Sinau Saling Berjalin Satu Sama Lain

Salah satu kunci yang tinemu dalam Sinau Bareng Cak Nun, Ibu Novia Kolopaking, dan KiaiKanjeng 21 Februari 2019 ini adalah kita bersama-sama belajar berjalin, saling percaya dan bekerjasama. Dasarnya adalah paradigma Maiyah yang universitas, bukan fakultatif. Sebuah paradigma yang dipelajari dr. Supriyanto Dharmoredjo dari Mbah Nun di kala masih kuliah dulu yang kini diterapkannya dalam memimpin RSUD dr. Iskak Tulungagung. Sehingga rumah sakit ini menjadi spesialis darurat yang banyak dicontoh baik oleh rumah sakit daerah maupun negara lain dalam saling berjalin dengan instansi pemerintah lain untuk memberikan pelayanan kesehatan yang terpadu kepada masyarakat.

Dan Mbah Nun–dengan resolusi pandang yang tinggi atas kondisi bangsa dan negeri ini–membimbing ribuan masyarakat yang hadir termasuk Wagub Jatim yang belum lama dilantik, Emil Dardak, untuk meningkatkan resolusi pandang dan memiliki paradigma baru. Tidak lagi paradigma yang mengekor Globalisasi, tapi paradigma baru yang dibangun atas kepercayaan diri dengan benar-benar mengenali dan memahami jati diri bangsa ini.

Setelah dua malam sebelumnya di Majelis Masyarakt Maiyah Padhangmbulan Jombang dan Bangbang Wetan Surabaya, pada Sinau Bareng dalam Milad Ponpes Segoro Agung ke-5 dengan tema “Sopao Kang Temen Bakal Tinemu” ini,  Mbah Nun tetap mengingatkan kita untuk selalu melibatkan Allah dalam hal apapun.

Buku Cak Nun