Jemput Bola dan Kesungguh-sungguhan Menunaikan Dhawuh Guru

Sore hari 13 September 2022, saya terkejut ketika membaca chat WA dari Pak Mustofa W Hasyim. Terkejut oleh sebab jurus bertanya beliau yang kali ini berbeda dengan biasanya.

Foto: Adin (Dok. Progress)

“Lik, hari ini H-4 Pitulasan. Kira-kira teman-teman NM apakah siap untuk sinergi ke Mocopat Syafaat September?”.

“Insya Allah siap Pak. Lha pripun?”.

“Kalau teman-teman siap, saya coba koordinasikan dengan Kadipiro”.

“Nggih Pak. Sip.”

Dalam benak saya, yang ada ya hanya siap dan budhal. Lha wong saya ini “meguru” kepada Beliau, mosok ya mau njawab tidak siap. Rasa-rasanya kok tidak “trep” (pas) sama sekali. Pokok’e bondho Bismillah, semoga koordinasi dengan teman-teman Nahdlatul Muhammadiyyin (NM) bisa sat-set dan lancar, kata batin saya penuh harap. Amin.

Dua hari kemudian, Pak Mustofa W Hasyim me-WA lagi.

“Lik, di Mocopat Syafaat besok NM akan mbahas apa? Itu pertanyaan dari Mas Helmi. Tolong dijawab nggih, dikirim ke saya, nanti saya kirim ke Mas Helmi.”

Duhjiann, saya membaca pesan WA tersebut selang 2 jam dari waktu dikirim Pak Mustofa. Sesegera mungkin saya tulis usulan bahasan NM jika naik ke panggung lagi bulan ini. Whuzz, centang 2 biru sudah saya lihat di chat WA saya dengan Beliau. Inti bahasan adalah “ndandani masyarakat, ndandani kehidupan”. Alhamdulillah, lega, sudah terkirim, bisa ngrumat keluarga lagi. Maklum, pada waktu ba’da Maghrib ada banyak “jatah kegiatan rutin” yang harus saya selesaikan di rumah.

Dinihari 01:01 sampai dengan 02:30 WIB, 16 September 2022 pesan-pesan WA Pak Mustofa masuk lagi ke android saya. Dan siangnya baru saya baca.

“Ini pesan WA dari Mas Helmi, tulis Pak Mustofa WH.”

“Sudah saya sampaikan kepada Mbah Nun. Dan respons Beliau: Nek aku TASHLIHUL HAYAT: KESHALEHAN MAIYAH.”

“Piye?”, tanya Pak Mustofa W Hasyim berikutnya.

“Nggih Pak. Siap, pangestunya saya coba koordinasi dengan teman-teman NM,” jawab saya.

Heishh, gasspol update info saya sowankan ke teman-teman NM via grup WA. Ada pilihan “darurat jurus”, yakni rembug padat pada Jum’at malam dan Sabtu siang. Bismillah, bondho yakin kami (NM) lakoni semampunya, dengan sungguh-sungguh.

Alhasil, rembug jumat malam dan sabtu siang menjadi “medan godog bahasan TASHLIHUL HAYAT” sejauh teman-teman NM mampu menyelami. Sebagaimana kemudian yang kami “visualkan” di Mocopat Syafaat September 2022. Yang tentu semoga sampai pada “titik harapan” Simbah, Jamaah Mocopat Syafaat, Jamaah Maiyah, dan ummat. Atau malah bisa jadi “sak kuku ireng wae urung”, kami mohon maaf dan kritik saran.

Akan tetapi, dua hal yang saya catat betul pada 18 September 2022 menjelang Subuh adalah sinau jurus jemput bola dan kesungguh-sungguhan menunaikan dhawuh guru.

Yogyakarta, 19 September 2022.