Hati yang Tak Selesai

Hatimu tak pernah selesai manakala engkau menyediakan dirimu untuk disiksa oleh berbagai suku cadang ketidaktenteraman hidup. Salah satu sebabnya ialah karena engkau menyangka ada hubungan mutlak antara harta benda, jabatan, sukses, dan lain sebagainya dengan keinginan-keinginan. Padahal tidak mesti ada. Bahkan kalau engkau menjadi menteri atau presiden atau jabatan apapun karena memang sudah lama engkau menginginkannya dan mengupayakannya dengan segala macam ongkos ekonomi, kultural dan pengorbanan harga diri, apa enaknya, karena memang itu yang engkau cita-citakan dengan penuh dendam rindu.

Hatimu tak pernah selesai manakala engkau menyediakan dirimu untuk disiksa oleh berbagai suku cadang ketidaktenteraman hidup. Salah satu sebabnya ialah karena engkau menyangka ada hubungan mutlak antara harta benda, jabatan, sukses, dan lain sebagainya dengan keinginan-keinginan. Padahal tidak mesti…