Bunda Cammana, Doa Anak Cucu Untukmu

Menjelang pukul 21.00 WIB malam, Mbah Nun mendapat pesan singkat dari Mandar, isinya singkat, “Bunda Cammana 4 hari yang lalu terpeleset, jatuh ketika hendak mengambil air wudhlu sholat Subuh”. Pesan singkat itu, seketika membuat panik, Mbah Nun menerima pesan tersebut langsung menghubungi Mas Gandhie di Bogor, yang kebetulan malam ini sedang rembug online bersama Fahmi, Tri Mulyana, Amien Subhan dan Rizky D. Rahmawan membahas teknis Reboan on the Sky besok malam.

Seketika diskusi mengenai teknis Reboan on the Sky pun berhenti. Semua saling mencari kebenaran informasi itu, untuk mengkonfirmasi pesan singkat yang diterima oleh Mbah Nun tersebut. 

Segera saling sambung dengan saudara-saudara Peperandang Ate di Mandar. Fahmi menghubungi Abah Tamalele yang ternyata juga sedang berada di rumah Bang Abed. Mas Gandhie menghubungi Pak Hamzah Ismail, dan setelah mendapat informasi tersebut Pak Hamzah segera meluncur ke kediaman Bunda Cammana  di Limboro untuk memastikan kondisinya.

Tak berapa lama, Pak Hamzah pun segera memberi kabar, karena memang jarak dari Tinambung ke Limboro tidak begitu jauh. “Hanya luka luar. Alhamdulillah Mamak Cammana sehat. Berkah shalawat”, Pak Hamzah memberi informasi yang melegakan. Para sesepuh di Mandar memang terbiasa memanggil Bunda Cammana dengan panggilan Mamak.

“Peristiwa jatuhnya Mamak Cammana hari Sabtu (9/5) sebelum Subuh. Beliau mau menyalakan lampu, karena hendak ambil wudhlu. Saat itu Mamak Cammana terjatuh, dan bagian kepala sebelah kiri luka. Keluar darah cukup banyak”, lanjut Pak Hamzah menceritakan kronologisnya.

Pak Hamzah pun mengirim foto terbaru Bunda Cammana, dan dari foto yang dikirimkan, alhamdulillah kondisi Bunda Cammana sudah membaik. Informasi yang terkumpul malam ini pun segera dilanjutkan kepada Mbah Nun. Melihat senyum Bunda di foto tersebut, cukup melegakan semuanya.

“Beliau tidak mau dibawa ke dokter. Dan lukanya juga sudah kering. Hanya saja Beliau kurang gairah makannya”, Pak Hamzah memberi informasi tambahan. Alhamdulillah, salah satu kemenakan Bunda Cammana yang memiliki latar belakang pendidikan medis. Sejak awal sudah ditangani dengan baik.

Sejenak kemudian, Mbah Nun mengirimkan sebuah pesan berupa doa:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ ⁠الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ⁠​ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ⁠​ مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ⁠​ اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ 

أَعُوذُ بِاللهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ

Kepada seluruh Jamaah Maiyah, mari kita tundukkan kepala sejenak untuk mendoakan Bunda Cammana agar segera sehat kembali, dan sholawat beliau dapat terus menemani perjalanan kita semua, lengkap dengan lantunan Indah rebana yang dimainkannya. Takzim kami, anak cucumu Bunda Cammana.

Buku Lockdown 309 Tahun Buku Lockdown 309 Tahun