Daur-II • 010

Sembilan Lelaki Perusak

“Kalau tipu daya nasional yang sedang diselenggarakan dan dipacu dengan menghalalkan segala cara ini gagal”, kata Mbah Sot, dikisahkan Brakodin, “maka sejumlah raksasa akan jatuh bergelimpangan. Pertama Partai Raksasa yang mengangkut pemimpin tertinggi dan anak buahnya itu akan kehilangan legitimasi dan akan seperti aki mobil mendadak lenyap stroomnya….”

Anak-anak muda yang dendam kepada keadaan Negaranya yang membuat mereka terbuang sangat jauh ke seberang laut, semakin lama semakin terserap oleh penjelasan-penjelasan Mbah Sot.

“Raksasa-raksasa Pengembang yang sudah terlanjur menanamkan ratusan trilyun rupiah akan tersungkur di tengah jalan. Dan itu memperlambat proyek penguasaan para Raksasa itu atas Indonesia di bidang kekuasaan politik, militer, kebudayaan, bahkan ideologi dan Agama. Sebab selama berpuluh-puluh tahun mereka hanya diizinkan bergerak di bidang perniagaan saja”

“Maka si anak buah itu harus menang di pengadilan hukum maupun di pemilihan kepenguasaan politik di wilayahnya, yang merupakan pusat Negeri dan tempat penggumpalan mayoritas uang, serta tempat bertumpuknya semua perangkat kekuasaan ekonomi dan politik”

“Kalau sempat dan pas menganggur di tempat indekos kalian, coba ada yang baca ayat Tuhan: ‘Dan adalah di kota itu sembilan orang laki-laki yang membuat kerusakan di muka bumi, dan mereka tidak berbuat kebaikan’. [1] (An-Naml 48). Kemudian saya yakin kalian juga percaya kepada Maha Penguasa Yang Sesungguhnya atas kehidupan ini, yang berjanji: ‘Dan mereka merencanakan makar dengan sungguh-sungguh dan Kami merencanakan makar (pula), sedang mereka tidak menyadari’.” [2] (An-Naml 50).

search cart twitter facebook gplus whatsapp youtube image ornamen-left ornamen-right ornamen-center iqra