Angkuh

Cahaya Tuhan kita halangi sendiri. Suara risalah kita curigai, hanya karena bahasanya berbeda dengan bahasa kita. Sabda kemuliaan kita singkirkan, firman kenegarawanan kita remehkan, hikmah-hikmah kita anak tirikan, rahasia obat penyembuhan penyakit bangsa kita kutuk-kutuk sendiri. Sedemikian angkuh cara kita berpikir seakan-akan kita sanggup menumbuhkan bulu alis sampai sepuluh sentimeter.