Padhangmbulan: Bersama dalam Kegembiraan, Gembira dalam Kebersamaan

Liputan Majelis Ilmu Padhangmbulan 26 Juli 2018

Jamaah pengajian Padhangmbulan memadati area halaman. Tampak di sela-sela jamaah anak-anak kecil bersama ayah ibunya. Tenang dan mengamati setiap gerak Mas-Mas dan Bapak-Bapak di atas panggung. Sorot mata anak-anak itu berbinar, menyiratkan jalan hidup mereka yang masih panjang.

Surat Yasin dibaca oleh Bapak Abdullah Qayim. Mas Hakam melanjutkan dengan Wirid Padhangmbulan. Ya Allahu ya Rahmanu ya Rahim…

Cincin Rembulan, film pendek yang diproduksi oleh kawan-kawan Omah Padhangmbulan, menyapa jamaah. Film berdurasi tujuh menit itu menyampaikan pesan tentang permainan tradisional yang semakin jarang dimainkan.

Penayangan film pendek ini merupakan ajakan bagi teman-teman jamaah untuk berkolaborasi dan berkarya. Gembira dalam kebersamaan, bersama dalam kegembiraan. Padhangmbulan menjadi semesta pembelajaran sekaligus ruang berkarya bagi kita semua.

Spesial juga, pada malam ini lagu dan video klip lagu Padhangmbulan karya Franky Sahilatua yang liriknya ditulis Mbah Nun, ditayangkan dan dinyanyikan bersama-sama oleh jamaah.

Jamaah diajak untuk semakin mengendap, menatap nurani masing-masing. Lantunan ayat suci Al-Quran dibacakan oleh Muhammad Farikhul Muttaqin dari Sidoarjo.

Tidak cukup qiroah, Mbah Nun meminta Mas Fakhri untuk membaca surat Al Fatihah, An Naas, Al Falaq, Al Ikhlas secara murotal bersama jamaah.

Malam ini pengajian Padhangmbulan berada dalam atmosfer atau cuaca yang memicu dan memacu semua sel-sel kesadaran untuk sinau bareng.

Belajar dari keindahan lantunan qiroah Mas Fakhri dan alunan musik teman-teman Aji Soka Bojonegoro, Mbah Nun menegaskan kembali jangan sampai kita saling mengungguli satu sama lain. “Sak legi-legine gulo gak iso dadi asin,” ujar Mbah Nun.

Yang dapat kita lakukan adalah berhusnudhdhon, la’allakum, semoga dan mudah-mudahan.

Kawan, mari saling sawang-sinawang. (Achmad Saifullah Syahid)