Bermalam Minggu di Kenduri Cinta

Kenduri Cinta edisi November 2019, TIM Jakarta, Sabtu 16 November 2019

Edisi November kali ini, Kenduri Cinta dilaksanakan pada hari Sabtu. Sebuah anomali jika merujuk jadwal rutin Maiyahan Kenduri Cinta setiap bulannya. Memang, lumrahnya Kenduri Cinta dilaksanakan pada Jumat pekan kedua. Namun kali ini bergeser menjadi hari Sabtu.

Bukan tanpa alasan, karena sehari sebelumnya Cak Nun dan KiaiKanjeng memenuhi undangan Sinau Bareng di Universitas Airlangga, Surabaya. Di dalam organisme penggiat Kenduri Cinta sendiri memang menyepakati sebuah rumusan, bahwa Maiyahan di Kenduri Cinta tidak akan dilaksanakan jika bersamaan dengan agenda Sinau Bareng Cak Nun dan KiaiKanjeng di tempat lain. Begitu juga, jika tanggal pelaksanaan Kenduri Cinta bersamaan dengan Maiyahan rutin di 4 Simpul Maiyah induk: Padhangmbulan, Mocopat Syafaat, Gambang Syafaat dan Bangbang Wetan. Kenduri Cinta memilih untuk menggeser tanggal penyelenggaraannya.

Bergesernya hari pelaksanaan Kenduri Cinta bukan pertama kali terjadi. Kita mundur ke beberapa tahun belakang. Di tahun 2013, Kenduri Cinta edisi Desember dilaksanakan pada hari Sabtu. Saat itu Cak Nun dan KiaiKanjeng hadir dengan mengangkat tema “Allah Audiensku, Bahagialah yang Terasing”.

Kemudian di tahun 2014, ketika Kenduri Cinta mensyukuri 14 tahun perjalanannya, sebuah event besar dihelat, dengan menghadirkan Cak Nun dan KiaiKanjeng dan Komunitas 5 Gunung dari Magelang di bawah asuhan Mas Tanto Mendut. Juga sebuah kejutan ketika teman-teman dari Teater Flamboyant Mandar juga hadir. Saat itu, Kenduri Cinta yang mengusung tema “Bayang-bayang Para Ksatria” dihelat pada hari Senin.

Kemudian di tahun 2017 pada edisi Mei, saat itu juga digelar pada hari Senin, 15 Mei 2017. Tema yang diangkat adalah: “Takfiri versus Tamkiry”. Jadi sekali lagi, bergesernya hari pelaksanaan Kenduri Cinta bukan baru pertama kali terjadi.

Dan memang penggiat Kenduri Cinta memiliki banyak pertimbangan dan perhitungan, juga selalu berkoordinasi dengan Progress (Sekretariat Mbah Nun dan KiaiKanjeng Jogja). Toh bukankah yang paling penting adalah kegembiraan kita dalam Sinau Bareng di Kenduri Cinta?

Malam minggu di Kenduri Cinta kali ini insya Allah berlimpah berkah. Kita datang, duduk melingkar bersama, sinau bareng, sholawatan bareng, gembira bareng, bahagia bareng. Karena bukankah yang demikian itu menyenangkan?

Buku dan Merchandise