45

99 Untuk Tuhanku, 1983

Tuhanku
apa yang perlu dirahasiakan dari
rahasia?
Tuhanku
ingat aku begitu dungu
kupersiapkan rahasia
buat pertemuan kita
kututup jendela, pintu, dan kelambuku
kupacu diri agar bisa tolak tamu
sementara di ranjang, kubujurkan
hari-hariku yang panjang
masa silam rusuh yang meletihkan.
siapa itu yang mengetuk pintu? tidak—tak mungkin lagi
aku percaya
kepada segala yang tampak
matahari yang terang benderang hanyalah ejekan bagiku
kegelapan hati, persahabatan yang balau,
senyuman pengkhianatan, pisau yang diam-diam
menikam, kerasukan hasrat,
kemunduran rasa, hati
ringkih, jiwa luntur.
Tuhanku
sepenuhnya
aku adalah bagian dari gelombang
yang dahsyat itu, sepenuhnya kutahu
itulah jalan memahami-Mu
Tuhanku
sertai aku berjuang
merebut diriku sendiri, dari segala yang Kau benci
hendaknya Kau bersabar, sebab di tengah
hiruk pikuk
ini, terkadang lupa aku
mengenang-Mu

Buku Cak Nun