Saling Mengamankan

Saudara-saudara saya Cina di seluruh dunia, di sini maupun di sana, para pengurus NKRI. Mohon berkenan menerima cinta dan peneguhan paugeran hidup untuk saling mengamankan di antara kita sebagai sesama makhluk ciptaan Tuhan.

Kalau saya anti-Cina, anti-Barat atau anti makhluk apapun, termasuk Setan dan Iblis–berarti saya durhaka kepada Tuhan dan melanggar Agama saya. Bahkan kalau saya anti tlethong Sapi atau uwuh dan larahan, saya melecehkan Maha Sangkan Paran kita semua. Iblis dan tlethong Sapi ada atas rencana dan perkenan Tuhan. Kita berkewajiban menyikapi dan mengelolanya berdasarkan tuntunan Penciptanya.

Saya hadir untuk turut menjamin bahwa di antara kita semua di Yogya, Indonesia dan seluruh Bumi, tidak ada ancaman terhadap nyawa, martabat dan harta benda. Tidak ada penggerogotan, tidak ada tipu daya untuk nafsu kepemilikan, tidak ada arus Adigang Adigung Adiguna yang di-package dengan bungkus jargon-jargon indah, yang di-branding dengan idiom anti-diskriminasi, anti-rasisme dan apapun, yang dimanipulasi untuk mencapai ambisi penguasaan dan kepemilikan tanpa ukuran.

Sumber: Merawat Sejarah Keistimewaan Yogya untuk Kedaulatan NKRI