CakNun.com

Tidak Mewariskan Warung Makan

Foto: Adin (Dok. Progress)

“Apakah Mbah Nun pernah mengkhawatirkan keberlangsungan Maiyah ke depan mas?” tanya teman jamaah Maiyah kepada saya di Tulungagung. Saya hanya menjawabnya dengan cerita. Tentang pengalaman seorang jamaah lain dan keluarga Mbah Nun.

Seorang pemuda dari Lombok, pada malam Mocopat Syafaat bulan Juli kemarin mengungkapkan refleksinya di hadapan jamaah Maiyah. Ada sebuah pesan Mbah Nun yang ia pegang teguh. Pesan ini terkait dengan kondisi psikologisnya yang sering khawatir dan cemas. “Jika sedang cemas, bacalah dua ayat terakhir dari surah At-Taubah,” begitu pesan Mbah Nun yang ia tangkap.

Maka, tiap kali datang rasa kekhawatiran yang berlebih, pemuda ini segera membaca: Laqod jaa-akum Rosuulun min anfusikum ‘aziizun ‘alaihi maa ‘anittum hariishun ‘alaikum bil-mu`miniina ro`uufur-rohiim. Fa-in tawallaw faqul hasbiyalloohu laa ilaaha illaa Huwa ‘alaihi tawakkaltu wa Huwa Robbul ‘Arsyil ‘Adhiim. Dan kemudian jiwanya pun tenang.

Sebenarnya ada cerita lain dari dzurriyah Menturo sebelumnya. Ketika sore hari sebelum Mocopat Syafaat digelar, yang tidak diketahui pemuda Lombok tadi. 

Mulai sore itu, keluarga membaca dua ayat tadi. Salah dua dari beberapa ayat favorit Mbah Nun. Itu dibaca sebanyak 41 kali. Alhamdulillah, saat maghrib Mbah Nun menunjukkan perkembangan positif. Maka malam itu, pada Tawashshulan di akhir Mocopat Syafaat, dua ayat itu dibaca lagi sebanyak 41 kali. Pun pada Tawashshulan seterusnya di Kadipiro.

Saya tidak mengatakan kalau Mbah Nun tidak pernah cemas. Sebagai manusia biasa, tentu beliau punya kekhawatiran. Tetapi dengan keyakinan Allah dan Rasulullah pun ber-Maiyah bersama kita, melalui dua ayat tadi akan hadir ketenangan.

Justru kita yang harus menegaskan kepada Mbah Nun. Mpun mbah, jenengan tidak perlu khawatir. Kami anak-cucu Maiyahmu akan selalu menjaga nilai-nilai dan mengamalkan ilmu yang jenengan wariskan. Jelas-jelas bermanfaat.

Semua itu sangat banyak bagi kami. Karena kalau jenengan punya pikiran mewariskan usaha warung makan, jangan-jangan nanti hasilnya malah kami pakai judi online dan terjebak banyak utang Mbah.[]

Pinggirsari, 31 Juli 2023

Lainnya

Taharrok, fa inna fi-l-harokati, barokah.

Taharrok, fa inna fi-l-harokati, barokah.

Yang kita rindukan adalah senyum Simbah ini. Dan senyum Simbah akan muncul dengan melihat kita, anak cucu Maiyah, yang terus berproses dan berkreasi di Kenduri Cinta