Empat Retakan Jiwa Bangsa Nusantara

“Perahu Retak” aslinya adalah judul sebuah lakon teater di awal 1980an yang berkisah tentang sejarah Nusantara pada awal abad 15. Inti kandungannya adalah kegagalan Bangsa (yang pernah sangat besar) Nusantara untuk menemukan kepribadian sosialnya sesudah punahnya kekuasaan besar Kerajaan Majapahit. Baca selengkapnya

Membentuk Kultur Kenabian dalam Masa Kontemporer

Jum’at malam 30 Maret 2012 lalu digelar Sarasehan Budaya di Pelataran Parkir Timur Fakultas Hukum UII Yogyakarta. Acara malam itu menghadirkan Cak Nun, Pak Busyro Muqaddas serta beberapa pejabat struktural dari universitas bersangkutan. Tema yang diambil yaitu “Membentuk Kultur Kenabian dalam Masa Kontemporer”. Baca selengkapnya

Beragama tapi “Atheis”

Beberapa Jamaah Maiyah Gambang Syafaat bertanya kepada saya, “Mas mengapa orang-orang yang pengetahuan dan praktek beragamanya sudah tinggi namun masih juga korupsi?” Saya cukup kaget mendengar pertanyaan tak terduga itu, apalagi teman-teman juga menunjuk bahwa tersangka koruptor wanita kini juga gemar pakai jilbab. Teman-teman ini tidak mau menunjuk nama para koruptor yang kini disorot media tersebut, namun mereka bilang bahwa para koruptor itu juga ada yang pernah nyantri (jadi “mantan” santri, batin saya), ada yang pernah jadi ketua kelompok perkumpulan organisasi Islam, mereka juga banyak memiliki nama yang juga sangat “Islami”, rajin umroh, rajin berkhotbah, dahinya hitam tanda lebih lama bersujud, bahkan ketika masih menjadi mahasiswa/ketika nyantri merupakan orang yang paling keras berteriak soal korupsi. Namun ketika kini masuk lingkaran kekuasaan, mereka ternyata juga orang yang paling kuat menginjak amanah rakyat dan rajin mencuri dan merampok kekayaan negara. Fenomena apa ini? Baca selengkapnya

Nabi Darurat dan Dunia yang Hamil Tua

Rencananya bulan-bulan terakhir ini “Sabdopalon Noyogenggong” akan berkeliling kota mementaskan lakon “Nabi Darurat, Rasul Ad-Hoc”. Pertanyaan kita tentu sama: apakah sudah separah inikah kehidupan dunia hingga kita butuh lagi kehadiran seorang Nabi atau Rasul? Apakah (Nur) Muhammad tidak cukup sebagai rasul terakhir untuk membawa ke arah dunia yang rahmatan lil’alamin atau juga bilhikmati wa-lmau’idlati-lhasanah? Apakah tugas beliau gagal hingga kita rusak parah seperti saat ini? Baca selengkapnya

Maiyah “Bernyanyi”

Logikanya dikaruniai bakat menyanyi seperti Whitney Houston, Michael Jackson, Elvis Presley, dst, akan sangat membahagiakan hati. Bagaimana tidak, hanya bermodalkan suara bagus, mereka dipuja karena menyenangkan banyak orang, serta dibayar dengan mahal. Dapat dibayangkan sekali pentas, bayaran mereka setara dengan kerja seorang sopir bus selama beberapa tahun, bahkan melebihi gaji seorang presiden.

Karenanya, ketika Whitney Houston (juga Elvis Presley, Michael Jackson, Jimmy Hendrix, Kurt Cobain, dst) ditemukan tewas (di hotel) akibat overdosis, orang jadi tersadar, justru hidup yang “overdosis” kekayaan dan ketenaran seperti itulah, menyimpan energi dahsyat untuk merusak diri. Orang-orang seperti itu adalah orang yang mengingkari rasa syukur kepada Allah. Bakat yang luar biasa dan harta yang melimpah tidak disyukuri, namun dijadikan untuk foya-foya dan tidak ingat yang memberi, yakni Allah. Baca selengkapnya