Daur-II • 174

Taiasu dan Kafir

Pakde Tarmihim meneruskan.

“Kemudian cara menggendong dan memanggulnya harus bijaksana. Dan yang disebut pandai atau berilmu adalah kalau antara keperkasaan menggendong dengan kebijaksanaan cara mengayomi, sudah menjadi satu keutuhan harmoni…”

Seger tersenyum.

Daur-II • 173

Menyayangi dalam Kelumpuhan

“Kasih sayangnya mana, Pakde?”, Seger bertanya, “Kenapa rutenya hanya keperkasaan, kebijaksanaan, dan ke-alim-an. Kasih sayangnya di mana?”

Pakde Tarmihim agak kaget juga oleh pertanyaan itu.

Daur-II • 172

Bijaksana Dulu, Baru Pandai

“Jadi kami ini dilahirkan, dibesarkan, dan dididik oleh tradisi budaya dan bangunan peradaban di mana anugerah besi yang menyimpan kekuatan yang hebat dari Allah itu terang benderang dipakai manusia untuk menyombongkan diri dan menyombongi sesama manusia.

Manusia, Negara, dan Celana

Kalau berkerumun dengan masyarakat, misalnya yang hadir seribu orang, kalau di antara mereka ada 50 saja anak-anak, maka saya menyimpulkan bahwa fokus primer forum itu adalah yang 50 anak-anak. Yang 950 orang-orang dewasa bersama saya dan KiaiKanjeng wajib mengabdi kepada yang dibutuhkan oleh anak-anak itu.

search cart twitter facebook gplus whatsapp telegram youtube image image