Syuhada dan Fix You

Malam itu saya sangat bahagia. Sekaligus sedih. Akhirnya, perasaan itu campur aduk sampai hampir keluar air mata saya. Perasaan campur aduk tersebut tiba-tiba saja muncul pada saat KiaiKanjeng mempersembahkan lagu Fix You dari Coldplay dengan aransemen yang berbeda dari lagu aslinya yang ditampilkan di depan Masjid Syuhada, Kota Baru, Yogyakarta. Dalam sebuah acara Sinau Bareng Cak Nun dan KiaiKanjeng yang diadakan oleh Masjid Syuhada.

Kok lebay sih? Memang lebay. Terserah mau dicap seperti apa. Yang pasti, itu rasa yang muncul di hati saya ketika lagu tersebut ditampilkan.

Pada momen tersebut saya teringat wilayah di mana saya tinggal. Tempat tinggal saya berada di sebuah Kecamatan yang di dalamnya ada tiga Desa. Masing-masing Desa mengkoordinir beberapa Dusun yang ada di wilayahnya. Di dusun-dusun tersebut dibagi-bagi lagi (walaupun tidak secara administratif) perihal ormas yang berkecimpung di tiap-tiap dusunnya. Ormas B di dusun ini, ini dan ini. Ormas H di dusun, itu, itu dan itu. Dusun saya adalah yang paling tidak jelas ormas apa yang berkecimpung di dalamnya. B dan H dipersilakan berkegiatan di dusun saya. Tetapi ada hal janggal yang saya rasakan. Seperti sebuah tatapan–tatapan kebencian yang menakutkan.

Ketika ormas B mengadakan suatu acara di dusun tempat saya tinggal, saya membantu mendistribusikan makanan dan minuman. Saya melihat sebuah wajah yang begitu kecewa. Untung beliau adalah guru SD saya dulu. Kalau bukan pasti saya akan bertanya, “Kenapa sedih? Ada yang bisa saya bantu?”. Karena beliau adalah guru SD saya, saya tidak berani menghiburnya. Pasalnya dulu di SD beliau pandai menghibur saya dan teman-teman. Saya yakin beliau bisa menghibur dirinya secara lebih baik dari hiburan yang saya usahakan.

Pada kesempatan lain saya berkunjung di tempat sesepuh ormas B. Di sana saya sampai bergidik namun agak-agak ingin marah juga. Begitu percaya dirinya dia memberikan penilaian yang buruk kepada ormas H, adiknya sendiri. Anehnya, malah memuji-muji ormas lain yang bukan saudaranya.

Pada saat saya berkumpul dengan teman-teman dari ormas B, mereka mengutarakan kebencian kepada ormas H. Begitu juga sebaliknya, ketika saya berkumpul dengan ormas H, mereka mengutarakan kebencian kepada ormas B. Padahal, keduanya satu rahim dulunya. Kakak adik yang akur untuk menyayangi negeri ini.

Saya membayangkan, andai saja tempat wilayah saya tinggal tersebut bisa berkombinasi dengan indah seperti Masjid Syuhada dan Fix You mungkin akan ada banyak tetesan air mata yang bukan akibat dari perasaan campur aduk. Tetapi dari rasa bahagia.

Syuhada dan Fix You yang lahir dari tata kebudayaan dan nilai berbeda saja bisa berkombinasi dengan sangat indah. Kenapa B dan H yang dulunya satu rahim tidak bisa. Begitu juga dengan Indonesia ini. Kenapa tidak bisa membentuk sebuah cincin. Padahal berasal dari logam yang sama. Senyawa yang saling melengkapi satu sama lain. Selain itu, kenapa cincin dari  Ayahanda yang diletakkan di jari manis Ibunda malah dilepaskan kemudian Ibunda dipersilakan untuk diperselingkuhi.

Semoga suatu saat nanti di seluruh penjuru negeri ini akan ada kombinasi indah semacam Syuhada dan Fix You.

Malam itu saya sangat bahagia. Sekaligus sedih. Akhirnya, perasaan itu campur aduk sampai hampir keluar air mata saya. Perasaan campur aduk tersebut…