Emha Ainun Nadjib

Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) melakukan dekonstruksi pemahaman nilai, pola komunikasi, metoda perhubungan kultural, pendidikan cara berpikir, serta pengupayaan solusi masalah masyarakat.

Website Twitter Facebook Google+

Hinalah Aku, Jangan Islam, Please

Kepada semakin banyak saudara-saudaraku yang menghina Islam, kumohon: hinalah aku. Sebab aku lemah, tidak punya daya, maka hinaanmu akan efektif. Seandainya pun aku tersinggung dan ingin membalas, tak ada padaku kesanggupan untuk melaksanakannya.

Daur-II • 175

Allah Kok Ditolong

Junit juga tertawa. Dan rupanya agak serius dengan yang sedang mengalir dalam pikirannya. Sehingga berkepanjangan tertawanya.

“Kenapa, Nit?”, tanya Pakde Sundusin.

Daur-II • 174

Taiasu dan Kafir

Pakde Tarmihim meneruskan.

“Kemudian cara menggendong dan memanggulnya harus bijaksana. Dan yang disebut pandai atau berilmu adalah kalau antara keperkasaan menggendong dengan kebijaksanaan cara mengayomi, sudah menjadi satu keutuhan harmoni…”

Seger tersenyum.

Daur-II • 173

Menyayangi dalam Kelumpuhan

“Kasih sayangnya mana, Pakde?”, Seger bertanya, “Kenapa rutenya hanya keperkasaan, kebijaksanaan, dan ke-alim-an. Kasih sayangnya di mana?”

Pakde Tarmihim agak kaget juga oleh pertanyaan itu.

Daur-II • 172

Bijaksana Dulu, Baru Pandai

“Jadi kami ini dilahirkan, dibesarkan, dan dididik oleh tradisi budaya dan bangunan peradaban di mana anugerah besi yang menyimpan kekuatan yang hebat dari Allah itu terang benderang dipakai manusia untuk menyombongkan diri dan menyombongi sesama manusia.

Daur-II • 171

Bersegera Mengayomi

Padahal, kata Mbah Sot, tidak perlu proses pemikiran yang pelik, tidak perlu pengerahan kerja akal sampai memaksa dahi berkerenyit. Tinggal bersyukur dan menerima kerangka konteks dari Allah itu.

Manusia, Negara, dan Celana

Kalau berkerumun dengan masyarakat, misalnya yang hadir seribu orang, kalau di antara mereka ada 50 saja anak-anak, maka saya menyimpulkan bahwa fokus primer forum itu adalah yang 50 anak-anak. Yang 950 orang-orang dewasa bersama saya dan KiaiKanjeng wajib mengabdi kepada yang dibutuhkan oleh anak-anak itu.

Indonesia Makam Pancasila

Goal puncak kehidupan bernegara kita di Indonesia adalah tercapainya Sila-5: Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Tampaknya itu sudah tercapai. Kalau melihat kegaduhan nasional dua tahun terakhir ini tema utamanya adalah ideologi, filosofi, dan prinsip-prinsip nilai.

search cart twitter facebook gplus whatsapp telegram youtube image image link