Bersiaplah Kawan, Mbeber Kloso di Padhangmbulan!

Liputan Majelis Maiyah Padhangmbulan Agustus 2018

Sudah Padhangmbulan lagi. Rindu untuk selalu bertemu dan berkumpul rasanya tidak pernah tuntas. Padahal baru beberapa hari lalu saya mengikuti Sinau Bareng Can Nun dan KiaiKanjeng di Lapangan Brimob Kediri Kota. Paseduluran Maiyah merasuki sel-sel kesadaran sehingga lahir dan batin kita terikat satu dengan yang lain.

Dihimpit oleh ketidakseimbangan yang menyudutkan, ditikam polarisasi yang mengkristal, disudutkan inflasi cara berpikir yang semena-mena, Maiyah–lengkap dengan sajian menu prasmanannya, nuansa kebersamaannya, ulang-alik cara berpikirnya–menjadi oase sekaligus tonggak bagi jiwa-jiwa yang menggenggam al haqqu min rabbika.

Bersiaplah Kawan, kita ngangsu kaweruh, aktif menggerakkan sel-sel berpikir, tidak sebagai gelas kosong atau gentong yang menanti diisi, tapi sebagai siwur atau ciduk atau timba yang aktif mengisi.

Ahad, 26 Agustus, bulan purnama yang sempurna mengambang di langit angkasa. Kita mbeber kloso di majelis ilmu untuk menata hati menjernihkan pikiran. Tidak latah bermain tagar-tagaran. Tidak turut berlari sprint. Tidak memihak kepada kanan atau kiri, karena kanan membutuhkan kiri dan kiri memerlukan kanan.

Waspada bergerak dalam kosmos keseimbangan. Laa syarqiyyah wa laa gharbiyyah.

Sambil menikmati penampilan santri TPQ yang lugu, polos dan apa adanya, saya menyaksikan jamaah Padhangmbulan berdatangan, mengisi ruang kosong lesehan. Berbagi tempat dengan sesama jamaah.

Kita melakukan detoksifikasi endapan informasi yang digawangi oleh misinformasi manakala pseudosains mendominasi wacana publik. Mitos yang kini berkembang bukan hanya sebatas cerita-cerita mistis yang identik dengan tradisi nenek moyang. Pada sisi yang lain, hoaks juga beririsan dengan mitos bahwa kebohongan informasi menyebar lebih cepat, lebih luas, lebih dalam karena kebohongan lebih menarik dari kebenaran.

Tentu saja, itu semua tidak benar, karenanya, ia layak dibongkar, ditata kembali dalam kerangka sikap berpikir yang seimbang.

Padhangmbulan menyajikan menu pikiran dan hati, jasmani dan rohani, lahir dan batin, agar sebagai subjek informasi sekaligus objek yang terpapar informasi memiliki kuda-kuda kewaspadaan. Semoga.

Lainnya

Buku dan Merchandise