Kapas dan Gravitasi

Gravitasi, suatu tarikan dari pusat bumi maupun setiap dan antar planet atau semua benda-benda di alam semesta — adalah sumber ilmu tentang konsep dan kehendak Allah atas kehidupan yang wajib dipelajari oleh manusia agar ia tidak gagal paham tentang hidupnya.

Gravitasi adalah alat Allah untuk memperkenalkan dan menganugerahkan kepada manusia bahwa hidup ini memerlukan ukuran-ukuran (“qadar”). Baik ukuran material atau jasadiyah atau spiritual atau ruhiyah. Qadar itu membuat setiap perbuatan, lelaku, usaha dan perjuangan yang dilakukan oleh manusia menjadi ada maknanya, tempat dan pemetaannya. Juga menjadi ada yang disebut awal dan akhir, gagal dan tercapai, cepat dan lambat, rendah dan tinggi, serta berbagai satuan lainnya.

Gravitasi membuat jasad kita ada bobot atau beratnya. Seluruh pembangunan peradaban manusia berakar pada satuan itu. Apalagi teknologi. Ketika jasad menguak roh, ditemukan dunia ini memberati dan memberatkan hidup manusia. Manusia yang sukses perjalanannya menuju Allah adalah yang tidak diberati oleh keduniaan. Jiwanya seperti kapas, tenteram, muthmainnah. Ia menempuh kehidupan dunia tanpa diberati kakinya oleh gravitasi keduniaan. Ia merdeka dari yang Kanjeng Nabi Muhammad Saw istilahkan: “hubbud dunya wa karahiyatul maut”. Di tengah peradaban modern yang amat sangat materialistis, orang macam itu posisinya terasing. Karena yang ia tempuh adalah jalan sunyi.

Lockdown 309 Tahun