CakNun.com

Pagi di 1 Januari 2024

Memasuki 2024 — mosok yo mau memberi tips-tips resolusi. Menyarankan bikin planing-planing. Menganjurkan muhasabah. Dan lain-lain. Pasti itu tidak bisa saya lalukan. Lingkungan utama saya adalah komunitas Kadipiro: KiaiKanjeng dan sekitarnya. Agak lebih luas: Jamaah Maiyah, itu pun terbatas yang rutin sambung-menyambung komunikasi.

Mereka bukan seperti masyarakat umumnya yang membutuhkan tips-tips atau saran-saran. Dugaan saya — mereka sudah bisa melakukan sendiri apa yang harus dilakukan. Istilan lain: wis gede-gede dan tua, insyaallah wis matang dan cerdas. Jamaah Maiyah dikenal bengal: bisa positif dan negatif.

Tidak mungkin mereka meminta saran: Mas pilih 01, 02, apa 03? Kalau pun meminta saran, lalu dikasih pandangan, akan dibantah sendiri. Karena sebelum bertanya, mereka sudah punya ‘jago’ sendiri. Atau ketika meminta pendapat: Mas, bagaimana kami menyikapi Gus Fuad Pleret misalnya. Dikasih pandangan dan solusi langkah-langkah pun belum tentu juga mau melakukan. Ini contoh bengal yang saya maksud. Bengal tidak selalu negatif — bengal bisa dikategorikan sikap mandiri. Jejeg.

Mbah Nun puluhan tahun mendidik anak-anak Maiyah dengan sikap-sikap kemandirian dan kemerdekaan berpikir. Membekali cara pandang dan sudut pandang. Kemarin di Sidoarjo, ada salah satu Jamaah Maiyah memakai kaos bertuliskan: “Teruslah Bekerja, Jangan Berharap pada Negara”.

Saya tersenyum agak kecut membacanya. Mbah Nun ngajari poso, batin saya. Lalu jadi ingat juga esai Mbah Nun yang berjudul “Ramadhan Sepanjang Zaman”. Juga tulisan Mbah Fuad yang berjudul “Ramadlan Sepanjang Tahun”.  Jamaah Maiyah diajari puasa sepanjang zaman. Teruslah Bekerja, Jangan Berharap pada Negara adalah aplikasi puasa yang sesungguhnya. Sikap kemandirian. Dan itu bisa dijadikan bekal teman-teman Maiyah dalam menghadapi pemilu 2024.

Tgl 1 Januari 2024 masih pagi. Ada yang WhatsApp saya:

Kak,,, tadi mencoba curhat ke ustad trnyta jawabnya mlh nambhi pusing.

Saya saat ini betul2 butuh bimbingan jangan sampe ada hal yg TDK diinginkn saya lakukn.

Mau keluar kendaraan tdk ada ,mau ojek tdk ada ongkos.

Beras saja tdk punya aplg utk ojek.

Dari kemarin puasa karena tdk ada beras dll.

Trnyta org bunuh diri itu karena memang tidak ada orang peduli disaat lagi terpuruk.

Semua membenci, jauh, bilangin yg macem2 yg menambah beban.

Waktu ada kendaraan saya prnh ke rumah Abah Cak Nun tapi beliau ke luar kota.

Saya tidak tahu ini pertanda apa di awal 2024.

Lainnya

Zaeta, Bidadari Surga (1)

Zaeta, Bidadari Surga (1)

30 Maret 2021, 10:57 AM.

Notifikasi direct message di Instagram saya berbunyi, “Dokter ini aku Zeta”.