Oportunis

Oportunis berasal dari bahasa Inggris opportunity: peluang. Sedangkan akhiran -is merujuk pada orangnya. Dari kacamata ini, sepertinya wajar saja, hanya berarti “orang yang mengambil peluang”. Tapi tunggu dulu—oportunis adalah sikap yang suka mengambil tiap kesempatan belaka dengan mengacuhkan prinsip yang dia pegang. 

Contoh, saat terjadi bencana alam—banyak yang kesulitan mencari tempat berlindung, bahan makanan, serta MCK. Bagi sebagian orang, saat seperti itu waktunya membantu sesama. Namun bagi oportunis, dia akan berusaha cari keuntungan. Misal menyewakan rumahnya untuk menginap, menjual makanan lebih mahal atau menarik biaya MCK lebih dari biasa. Oportunis cenderung pintar mengambil peluang, tak peduli sekecil apapun asal menguntungkan. “Untung” untuk diri sendiri, bukan yang lain. 

Bila yang memiliki sifat ini seorang pemimpin atau pejabat publik yang dipilih oleh rakyat, digaji gede, kerjanya duduk, rapat (bahkan sambil tidur) yang menaungi nasib banyak orang, tapi hanya mementingkan diri sendiri untuk keuntungan pribadi—apakah wajar?

Kiai ToHar