Muhammad Ainun Nadjib

Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) melakukan dekonstruksi pemahaman nilai, pola komunikasi, metoda perhubungan kultural, pendidikan cara berpikir, serta pengupayaan solusi masalah masyarakat.

Website Twitter Facebook Google+

Daur-II • 022

Mati Menganiaya Diri

“Saya serius tentang pembicaraan kita yang tidak pernah tuntas. Dialog kita ini kabur kanginan. Diterbangkan oleh naluri dan selera ke angkasa yang tak menentu”, Ndusin mengulangi protesnya, “Pakde kalian Brakodin belum selesai bicara soal Presiden, pindah ke tenaga kerja di luar negeri.

CakNun.com

Daur-II • 021

Ditimpa dan Musibah

Ndusin yang sejak tadi seperti tertidur di pojok ruang, tiba-tiba bersuara. “Ini omong apa saja. Tema berpindah-pindah, berganti-ganti, kesana kemari tak ada remnya.

CakNun.com

Daur-II • 020

Latihan Lemah Lembut

Brakodin tertawa. “Aslinya ada keinginan besar diam-diam di dalam hati saya untuk sesekali menjadi Khatib shalat Jumat.…”

“Waduh”, Tarmihim tertawa sangat keras.

CakNun.com

Daur-II • 019

Cerminan Wajah Kotor

Giliran Brakodin yang sekarang tertawa. “Pakdemu Tarmihim ini melankolik, agak cengeng dan lebay. Ternyata sampai setua ini tidak kunjung sembuh”, katanya.

CakNun.com

Daur-II • 017

Tertawa Itu Sungguh-sungguh

“Maaf, maaf…”, Tarmihim hampir terbatuk-batuk menghentikan tertawanya dengan setengah paksa, “Mudah-mudahan saya tertawa ini semata-mata karena jenis adonan perasaan atau formula kejiwaan saya berbeda dengan kalian semua”.

CakNun.com

Daur-II • 016

Tertawa Itu Makhluk

Setelah bisa menguasai perasaannya dan menghentikan tertawanya, Tarmihim menerangkan: “Tertawa itu sebuah gagasan. Ia bagian dari fenomena ekspresi manusia. Di seluruh dunia manusia melakukan tertawa, dan tertawa mereka sama.

CakNun.com

Daur-II • 015

Tergetar dan Tertawa

“Kok malah menjadi-jadi tertawamu, Him?”, Brakodin agak tegang mendengar Tarmihim malah tertawa sesudah Junit membaca ayat.

“Saya tertawa karena gembira”, jawab Tarmihim, “saya bukan menertawakan.

CakNun.com

Daur-II • 014

Tak Mungkin Nabi Cekikikan

Uraian Brakodin dan respon lainnya mendadak terhenti karena suara tertawa Tarmihim. Terpingkal-pingkal tapi ditahan. Kedua tangannya menutupi mulutnya. Tapi desakan tawanya sedemikian kuat sehingga semua tahu.

CakNun.com

Daur-II • 013

Sombong, Kejam, dan Menyakiti

Tetapi menurut Brakodin, di samping kebanggaan bertemu dengan anak-anak muda Mujahidin, para pekerja keras dan para penekun ibadah kepada Allah di Negeri yang secara tradisi tidak mengenal Allah – Mbah Sot juga bercerita tentang kesedihan yang membuatnya berduka.

CakNun.com

Daur-II • 012

Gagah dan Ikhlas Berhijrah

“Mbah Sot kemudian mengobrol panjang dengan anak-anak muda yang gagah perkasa itu, dan sesudahnya mereka berteman sangat akrab. Bahkan mereka hadir di beberapa tempat di mana Mbah Sot mengobrol dengan cucu-cucunya Mujahidin.

CakNun.com
search cart twitter facebook gplus youtube image link