Emha Ainun Nadjib

Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) melakukan dekonstruksi pemahaman nilai, pola komunikasi, metoda perhubungan kultural, pendidikan cara berpikir, serta pengupayaan solusi masalah masyarakat.

Website Twitter Facebook Google+

Daur-II • 194

Allah Memelopori Tauhid

“Kata Mbah Sot, betapa Allah senantiasa nyawiji kepada hamba-hambaNya”, kata Pakde Brakodin, “Ia Maha Suci dan Maha Mandiri sehingga tak perlu nama, tapi Ia memperkenalkan diri-Nya dengan nama Allah untuk memudahkan komunikasi kita”.

Daur-II • 193

Seolah Allah Tak Tahu

“Maksudnya bagaimana kok Mbah Sot mengutip firman sambil tertawa?”, Toling penasaran.

“Kalau orang tertawa mestinya ya karena bergembira atau bersyukur”, jawab Pakde Brakodin, “kalau menertawakan, itu baru masalah…”

“Kenapa Mbah Sot tertawa?”

“Saya menyimpan sejumlah catatan lepas Mbah Sot.

Daur-II • 192

Tarekat Kahfiyah

“Ainul Hurri justru seakan-akan disembunyikan oleh Tuhan dalam kesempitan Gua. Di luar Gua yang sangat luas, justru terbit kesempitan-kesempitan dan kedangkalan-kedangkalan.

Kenapa Tidak Kudeta

Kenapa bukan Nabi Khidlir saja yang tampil menaklukkan Fir`aun? Apa susahnya bagi Khidlir untuk “nylentik” Fir`aun? Kenapa harus Musa yang melawan, yang berguru kepada Khidlir terbukti tidak lulus?

Daur-II • 191

Ashabul Markesot

Anak-anak muda itu, Junit Toling Jitul Seger, tersadar bahwa awalnya tadi yang mereka coba gali dari para Pakde Paklik adalah “Siapa Mbah Markesot”.

Daur-II • 190

Mata Uang Zaman Yang Lain

Para Pakde Paklik sudah mendengarkan dengan serius dan seksama berturut-turut pengemukaan Junit, Jitul, Toling, dan Seger. Dengan penasaran, kegembiraan, tapi juga kegelisahan.

Bedhol Negoro (1)

Situasi saling tidak percaya, kebencian, permusuhan, dan konflik antara pemeluk Agama tiba-tiba marak dan menjadi kecemasan primer Negara dan bangsa, membawa kita kepada perlunya bercermin ke masa silam sejarah kita sendiri.

Daur-II • 189

Menegakkan Pagar Masa Depan

“Padahal begitu lebar Allah membuka pintu pengampunan demi keselamatan manusia. “Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

search cart twitter facebook gplus whatsapp youtube image image link