Muhammad Ainun Nadjib

Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) melakukan dekonstruksi pemahaman nilai, pola komunikasi, metoda perhubungan kultural, pendidikan cara berpikir, serta pengupayaan solusi masalah masyarakat.

Website Twitter Facebook Google+

NAJWA MENANTI SHOIKHAH

Di sebuah forum ada orang yang menuduh saya mengerti Bahasa Arab, sehingga bertanya: “Apa Bahasa Arabnya Medsos?”

Karena tuduhannya ngawur, maka saya merasa berhak untuk menjawab ngawur juga: “Najwa”.

CakNun.com

Daur-II • 113

Paduka Agen Al-Qur`an

“Mungkinkah kita menjadi Muslim sejati atau kaffah, tanpa menjadi Ulama? Mungkinkan Allah menerima seorang hamba dengan ridha-Nya tanpa ia mencapai kualitas ilmu dan kesalehan setingkat Ulama?

CakNun.com

Daur-II • 112

Tuhan dalam Undang-undang

“Masyarakat menyebut-Mu dalam sujudnya, bahkan mencantumkan-Mu dalam filosofi dan undang-undangnya, namun meyakini bahwa tidaklah relevan dan proporsional untuk meletakkan-Nya sebagai faktor primer dalam rapat-rapatnya, dalam musyawarah pembangunan Negaranya.

CakNun.com

Daur-II • 111

Eksplorasi Manfaat

Ternyata Markesot menjadi berkecil hati juga. Sejak itu ia agak banyak diam dan menulis catatan-catatan.

“Wahai Baginda Muhammad, karena aku ini orang kebanyakan, dan tergolong bukan orang khusus, bukan Ulama, melainkan sembarang orang – maka aku jadi merasa bersalah dan kotor untuk berdekatan dengan Al-Qur`an.

CakNun.com

Daur-II • 110

Agama Pembalasan

Terhadap kritik “koyok Islam-islamo”, Markesot tertawa agak pahit. “Masyarakat kita ini sudah dilanda penyakit identitas, papan nama, simbol dan indikator”, katanya, “kalau mendengar ayam berkokok, nomor satu nikmatilah keindahan bunyi kokok itu, merdekakan dirimu bahwa yang berkokok adalah ayam, lupakan dulu identitas gendernya bahwa ia ayam jantan, kemudian bebaskan diri dari persangkaan bahwa kokok itu dipekikkan atas dasar ideologi, agenda politik, pencitraan sosial, atau apapun.

CakNun.com

Daur-II • 109

Jalan-jalan Di Langit

Teman-teman di Patangpuluhan dulu, termasuk Saimon yang muncul hanya sesekali, atau di era Sapron, hingga para akselerator gelandangan seperti Sundusin, Tarmihim, dan Brakodin, sering berbisik-bisik di antara mereka tentang kekhawatiran kalau sampai masyarakat luas di kampung tahu bahwa Mbah Sot sering mengungkap-ungkap ayat-ayat, hadist-hadits, atau khazanah-khazanah Islam lainnya.

CakNun.com

Daur-II • 108

Ewuh Pekewuh kepada-Nya

Rupanya suasana kehidupan dan nuansa kemanusiaan seperti itu yang Kanjeng Nabi tidak tega dan berat hati kepada ummatnya. “Niscaya telah dihadirkan Duta yang berasal dari kalangan kalian sendiri, yang berat hatinya atas derita kalian, yang amat sangat menginginkan kedalaman keimanan kalian, serta jiwanya penuh kasih sayang kepada orang-orang yang beriman”.

CakNun.com

Daur-II • 107

Keder Terhadap Harta Benda

Sangat memalukan bahwa manusia selama 14 abad lebih disindir oleh Allah “merasa puas dengan kehidupan dunia, serta merasa tenteram dengan kehidupan itu[1] (Yunus: 7), tidak merasa tersentuh perasaannya dan tidak merasa terpukul akal pikirannya.

CakNun.com
search cart twitter facebook gplus youtube image image link