Pelataran Masjid Nurul Islam di Dusun Melikan, Desa Wonolelo, Kecamatan Pleret Kabupaten Bantul pada Kamis Legi 24 Agustus 2017 selepas isya cukup ramai. Nahdlatul Muhammadiyyin (NM) rupanya punya hajatan di sana. Yaitu memeringati miladnya yang keenam. NM didirikan pada 2011 lalu oleh sejumlah eksponen berlatar belakang NU dan Muhammadiyah. Milad ini diselenggarakan bersama Kelurahan Wonolelo, Pemuda Gemilang Desa Wonolelo, dan Takmir Masjid Nurul Islam Melikan.

Masyarakat sekitar datang berduyun-duyun usai sholat isya. Angin malam berhembus kencang di sekitar Masjid yang terletak di selatan Yogyakarta ini. Menuju ke Masjid ini melintasi jalan kecil mulus menanjak berbukit-bukit. Mereka datang ingin menyimak pangendikan Cak Nun yang merupakan sosok yang melatarbelakangi dibentuknya Nahdlatul Muhammadiyyin ini. Dalam memaknai Milad NM ini, tema yang diusung panitia adalah “Srawung Kawruh Nggayuh Kaluhungan”.

Dalam paparannya, inti yang disampaikan Cak Nun adalah mengajak semua hadirin untuk belajar menjadi manusia. Belajar menjadi manusia terlebih dahulu sebelum beranjak ke semesta nilai-nilai lainnya. Menjadi manusia adalah modal dasar bagi manusia untuk membangun hidupnya dan mengelola nilai-nilai dalam konteks pribadi, masyarakat, maupun negara.

Milad ke-6 Nahdlatul Muhammadiyyin