidupan yang manusia Indonesia yakin Allah SWT selalu menuntunnya dengan kasih sayangnya, perhatian dan baroqahnya. Cobalah perhatikan dan sedikit teliti Kembali bahwa sekian ribu pakar di bidang apapun baik sosial, ekonomi, politik dan kebudayaan sudah tebukti terjebak dalam mengartikan dan memaknai apa yang sesungguhnya terjadi pada bangsa kita bahkan dunia secara keseluruhan.

Menengok ungkapan 10 Revolusi tersebut, menarik untuk merespon dengan hati Husnudhdhan (sangka baik) bagaimana langkah untuk menjangkar persatuan dan kesatuan bangsanya untuk membuat kejutan kepada dunia dengan menyalip di tikungan sejarah, sangat ironis juga di dalam kapasitas bernegara, dimana dalam bahasa sepakbola  saja seorang kapten kesebelasan harus punya daya determinasi dalam diri pribadinya dan langkah visi yang jelas serta penguasaan setiap jengkal strategi pelatihnya.

Dilihat dari batas kemampuan sederhana ini yang tanpa penelitian yang Panjang, untuk menjangkar persatuan dan kesatuan sepertinya tidaklah hal yang sulit di Indonesia, wong pertunjukan topeng monyet saja warga di komplek saya langsung gegap gempita untuk ikut menonton dengan sanak tetangga. Apalagi ini muatan nilainya adalah soal bernegara dan berbangsa yang sangat baik untuk dunia dan khusus Indonesia. Tidak apa-apa sedikit longgar asal ada keadilan satu sama lain untuk bisa menonton topeng monyet beraksi di pelataran komplek rumah.

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang juga pakar untuk menampilkan kejutan di segala bidang, jadi tidak perlu berlatih dan sowan kepada guru besarnya, toh karena setiap detik, waktu dan hari berjejal trending topik medsos yang sangat mengejutkan bangsanya.

Momentum half time di sepak bola ini sepertinya sangat tepat bagi Indonesia terutama kapten kesebelasannya supaya dapat melihat lebih luas baik komposisi dan strategi barunya dari sang alenatore untuk menyalip di tikungan sejarah baru bangsa Indonesia.

terimakasih

Purwokerto, 21 September 2020

Respon 5

RDH
Senin, 21 Sept 2020 23:00 WIB

6. Sudah waktunya untuk saling dan lebih mengenal bangsa ini dan seluruh isinya, dari yang berada dibawah, dipinggir, diatas, dan disagala sudut bahkan di tempat tak terjangkau mata jasad  pun, agar persatuan dan kesatuan benar – benar utuh seutuh – utuhnya.

Demi tujuan utama yaitu kebaikan, apalagi kebaikan itu teruntuk Bangsa Indonesia, sudah seharusnya tidak diragukan dan disangkal lagi, kehebatan para pelaku sejarah jangan sekedar dijadikan cerita, tapi kita semua perlu belajar dari cerita sejarah, dan diterapkan di dunia modern ini dengan berbagai variasi dan modifikasi, dengan percaya diri tapi tidak dengan ambisi, dan penuh kerendahan hati.

Supaya bangsa dan negara lain mengerti, kita bisa bangkit dengan ke-legowo-an hati.

Respon 6

WS
Senin, 21 Sept 2020 23:38 WIB

Assalammu’alaikum,

Jika kembali kita baca dan pahami,sejatinya tulisan 10 Revolusi jokowi adalah gambaran solusi yang simbah sodorkan kepada indonesia,pemerintaha khususnya.

Kita bisa menemukan kepingan kepingan puzzle sebagai solusi atas apa yang dihadapi bangsa ini.

Dan saya rasa apa yang disampaikan Mbah Nun sudah paket komplit,meskipun masih berwujud clue.

Bagi saya 10 point tulisan itu adalah pembelajaran yang baik,andai saja melihatnya dengan kelapangan dan keterbukaan.

Saya teringat dengan apa yang sering simbah katakan dalam maiyahan,yaitu dalam lagu “Gundul-gundul pacul”.

Pemahaman fungsi dan tugas seorang pemimpin jelas sekali simbah paparkan di sini (10 revolusi jokowi).

Saya mencoba merubah sedikit susunan kata dengan mengganti beberapa kata didepannya,agar ini bisa juga menjadi sindiran atau sekedar pengingat untuk pemerintahan.Namun sekali lagi perlu dipahami dengan kelapangan dan keterbukaan .

Salah satu contohnya sebagai berikut:

1.Sekarang saatnya Jokowi memperbaharui pasukan dan strategi perang melawan Pandemi

Setelah dirubah,

Mengapa Jokowi tidak,memperbaharui pasukan dan strategi perang melawan Pandemi?

Saya rasa ini mewakili perasaan banyak orang untuk bertanya kepada pemerintah,namun tentunya tak semua bisa tersampaikan.

Saya menaruh sebuah pengharapan terjadi dialog atas pertanyaan itu,misal dengan pemerintah menjawab

“Apakah Simbah punya cara untuk memperbaharui pasukan dan strategi perang melawan pandemi”.?

Andai itu terjadi tentu indah sekali,ada sinergi yang saya yakin bisa menjadi solusi untuk menyelesaikan situasi saat ini.

Namun mungkin itu hanya sebatas pengharapan saya saja,karena sampai saat ini

Sepertinya point No.9 jika diubah sebagai sebuah pertanyaan pun masih relevan

“9.Sekarang saatnya Jokowi menunjukkan kecerdasan, kecanggihan dan wibawa kepemimpinannya agar dunia dan alam semesta tahu kenapa ia didudukkan di singgasana

Kalimat terakhir ,bagi saya sangat beralasan kenapa revolusi point point lain tidak terjadi,karena 

Kenapa ia didudukkan di singgasana,belum terjawab.

Tentunya tulisan simbah juga tidak sembarangan dalam menulisnya,simbah sudah barang tentu berpikir berkali kali,jika ternyata pemerintah kemudian bertanya

“Bagai mana menurut Cak Nun,agar 10 revolusi itu bisa terjadi?”.Saya yakin simbah sudah menyiapakan jawaban atas kemungkinan munculnya pertanyaan itu,andai pemerintah meresponnya.Namun sampai saat ini,tidak nampak apa yang dilakukan pemerintah,menyangkut hal² yang disebutkan dalam 10 revolusi itu.

Mereka masih tak juga paham pesan dalam lagu “Gundul-gundul pacul”.Tidak paham dengan tugas yang sedang dipikulnya,tanggung jawab yang menjadi amanahnya.

Namun besar harapan saya terhadap apa yang simbah sampaikan dalam  10 Revolusi bisa terwujud.

Karena bangsa dan negara ini seharusnya bisa menjalankan revolusi  no.10 Sekarang saatnya Jokowi dengan langkah-langkah nyata mendemonstrasikan kepada dunia kenapa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar yang tidak bisa diremehkan.

Tunjukkan kalo kita ini garuda bukan manuk emprit,kita ini bangsa yang besar bangsa yang kuat,bukan bangsa budak .

Tak perlu terlalu tergantung dengan bangsa lain,karena sejatinya kita sendiri memiliki kemampuan yang sangat luar biasa.

Semoga saja apa yang Simbah sampaikan dalam 10 REVOLUSI JOKOWI,bisa dipahami dengan kelapangan dan keterbukaan berfikir dari Jokowi sebagai presiden.

Jangan takut soal tujuan Simbah menulis hal itu,karena itu wujud cinta kasih Mbah Nun kepada negeri ini.

Wassalammualaikum,

Jamaah maiyah kidung syafaat salatiga.