Pemimpin-25

Sudah dan terus kutuliskan 8, 17, 28, 45, atau berapapun hal tentang Pemimpin untuk anak-anakku yang sedang berlatih memimpin dirinya, keluarga dan masyarakatnya, serta dipersiapkan untuk kelak menjadi Pemimpin pada gelembung yang lebih besar.

Ini tidak untuk Pilpres Indonesia 2019.

Anak-anakku, untuk kepemimpinan hari esok: Amanu terus menerus. Hajaru setiap saat. Jahadu tanpa henti. Massa mereka bisu, baru esok hari dunia akan sedikit terbuka matanya.

Aku sendiri senyap kepada Indonesia, meskipun suaraku terdengar di mana-mana. Para penyembah berhala mencuri dan memanipulasinya, yang aku sendiri tak pernah demikian memaksudkannya.

Pilpres 2019 adalah bara api kebencian yang dilemparkan kepadaku. Kalau separuh rakyat menyangka aku memilih seseorang, separo lainnya membenciku. Kalau aku memilih yang satunya, separuh lainnya melemparkan bara itu kepadaku.