Me-‘nawan’ Pasangan Cagub dengan Memori Kemesraan

Catatan Singkat Sinau Bareng “Doa Bersama dan Deklarasi Damai Pilkada Jatim”, Surabaya 26 Juni 2018 - Bagian 2

Mbah Nun sempat menyampaikan betapa indahnya andai bisa menyaksikan dua pasang Cagub-Cawagub Jawa Timur yang akan berlaga pada Pilkada besok hari bergandengan tangan dan menyanyikan lagu “Kemesraan” satu nomor yang telah jadi tembang kenangan, dulu dipopulerkan oleh Franky Sahilatua.

Ketika menyampaikan hal ini, yang di panggung baru ada pasangan Khofifah-Emil. Namun tak lama, pasangan Cak Ipul-Puti ternyata telah sampai di lokasi acara. Segera saja, adegan yang baru saja disampaikan oleh Mbah Nun diejawantahkan dalam adegan panggung yang sangat mesra. Karena “Kemesraan” memang dilantunkan dengan diiringi aransemen KiaiKanjeng.

Mbah Nun sedikit menyutradarai komposisi panggung dengan menjadikan dua pasang ini sebagai ‘Pasangan Tertukar’. Maksudnya, cagub berpasangan dengan cawagub dari pasangan satunya, jadilah pasangan cagub-cawagub yang sengaja ditukar itu. Tujuannya tentu, melumerkan kekakuan.

Pada mulanya empat suara dari latar belakang politik berbeda ini memang saling timpang. Tumpang tindih nada, tempo kurang serasi. Itu biasa, karena memang ini penampilan panggung dadakan. Namun seiring lagu, empat suara berbeda ini pun menemukan titik harmonisnya. Apalagi kemudian, aransemen musik oleh KiaiKanjeng dengan lihai dari modern-pop menukik ke hentak dungtak dangdut. Segera saja kekakuan dan kebekuan mencair.

Jamaah tertawa terhibur, ratusan kamera merekam dan entah berapa banyak kepala menancapkan memori tentang kemesraan. Tak ada banyak kata-kata dan kalimat resmi semacam pernyataan perdamaian, penandatanganan nota kesepahaman, atau apapun yang mainstream-nya dilakukan dalam budaya modern yang senang dengan formalitas. Tapi sebagai bahasa politik, ini jauh lebih kuat karena sadar atau tidak, dua pasangan politik ini ‘ditawan’ dalam memori manusia dengan lambaran emosi perdamaian dan kemesraan.

Maka (semoga tidak) seandainya ada pasangan yang memancing ketidakkondusifan suasana guyub-rukun pasca adegan malam ini maka dia akan berhadapan dengan kemarahan dan kekecewaan ingatan dan harapan manusia. Ingatan dan harapan, tentang “Kemesraan”. (MZ Fadil)